
Happy reading my beloved readers 🥰
Pagi Harinya, Bang Samuel terbangun dengan posisi semula yaitu duduk. Rasanya badannya sangat pegal sekali, karena tertidur, dengan posisi yang sembarangan.
Hani masih saja betah tertidur dengan lelapnya, Bang Samuel menghela napasnya panjang, saat menatap wajah lugu Hani.
Semalam pria itu bermimpi buruk, dia bermimpi Ayah Surya mencekik lehernya, sampai dia kehilangan napas.
"Apa yang kau lakukan pada anakku Samuel,? Kenapa kau tega menyakiti hatinya. Seharusnya, aku yang kau salahkan, untuk kejadian buruk masa lalu itu. Jangan pernah libatkan putriku, untuk masalahku. Putri polosku tidak pernah bersalah padamu. Lalu mengapa kau tega menyakitinya, dan dendam padanya. Cukup aku saja yang kau beri dendam, jangan libatkan putri ku. Dasar lelaki brengsek. Kau dan aku tidak ada beda nya." Ucap Ayah Surya seraya mencekik leher Bang Samuel, dengan erat.
Sampai sampai Samuel, tidak bisa berbicara, untuk menjawab pertanyaan Ayah Surya. Pada akhirnya dia kehabisan napas.
Setelah itu dia terbangun dari tidur lelapnya, pria itu terkejut karena semua itu hanya lah mimpi buruknya.
Setelah selesai memandangi wajah lugu Hani.
Samuel, meminta suster untuk menjaga istrinya, dengan sebaik mungkin.
Karena Samuel akan pulang kerumahnya, setelah itu dia akan pergi ke kantor.
Rasanya dia sangat tidak enak hati, karena sudah beberapa bulan tidak pernah ke kantor lagi.
Karena saham perusahaan itu masih miliknya, jadi Samuel adalah CEO di perusahaan tersebut.
Pria itu sudah di berikan tanggung jawab oleh Ayah Surya, agar menjalankan perusahaan dengan sebaik mungkin. Mulai hari ini dia akan lebih bertanggung jawab dengan perusahaan, dan juga Hani istrinya.
***
Samuel pergi ke kantor, seperti biasa dia berekpresi datar dan juga dingin.
Banyak karyawan yang membicarakan dia, karena sudah sekitar 4 bulan kurang CEOnya itu tidak masuk ke perusahaan.
Samuel, hanya acuh tak acuh melewati para karyawan yang sedang membicarakannya itu.
Setibanya di ruangannya, sudah banyak dokumen yang akan di tanda tangani nya.
Samuel segera memberikan signature satu persatu, pada dokumen dokumen itu.
Sudah 1 bulan sejak, kecelakaan Hani.
Hani masih saja betah tidur dengan lelap di brankar rumah sakit itu, setiap hari Samuel mengunjungi Hani ke rumah sakit. Untuk melihat perkembangan Hani, tapi semuanya nihil, Hani tetap dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Dia akui, semua adalah kesalahannya karena terlalu egois kepada istri keduanya ini. Samuel berharap Hani cepat sadar, agar pria itu bisa meminta maaf kepada Hani.
Samuel, selalu saja di datangi mimpi buruk, atau pun bayangan banyangan kesalahannya selama ini kepada Hani. Bahwa betapa buruknya sikapnya kepada Hani sewaktu itu.
Sekarang dia hanya bisa menunggu Hani bangun, dari tidur lelapnya.
Tapi semua harapan itu hanya sia sia, baru saja dokter memberitahunya, bahwa Hani mengalami koma, dan bisa saja tidak akan bangun lagi dari tidur lelapnya.
Samuel benar benar frustasi mendengar info dari dokter itu.
Bagaimana tidak frustasi? Selain selalu di bayangi semua kesalahannya. Samuel juga mengerjakan pekerjaan kantor dan rumah sendiri. Sekarang dia tau, bahwa Hani, sangat berperan penting dalam kehidupannya.
Sekarang menyesal pun tidak ada gunanya, karena menyesal pun Hani, tidak akan bangun dari tidurnya. Yang harusnya Samuel lakukan bertobat, dan berdoa kepada-NYA.
Samuel memiliki 2 ponsel, ponsel yang satu untuk bekerja, dan satunya lagi untuk pribadi.
Sudah lama dia tidak mengecek ponsel pribadinya. Sejak kematian istri pertamanya itu.
Pria itu menghidupkan ponselnya. Banyak sekali notifikasi, dan pesan yang masuk pada ponselnya.
__ADS_1
Dengan penasaran dia membuka salah satu pesan tanpa nama. Lihatlah, bahkan Samuel tidak menyimpan nomor Hani. Apakah masih pantas di sebut suami?
Dia memutar voice mail pada pesan itu
"Abang tidak akan pernah sendirian. Karena Hani selalu ada untuk abang. Hani cinta sama abang." Jelas sekali, ini adalah suara Hani. Tepat Hari saat Hani kecelakaan pesan ini di kirimkan kepada nya.
Setelah mendengar pesan suara itu, Bang Samuel langsung menatap wajah Hani.
"Ternyata kamu, suka sama aku?" Ucapnya heran, sambil terus menatap wajah Hani.
Tiba tiba ponsel Hani berdering
Kring....
Disana tertulis nama pemanggil Mama Lina, dengan tangan gemetar Samuel menjawab panggilan.
" Assalamualaikum. Maaf Hani, mama tidak membalas pesan mu, dan juga tidak menjawab panggilan kamu. Waktu itu mama sedang sibuk. Maaf kan mama ya sayang." Ucap Mama Lina di sebrang sana.
"Hani apa kamu dengar mama nak?" Tanya Mama Lina dengan heran.
"Mah..." Saut Samuel.
"Samuel." Ucap Mama Lina.
"Mah... maafin Samuel, mah. Samuel sangat berdosa kepada mamah, karena sudah mengusir mama dari rumah. Samuel anak durhaka, maafkan Samuel mah. Tangis Samuel, sambil meminta maaf kepada Mama Lina.
"Mamah sudah maafkan kamu nak, mama hanya menunggu kata kata itu dari kamu, bukan dari Hani. Jadilah pria sejati, yang berani bertanggung jawab atas kesalahan mu." Jawab Mama Lina, yang sebenarnya juga lagi menangis haru.
"Mana Hani nak? Kenapa kamu yang menjawab panggilannya?" Tanya Mama Lina heran.
"Sebenarnya Hani....
"Hani kenapa Samuel? Cepat jawab!" Sela Mama Lina.
" Astaghfirullah, kenapa bisa nak? In Sha Allah mama akan pulang nak." Jawab Mama Lina.
" Samuel juga gak tau kronologinya mah. Terima kasih mah, sudah mau memafkan semua kesalahan Samuel, dan terima kasih mau pulang kesini." Ucap Samuel, yang masih menangis, karena terharu.
"Iya nak, kalau begitu mama tutup dulu ya. Assalamualaikum." Jawab Mama Lina.
Mama Lina menutup telepon itu.
***
3 Hari kemudian
Mama Lina sudah berada dirumahnya, rumah ini mash sama seperi biasanya, cuma Mama Lina pulang bersama suami barunya. Yah Mama Lina menikah lagi di sana, sebenarnya dia tidak mau menikah lagi, tapi dia akui dia mencintai suaminya yang sekarang. Pada akhirnya mereka menikah.
Samuel sudah memberitahukan di rumah sakit mana Hani di rawat.
Sesampainya di ruangan Hani, Mama Lina menangis melihat keadaan menantu kesayangannya itu.
Samuel, yang tertidur pun terbangun karena ada seseorang yang masuk ke dalam kamar ini.
"Mah.." Ucap Samuel, shock melihat ibunya itu.
"Samuel." Saut Mama Lina.
"Mah maafin Samuel mah. Atas segala kesalahan Samuel." Ucap Samuel, seraya berlutut di hadapan Mama Lina.
"Mama, udah maafin kamu. Sekarang mama tanya, kamu yang bikin Hani kek gini?" Tanya Mama Lina, yang masih mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"Maafin Samuel mah." Jawab Samuel, seraya menundukkan kepalanya.
"Kamu benar benar ya Samuel. Mama gak bisa bantu kamu kalau nanti Hani, gak mau maafin kamu. Kesalahan kamu terlalu banyak sama dia." Saut Mama Lina, seraya membantu Samuel berdiri.
"Iya mah, Samuel akan berusaha untuk dapat maaf dari Hani." Ucap Samuel, seraya menatap Hani dengan sendu.
"Bertobatlah nak, selama kamu masih hidup! Kamu sudah terlalu jauh pada Sang Pencipta. Mama tidak ingin kamu menyesal." Ucap Mama Lina seraya mengelus kepala Samuel.
Samuel yang tidak tahan pun, akhirnya menangis dengan tersedu sedu.
"Iya mah, mugkin semua ini adalah azab, untuk Samuel. Karena Samuel sudah dzolim sama Hani, dan mama." Ucapnya, dengan tangis.
Setelah selesai drama antara anak dan ibu. Mereka pergi ke cafe rumah sakit, untuk makan siang.
Hari ini adalah Hari weekend, tentu saja Samuel libur bekerja. Dia bisa menjaga Hani seharian penuh.
Penampilan Mama Lina, sangat berbeda. Mama Lina sekarang menggunakan kerudung dan baju panjang.
"Mah, mama waktu itu tinggal di mana?" Tanya Samuel, seraya meneguk air mineral itu.
"Mama pulang ke Dubai. Dan mama ketemu mantan mama dulu. Jadi mama udah nikah lagi." Jawab Mama Lina malu malu.
Meskipun sudah paru baya, Mama Lina tetap kelihatan cantik.
Samuel yang mendengar itu langsung tersedak.
"Uhuk... uhuk..."
"Kalau minum pelan pelan atuh. gak papa?" Ucap Mama Lina, seraya memberikan tisu.
"Iya mah. Gak, aku gak papa ko." Saut Samuel, lalu mengelap mulutnya dengan tisu.
Setelah selesai makan mereka, kembali ke ruangan Hani.
"Maaf nak, mama harus balik ke hotel. Karena mau istirahat dulu." Ucap Mama Lina.
"Iya mah, gak papa. Hati hati di jalan mah." Saut Samuel.
"Iya, Mama pergi dulu sayang. Assalamualaikum." Ucap Mama Lina, seraya mencium kening Hani.
"Waalaikummussalam." Jawab Samuel.
Samuel, tidak mempersalahkan mamanya menikah lagi. Samuel hanya ingin mamanya bahagia dengan kehidupan barunya.
Setelah Mama Lina pergi, Samuel membuka laptopnya. Dia akan mengerjakan pekerjaannya yang belum rampung.
_
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklum saya masih amatiran.
__ADS_1
Maaf saya lama up, karena sibuk banget.
Thanks to read all🥰