My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 48


__ADS_3

Happy reading my beloved readers😘


Bang Samuel, mengambil ponsel yang berada di atas mejanya, lalu dia segera menelpon Vanya, sekretarisnya itu.


"Vanya, segera keruangan saya!" Perintah Bang Samuel dengan jelas.


Beberapa menit kemudian.


"Permisi pak, ada keperluan apa bapak memanggil saya?" Tanya Vanya penasaran.


"Mana dokumen yang diberikan Hani untuk saya?" Tanya Bang Samuel dengan tegas.


"Maaf pak saya tadi kelupaan, sebentar pak saya ambil ke ruangan saya dulu." Ucap Vanya seraya berlari ke ruangannya.


"Ini pak dokumennya maaf pak, tadi saya lupa." Ucapannya seraya memberikan map berwarna putih itu kepada Bang Samuel.


Bang samuel segera membuka map berwarna putih itu dia membacanya secara rinci, dokumen penting yang terdapat di dalam map itu.


Keningnya sempat berkerut beberapa kali saat membaca dokumen itu. Lalu dia membuka laptopnya dan menyamakan laporan keuangan yang terdapat di dalam laptopnya.


Jelas sekali terdapat beberapa kesalahan yang disengaja atau pun yang tidak disengaja yang terdapat dalam laporan keuangan ini.


Bang Samuel meletakkan dokumen itu dengan keras ke atas mejanya


"Siapa yang membuat laporan keuangan ini?" Tanya Bang Samuel dengan nada keras.


"Maaf pak saya tadi disuruh Mbak Mira, untuk mengantar map itu ke ruangan bapak." Saut Hani, dengan jujur.


Bang Samuel segera menelpon Mira


"Segera ke ruangan saya sekarang juga!" Perintah Bang Samuel pada sambungan ponselnya.


Beberapa menit kemudian


Tok tok tok


"Permisi pak ada apa memanggil saya ke sini?" Tanya Mira penasaran, sambil melangkah masuk ke ruangan CEO.


"Kamu lihat aja sendiri ke sini!" Ucap Bang Samuel, seraya memberikan dokumen yang berada di meja itu, kepada Mira.


Mira membaca dokumen itu dengan seksama, keningnya pun mengkerut saat membaca dokumen itu.


"Kamu tahu dimana kesalahan kamu, dimana Mira?" Tanya Samuel dengan lantang.


"Maaf pak, saya tadi sudah membuatnya dengan benar." Ucap Mira dengan jujur.


"Lalu bagaimana bisa salah? Laporan keuangan yang saya minta ini?" Saut Bang Samuel, dengan intonasi tinggi.


"Tadi saya meminta Hani untuk mengantarkan map ini pak." Jawab Mira, dengan jujur.


"Iya betul pak, saya yang diminta Mbak Mira untuk mengantarkan dokumen itu. Tapi, karena tadi bapak berada di luar, jadi saya menitipkan map itu, ke sekretaris bapak. Yaitu mbak Vanya. Dan Mbak Vanya juga menawarkan diri, untuk menitipkan saja map itu, kepadanya. Jadi saya menitipkan nya kepada Mbak Vanya." Saut Hani, dengan panjang lebar.


Vanya hanya diam saja beberapa detik kemudian dia menjawab

__ADS_1


"Iya pak betul, saya dititipkan map itu, tapi saya langsung memberikannya kepada bapak kan. Dan tidak mungkin saya mengubah isi map itu." Ucapannya yang tampak gelisah.


Samuel menatap intens, ke tiga karyawannya itu.


"Kalau sampai kalian ketahuan, mengubah ataupun merevisi laporan keuangan, tidak sesuai dengan perintah saya. Maka kalian semua akan saya pecat. Ucap Bang Samuel dengan intonasi yang keras.


Hani dan Mira terlihat sangat santai saja, tapi berbeda dengan vanya dia sepertinya sangat gelisah.


"Ya sudah sekarang, kembali bekerja ke ruangan kalian masing-masing!" Perintah Bang Samuel dengan tegas.


Ketiga karyawannya tersebut, kembali ke ruangannya masing-masing.


Setelah ketiga karyawannya pergi Bang Samuel melihat cctv yang berada di setiap sudut ruangan kantor, bukan hanya ruangan kantor nya saja tetapi setiap sudut ruangan karyawannya, terdapat CCTV tersembunyi.


Dia dapat memantau apa saja yang dilakukan oleh karyawannya. Dia sudah menemukan bukti yang valid bawa Vanya selama ini sering menyelundupkan keuangan perusahaan, dan juga vanya sudah mengubah laporan keuangan perusahaan, dengan sengaja.


Sebenarnya Bang samuel sudah mengetahuinya beberapa hari yang lalu. Tapi dia mau memperlihatkan kepada seluruh karyawannya bahwa jangan pernah bermain api dengan Bang Samuel, dan jangan coba coba berbuat curang saat bekerja.


Hari ini akan ada meeting internal jadi, Bang Samuel akan mengungkapkan semua keburukan vanya di rapat itu.


Satu jam kemudian Bang Samuel, sudah siap untuk melaksanakan rapat sebagai leader yang baik bang Samuel, selalu tepat waktu.


Kali ini dapat akan membicarakan tentang bagaimana cara marketing yang baik dan efisien.


Setelah karyawannya mau selesai menjelaskan bang samuel mengangkat tangan dia seperti akan bertanya.


"Saya akan membicarakan sesuatu yang sangat penting, hari ini." Ucap Bang Samuel dengan nada santai.


"Iya silahkan pak."


"Baru-baru ini saya menemukan kejanggalan yang terdapat dalam laporan keuangan, tapi sekarang saya sudah tahu dimana letak kejanggalan itu berada. Saya sudah menemukan bukti yang cukup kuat bahwa seseorang telah mengubah laporan keuangan perusahaan saya." Ucap Bang Samuel, dengan nada santai.


Sementara itu vanya sudah berkeringat dingin dan tangannya sudah gemetaran sepertinya dia sangatlah takut, kalau kebusukannya terbongkar.


Bang Samuel memutar kan video yang terdapat di CCTV ruangan vanya, disana jelas merekam bahwasanya Vanya sedang mengubah dokumen asli dan setelah itu, menghancurkan dokumen asli dari laporan keuangan perusahaan, menggunakan mesin penghancur kertas.


Semua orang tampak terkejut melihat video yang berada di layar desktop yang sangat besar itu.


Vanya sangatlah malu rasanya harga dirinya, seperti diinjak-injak dan sepertinya dia akan menangis.


"Disana kalian dapat melihat siapa, karyawan yang tidak tahu diri." Ucapan Bang Samuel, dengan nada santai. Tetapi dengan intimidasi yang sangat jelas.


Para karyawan mendengar ucapan Bang Samuel, merasa khawatir, karena mereka takut apa yang mereka lakukan selama ini diawasi oleh bosnya.


"Jadi keputusan saya sekarang adalah... Vanya kamu saya pecat dari perusahaan saya dan silahkan keluar dari perusahaan, saya!" Perintah Bang Samuel, sambil tersenyum sinis kepada Vanya.


"Maaf pak saya tidak akan mengulangi, perbuatan saya lagi." Ucap Vanya, seraya memelas memegang tangan Bang Samuel.


Samuel merasa sangat muak, dengan sekretarisnya ini. Dia melepaskan pegangan tangan Vanya, dari tangannya.


"Security," Teriak Bang Samuel, dengan nada yang menggelegar.


Security pun datang sambil berlari, dengan cepat.

__ADS_1


"Siap bos apa yang bisa saya bantu?" Tanya, kedua security itu, sambil berjalan menuju meja, Bang Samuel.


"Seret perempuan ini dari perusahaan saya!" Perintah bang samuel dengan kejam.


"Tidak tidak pak tolong maafkan saya pak." Ucap Vanya, dengan memelas, dan berderai air mata.


"Jangan harap, kamu mendapatkan pesangon anda Vanya. Dan jangan harap anda bisa di terima di perusahaan manapun." Ucapan samuel dengan tiba-tiba.


Setelah itu pintu ruang rapat ditutup oleh security.


Dan keheningan yang sangat nyata berada di dalam ruangan itu.


Jangan coba-coba bermain api, dengan saya jika kalian tidak mau saya perlakukan seperti Vanya.


"Siapa saja, yang ketahuan bekerja curang di perusahaan ini, akan saya pecat tanpa pesangon. Dan otomatis tidak bisa mendaftar kerja di perusahaan mana pun." Ucap Bang Samuel lagi.


Semua karyawan meneguk salivanya dengan kasar, saat mendengar ancaman Bang Samuel.


"Saya akan merekrut sekretaris baru saya, hari ini." Ucap Bang Samuel dengan sendirinya.


"Saya merekrut Hani, sebagai sekretaris saya yang baru." Ucap Bang Samuel, dengan nada santai.


Semua karyawan wanita, melongo mendengar pernyataan Bang Samuel barusan. Karena sebagian, dari mereka berpikir jika, Hani adalah affair boss nya.


"Bagaimana Hani, apakah kamu bersedia?" Tanya Bang Samuel dengan santai.


"Iya pak saya bersedia." Jawab Hani, tanpa ragu.


"Oke, rapat hari ini sudah selesai. Silahkan kembali bekerja di ruangan masing masing." Ucap Bang Samuel, seraya berdiri dari duduknya.


"Baik pak." Jawab salah seorang karyawannya.


"Dan kamu Hani, bereskan barang barang mu. Silahkan pindah ke ruangan sekretaris." Perintah Bang Samuel, lalu dia pergi dari ruangan rapat itu.


"Baik pak." Jawab Hani pelan.


-


-


-


-


-


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.


Maklumlah saya amatiran.


Maaf upnya lama.

__ADS_1


Thanks to read all🥰😍


__ADS_2