
Happy reading my beloved readers🥰
Hari demi hari dia lewati dengan kesendiriannya. Tanpa sekretarisnya, sekaligus istrinya yaitu Hani.
Samuel pun mulai sadar, bahwa kesalahan teramat besarnya selama ini, terlalu jauh pada Sang Pencipta. Seolah olah dia adalah manusia paling kuat, yang tidak membutuhkan Pertolongan-Nya. Terbukti sekarang diasangat membutuhkan tempat bersandar, dan meminta pertolongannya.
Setelah selesai menangis, dalam doanya. Samuel kembali duduk di kursinya, sambil memandangi wajah pucat Hani. Walaupun pucat, tapi aura kecantikan Hani sangat menonjol.
Samuel menyesal, dia adalah laki laki paling bodoh, yang menolak keberadaan istri cantik, polos, dan sesabar Hani.
Padahal Allah, sudah memberikannya istri terbaik seperti Hani. Tapi dia justru menolak mentah mentah keberadaan Hani.
Bahkan Samuel, tidak mengurus surat surat pernikahan mereka. Mereka hanya, menikah secara hukum saja.
Tapi, sekarang Samuel, sedang mengurus surat surat pernikahan mereka.
Entah apa yang di pikirkan Samuel, sampai sampai dia mau mengurus surat surat pernikahannya, dengan Hani sendiri.
Padahal dulu, dia tidak pernah menganggap penikahannya ini dengan Hani. Dia hanya, mengakui Alisia lah satu satunya istrinya.
Mungkinkah dia menyesal, karena sudah menyianyiakan Hani.
Who knows?
Entah apalah yang Hani, rasakan saat dia sadar nanti. Entah rasa cintanya kepada Samuel telah hilang, atau masih tetap cinta.
Samuel hanya, bisa terus mendoakan Hani agar lekas sadar, dan baik baik saja dalam sholatnya.
Samuel berjanji jika Allah memberikannya kesempatan, Hani sadar. Samuel berjanji, dia akan menjaga Hani, sebaik baiknya. Dan mencintai Hani dengan tulus. Meskipun semua itu sudah terlambat. Tapi Samuel, tetap akan terus menunggu Hani terbangun dari komanya.
4 bulan kemudian.
"Sayang ini hari ulang tahun mu, aku bawakan bunga kesukaan mu. Semoga kamu sehat selalu, dan segera bangun dari tidur mu. Lihat, walau tertidur seperti ini, kamu sangat cantik. Aku memanglah sangat bodoh, menolakmu mentah mentah. Maaf kan aku sayang, kesalahan ku sudah terlalu besar padamu. Aku mohon bangun lah dari tidurmu, dan terima lah permintaan maafku yang tulus ini." Ucap Samuel panjang lebar, dengan mata yang berkaca kaca. Setelah itu dia mencium kening Hani.
__ADS_1
Samuel meletakkan bunga mawar putih itu, di dalam vas bunga. Samuel selalu membawa kan Hani mawar putih.
Pria itu mengetahui bunga kesukaan Hani, dari Mama Lina. Memanglah dia bukan suami ideal, dia bahkan tidak mengetahui hal apapun tentang Hani.
Selama ini, dia belajar dengan Mama Lina. Tentang bagaimana membahagiakan hati istri, menjaga istri, dan banyak hal, yang dia pelajari dari Mama Lina.
Setelah makan siang, Samuel memutuskan pergi ke apartemen Hani. Perawat menyuruhnya membawakan baju ganti untuk Hani.
Krek...
Sudah lama Samuel tidak masuk ke apartemen Hani. Terlintas di ingatannya, dia terakhir kali kesini. Waktu itu...
"Ngapain canggung, kita kan udah ngelakuin hal lebih, dari ini."
"Tidak usah membahas itu, kejadian itu hanya sebuah kesalahan."
"Oh oke, kalau gitu. Jangan pernah kamu nuntut saya untuk kejadian itu."
"Gak akan."
Samuel, segera melangkah menuju kamar Hani.
Dia mengambil koper dari dalam lemari Hani, pria itu mengumpulkan beberapa baju Hani, setelah di rasa cukup dia meninggalkan apartemen Hani.
Dia akan, segera kembali ke rumah sakit, untuk menjaga Hani.
****
Hari yang sangat melelah kan, untuk Samuel. Setiap hari, nya dia harus ke kantor. Setelah pulang dari kantor, dia akan pulang ke rumah sakit, untuk mengaja Hani.
sudah sekitar 5 bulan ini, Samuel melakukan rutinitasnya melihat Hani, setiap harinya.
Bahkan dia tinggal di rumah sakit, dia sudah sangat jarang pulang kerumah. Paling Samuel akan pulang, jika ada urusan penting, baru dia akan pulang kerumah.
__ADS_1
Seolah olah dia tidak mau jauh, dari Hani.
Semuanya di lakukannya dengan ikhlas. Setelah Hani koma, banyak hal yang dia lalui dan pelajari.
Waktu itu Samuel mengecek CCTV rumahnya, dia menemukan salah satu rekaman yang sangat menarik untuk di tonton.
Ya, waktu Alisia baru meninggal, pria itu, sempat sakit selama 1 minggu. Selama sakit Hani, selalu mengurusnya dengan sabar dan telaten. Dia selalu menyuruh Hani untuk pergi dari rumahnya, tapi gadis itu tidak menggubris ucapan pedas Samuel. Dia selalu merawat Samuel, hingga pria itu sembuh.
Pria itu, sekarang tau. Bagaimana rasanya mencintai seseorang. Bagaimana rasanya, mengharapkan seseorang. Dan dia juga tau, bahwa Hani sangat tulus mencintainya. Tapi selama ini Samuel hanya menganggap Hani adalah beban, dan duri dalam rumah tangga nya bersama Alisia.
Dia benar benar jahat selama ini kepada Hani. Dulu dia dan Alisia, selalu pergi dan bermesraan di depan Hani. Hani, selalu sabar dan tidak pernah mengeluh.
Samuel sadar, akan semua kesalahannya, di masa lalu. Dia akan sangat bersyukur, jika Hani sadar dari komanya, dia akan memperlakukan Hani, layaknya ratu di rumah tangga mereka.
Tapi semua itu, hanya hanyalannya saja. Entah kapan Hani bangun tidak ada satu pun yang tau. Kecuali author😅
***
_
_
_
_
_
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran😁
Maaf updatenya lama, karena saya sibuk banget.
__ADS_1
Thanks to read all🥰😘