
Happy reading my beloved readersš„°
Tepatnya sudah 1 tahun Hani koma, belum ada tanda tanda Hani akan sadar.
Dokter juga sudah menyarankan agar Samuel mengikhlaskan Hani pergi dengan tenang. Dengan cara, mencopot semua alat penunjang kehidupan yang berada di tubuh Hani.
Samuel marah besar saat dokter berbicara seperti itu, hanya Allah lah yang mentakdirkan seseorang mati, lalu kenapa mereka menyuruhku. Untuk mengikhlaskan Hani?
Biar saja Hani hidup hanya, dengan mengandalkan semua alat alat penunjang kehidupannya. Ucap Samuel dengan nada tegas sekaligus marah.
Setelah 1 minggu kejadian itu.
Samuel tetap fokus dengan Hani, ataupun pekerjaannya sebagai CEO.
Biarlah orang mengatakannya gila, kalau dia mengharapkan istrinya, yang seperti putri tidur itu, akan bangun dari komanya.
Dia tidak perduli dengan semua omongan orang orang itu.
Yang dia pikirkan, entah bagaimana caranya menebus semua kesalahannya kepada Hani istrinya?
Sampai saat ini, dia masih saja di hantui rasa bersalahnya kepada Hani. Sampai sampai dia selalu bermimpi buruk kalau Hani pergi meninggalkannya, untuk selamanya.
***
Pagi ini meeting, sedang di laksanakan. Samuel memperhatikan karyawannya menjelaskan rincian meeting hari ini.
Drt....
ponsel Samuel terus saja bergetar, pada akhirnya Samuel menganggkat ponselnya.
"Halo Samuel, cepat kerumah sakit! Hani kritis." Ucap Mama Lina di sebrang sana.
"Apa.....?" Ucap Samuel, berlari meninggalkan rapat penting itu.
Dia tidak memperdulikan rapat itu lagi, yang dia pikirkan hanya bagaimana kondisi Hani sekarang?
Dengan cepat Samuel memijak pedal gas, pada mobilnya. Samuel seperti pembalap yang membawa mobil, dia bahkan tidak memperdulikan keselamatannya sendiri.
"Tidak, jangan ambil dia dari ku Ya Allah." Ucap Samuel terus, seraya mengemudi mobil dengan cepat.
"Aku berjanji, akan menjadi suami yang baik. Untuknya, hanya untuknya selamanya." Ucapnya lagi.
Bahkan air matanya sudah mengucur deras, saat ini. Air mata itu tidak bisa berhenti, malah terus mengalir dengan deras.
Sesampainya di rumah sakit, Samuel memarkirkan mobilnya dengan asal. Pria itu segera berlari dengan cepat memasuki rumah sakit.
Sesampainya di ruangan Hani, air matanya semakin mengucur deras. Dokter sedang memberikan pertolongan kepada Hani.
__ADS_1
"Sabar nak, semua akan baik baik saja." Ucap Mama Lina, seraya memeluk Samuel dengan erat.
Samuel tidak bisa berkata kata, hanya isak tangis yang mampu ia keluarkan.
Samuel bergegas pergi ke musahala rumah sakit. Dia melaksanakan sholat hajat 2 rakaat.
Dari hati nya yang paling dalam Samuel berdoa, dia meminta akan istrinya di sembuhkan, dan di dasarkan seperti semula lagi.
Pria itu berjanji akan menjadi suami yang baik, untuk Hani. Hanya Hani seorang.
Setelah selesai sholat, Samuel kembali ke ruangan Hani. Entah apa hasilnya nanti, Samuel harus menerima dengan ikhlas. Semua itu sudah menjadi ketetapan Allah SWT.
Krek...
Dengan perlahan Samuel membuka pintu ruangan itu, terlihat dengan jelas di sana dokter sudah melepaskan semua alat penunjang kehidupan di badan istrinya.
"Samuel, alhamdulillah Hani sudah sadar. Dia sekarang sedang istirahat." Ucap Mama Lina, seraya memeluk anaknya dengan erat.
"Alhamdulillah." Ucapnya seraya sujud syukur dengan haru, Allah sudah mengabulkan semua doanya selama ini.
Mulai hari ini, Samuel akan selalu menjadi suami yang baik untuk Hani.
Samuel duduk di samping Hani, seraya memperhatikan wajah polos Hani.
Karena terlalu lelah Samuel, tertidur dalam posisi duduk.
Samuel yang mendengar suara pun, terbangun dari tidurnya.
"Hani, kamu sudah sadar?" Ucap Samuel bahagia, dengan cepat pria itu, segera memanggil dokter.
Beberapa menit kemudian dokter datang ke ruangan Hani.
Hani di bantu duduk oleh suster.
Dokter memeriksa tanda tanda vital pada Hani.
"Semuanya baik baik saja, tidak ada masalah pada organnya." Ucap dokter itu, setelah memeriksa Hani.
"Dokter, saya ada dimana?" Tanya Hani tiba tiba, kepada dokter.
"Ibu, ada di rumah sakit. Ibu baru saja sadar setelah 1 tahun koma." Jawab dokter menjelaskan dengan pelan.
"Satu tahun?" Tanya Hani terkejut.
"Iya betul bu." Jawab dokter itu.
"Saya koma kenapa buk dokter?" Tanya Hani binggung.
__ADS_1
"Setahun yang lalu ibu kecelakaan hebat, oleh sebab itu ibu koma. Apakah ibu tidak ingat?" Saut dokter itu.
"Saya? Kecelakaan? Saya tidak ingat dokter?" Jawab Hani, memandang semua orang di ruangan itu, dengan bingung.
"Nama ibu siapa? Apakah ibu ingat?" Tanya dokter itu, dengan lemah lembut.
"Saya.... saya tidak tau dokter." Jawab Hani, seraya memegang keningnya, binggung.
"Kalau ini apakah ibu tau siapa?" Tanya dokter seraya menunjuk Samuel.
Kening Hani, langsung mengerut lalu dia menggelengkan kepalanya.
"Tidak, dokter saya tidak tau siapa pria itu." Jawab Hani, dengan tegas.
Samuel, langsung gemetar mendengar pernyataan Hani barusan.
"Baiklah, suster siapkan pemerikasaan CT SCAN pada pasien. Pak Samuel kami, akan melakukan pemeriksaan pada kepala Ibu Hani." Ucap dokter, seraya membawa Hani bersama suster ke ruangan CT SCAN.
Setelah beberapa menit kemudian.
"Pak Samuel, di sini Ibu Hani mengalami Amnesia atau hilangĀ ingatan, gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Gangguan daya ingat pada penderita amnesia bisa ringan atau berat hingga mengganggu kehidupan penderitanya. Amnesia dapat terjadi sementara atau permanen. Tapi, semoga saja Ibu Hani, bisa sembuh dan pulih lagi ingatannya. Kita akan melakukan pemeriksaan, dan pengobatan intensif pada Ibu Hani." Ucap dokter, seraya menyemangati Samuel.
Samuel hanya bisa diam terpaku mendengar penyataan dokter.
Di satu sisi dia lega kalau Hani lupa ingatan. Hani tidak bisa mengingat kalau dia adalah pria yang sangat menyakiti hati Hani.
Tapi di sisi lain, kalau Hani mengingatnya kembali, semua kenangan buruk akan Hani ingat, otomatis Hani akan mengingat semua perlakuan buruk Samuel. Di saat itu Samuel berpikir, akan kah Hani, akan tetap mau bersama dengannya. Atau mengakhiri segalanya? Pikir Samuel, seraya menatap Hani, yang sekarang sudah tertidur kembali.
Entah apa yang Hani lakukan nanti, jika dia sudah mengingat semuanya. Samuel tidak perduli, intinya sekarang dia akan memperbaiki hubungan yang sudah di rusaknya sendiri, dengan caranya sendiri.
_
_
_
_
_
Bersambungā¦
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran.
Thanks to read allš„°
__ADS_1