
Happy reading my beloved readears😍
Sebenarnya perubahan fisik pada tubuh Kak Alisia mulai terlihat, seperti rambutnya yang banyak rontok serta berat badannya turun.
Mungkin karena Kak Alisia berwajah baby face sehingga dapat menyamarkan perubahan fisiknya.
Kak Alisia juga selalu memakai sedikit polesan make up yang membuatnya tidak terlalu pucat.
Agar Bang Samuel tidak curiga dengan wajah pucat Kak Alisia. Dan Bang Samuel selalu melihat tampilan Kak Alisia yang fresh dan juga ceria.
Sudah satu tahun saja pernikahan mereka berjalan, tapi mereka juga belum di karuniai buah hati. Kak Alisia juga tahu bahwa Bang Samuel sangat menginginkan anak darinya.
Keinginan memiliki anak itu dilihatnya sewaktu menjenguk istri rekan kerjanya, yang melahirkan.
Bang Samuel dan Kak Alisia pergi ke rumah sakit menggunakan mobil. Mereka membawa satu bingkisan perlengkapan bayi serta parsel buah buahan.
Saat masuk kedalam ruangan Bang Samuel sangat senang melihat bayi mungil itu, bahkan Bang Samuel meminta ijin untuk menggendong bayi munggil itu.
"Bolehkan aku menggendong bayimu, teman?" Tanya Bang Samuel dengan mata yang berbinar seperti anak kecil.
"Tentu saja boleh teman." Jawab rekan kerja Bang Samuel seraya memberikan bayi mungil dari gendongannya dengan hati hati ke tangan Bang Samuel.
"Siapa namanya?" Tanyanya pada rekan kerjanya itu.
"Rafael Ilyas." Jawab rekan kerjanya sambil tersenyum melihat bayi mungilnya, lalu mengelus puncak kepala bayi itu pelan.
"Nice name." Ucapnya tersenyum melihat bayi yang sedang digendongnya. Lalu Bang Samuel mencium wajah bayi munggil itu dengan pelan dan penuh kasih sayang. Setelah puas menciumi wajah bayi itu, Bang Samuel meletakkan kembali bayi itu ke tangan rekan kerjanya.
"Aku pamit pulang dulu ya, soalnya aku masih ada urusan. Selamat ya atas kelahiran putra tampan kalian" Ucap Bang Samuel sambil menjabat tangan rekan kerjanya.
"Iya, terima kasih ya sudah datang. Dan juga terima kasih hadiahnya." Ucap rekan kerjanya itu sambil tersenyum.
"Iya, sama sama. Kami pamit dulu ya." Jawab Bang Samuel.
__ADS_1
Alisia pun juga pamit kepada pasangan yang sedang berbahagia itu.
Bang Samuel dan Kak Alisia pun pergi meninggalkan rumah sakit dengan mobilnya.
Di dalam mobil terjadi keheningan, dan kecanggungan meliputi mereka berdua.
"Hm.. sayang suatu hari nanti aku ingin anak laki laki yang tampan seperti tadi!" Ucapnya tersenyum sambil terus fokus menyetir mobilnya.
Setelah Bang Samuel mengucapkan itu. Hati Kak Alisia langsung sedih. Bang Samuel pasti sangat berharap banyak padanya karena dia tau Bang Samuel sudah lama menginginkan kehadiran buah hati diantara mereka.
Kak Alisia sedih bagaimana cara menjelaskan, perihal penyakit yang dideritanya kepada Bang Samuel.
"Sayang... kenapa kamu diam? Kamu setujukan tentang apa yang aku bilang tadi!" Tanya Bang Samuel heran melihat Kak Alisia yang diam saja saat diajak bicara.
"Maaf bang, abangkan tau Alisia belum boleh hamil untuk beberapa tahun lagi." Jawab Kak Alisia sedih.
"Hei, sayang aku meminta anak suatu hari nanti, pasti Tuhan akan mengabulkan permintaan ku ini sayang. Ucap Bang Samuel seraya memakirkan mobilnya. Lalu mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke rumahnya.
"Kalau kita adopsi saja bagaimana, sayang?" Tanya Kak Alisia semangat.
"Iya sayang aku tau, tapikan aku masih lama lagi hamilnya. Kenapa kamu tidak minta anak saja pada Hani Bang, Hani pasti mau karena Hanikan juga istri abang." Ucap Alisia santai dengan mimik wajah datarnya.
"Bersabarlah sayang, pasti entah tahun keberapa kamu pasti bisa hamil. Jangan pernah membahas wanita itu dalam urusan rumah tangga kita sayang, aku tidak ingin anak dari perempuan manapun. Aku hanya ingin memiliki anak dari kamu sayang." Ucap Bang Samuel lembut.
"Tapi Bang Hani kan istri abang juga, seharusnya abang juga memperlakukannya sama dengan ku bang. Lalu kenapa kita tidak boleh membahas Hani dalam urusan rumah tangga kita? Kita ini tidak berdua saja bang dalam rumah tangga kita, tapi bertiga. Seharusnya abang juga melibatkan Hani dalam segala urusan rumah tangga kita." Jawab Kak Alisia mengebu gebu kepada Bang Samuel.
"Maafkan aku sayang, aku salah berbicara. Jika waktunya tiba, aku pasti akan berbicara pada Hani kalau aku mau punya anak darinya." Ucap Bang Samuel sambil menunduk ke Kak Alisia.
Apa kalian tau saat berdua saja dengan Kak Alisia, Bang Samuel memperlakukan Kak Alisia seperti ratu saja. Mulai dari berbicara lemah lembut, dan penuh dengan kasih sayang, menuruti semua keinginannya. Bahkan saat Kak Alisia melakukan kesalahan, Bang Samuel tidak pernah marah pada Kak Alisia. Dia hanya menasehati istri kesayangannya itu dengan lemah lembut.
Berbanding terbalik dengan sikap Bang Samuel kepada Hani. Bang Samuel sangat membenci Hani, sampai sampai mulutnya itu tidak puas jika tidak berbicara ketus dan jahat kepada istri yang tidak dianggapnya itu.
Mengapa demikian karena setelah masalah perusahaannya selesai, atau mungkin kalau dia muak dengan Hani, Bang Samuel akan menceraikan Hani.
__ADS_1
Beberapa bulan yang lalu Bang Samuel mendapat kiriman pesan dari ajudannya yang berada di LN.
Saat dia membuka pesan itu, dia melihat video dan foto yang memperlihatkan kegiatan Hani saat di LN.
Bang Samuel melihat dengan jelas di video itu, bahwa Hani pergi naik mobil di malam hari, bersama seorang pria yang bisa dilihat dengan jelas wajahnya. Setelah itu dia juga melihat Hani pergi menonton bioskop bersama pria tadi, dan tertawa riang bersama.
Bang Samuel yang melihat pesan itu tersenyum dengan sinis.
"Dasar wanita munafik, gua cuma nyindir kencan sama pria lain. Eh... tau taunya beneran kencan sama cowok lain. Dasar *****." Ucapnya marah lalu dia menyimpan pesan WAnya dengan ajudannya tadi.
Bang Samuel langsung mengkonsumsi pesan itu mentah mentah dia tidak memfilter pesan yang di kirim ajudannya tadi. Dia langsung berfikiran negatif tentang Hani. Sekarang dia berpikir bahwa Hani adalah wanita yang haus belaian dari pria. Karena selama mereka menikah Bang Samuel belum pernah menyentuh Hani.
Dia berpikir bahwa Hani adalah wanita murahan yang suka berhubungan dengan pria mana saja. Karena setahu dia, luar negeri itu adalah negara *** bebas. Siapa pula orang yang tidak akan tercemar setelah tinggal terlalu lama disana. Itu pikirnya.
Bang Samuel sengaja menyuruh ajudannya yang menjadi mata mata untuk mengawasi gerak gerik Hani diluar sana.
Agar jika Bang Samuel mau bercerai dengan Hani. Dia punya banyak bukti yang di paparkan ke meja sidang itu. Jadi perceraian mereka akan lancar jika suatu hari nanti terjadi. Itulah pemikiran dari Bang Samuel.
_
_
_
_
_
_
Bersambung...
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam ejaan dan penulisan. Maklumlah saya masih amatiran.
__ADS_1
Thanks to read all😍