My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 60


__ADS_3

Happy reading my beloved readers🤩


Hani yang sedang tertidur lelap, badannya terasa sangat sesak sekali.


Seketika Hani berpikiran buruk, gadis itu takut karena badannya tidak bisa bergerak.


Saat membuka mata, gadis itu terkejut, ada seorang pria yang memeluknya dengan erat, tampak pria itu tidak menggunakan baju atasan.


Karena shock, Hani menendang pria itu, sampe terjatuh ke lantai.


"Ahk.. sakit." Teriak pria itu, sambil mengusap bokongnya yang mendarat langsung ke lantai dingin itu.


"Aduh... maaf bang, Hani gak sengaja." Ucap Hani, gelisah.


Samuel pun berdiri, dari duduknya.


Hani dengan sigap langsung menutup matanya, dengan telapak tangannya.


"Ngak papa sayang, gak sakit kok." Bohong Samuel, yang sebenarnya tidak seperti itu.


"Yaudah sana pake baju!" Perintah Hani, seraya menunjuk ke lemari baju.


"Kok di tutupin sayang, gak usah malu. Kita kan suami istri." Saut Samuel, seraya memegang tangan Hani, pria itu berusaha membuka tangan Hani, yang menutupi matanya.


"Aku gak mau, pergi sekarang! Atau aku triak yang kenceng, biar semua tetangga kamu denger!" Jawab Hani malu, sekaligus kesal.


"Ah, kamu gak asik. Gitu aja triak triak. Belum juga aku apa apain." Saut Samuel kesal, yang di buat buat.


Pria itu pun berlalu ke kamar mandi, meninggalkan Hani yang masih menutup matanya.


Bukk....


Mendengar suara pintu yang tertutup, Hani pun membuka matanya.


"Alhamdulillah, untung aja udah pergi dia. Gimana gua gak sesak, badannya aja segede itu." Ucap Hani menggerutu kesal.


Gadis itu pun, membereskan ranjang dengan rapi.


Setelah itu, dia turun ke bawah, dia akan mandi di kamar mandi bawah saja.


Sepertinya pria itu, mandinya akan lama. Pikir gadis itu.


Tak lupa pula Hani, membawa perlengkapan mandi, dan baju ganti. Hani takut, hal yang tidak di inginkan terjadi lagi.


Setelah selesai mandi, mereka melaksanakan sholat subuh berjamah.


Setelah selesai sholat, Hani dan Samuel bekerja sama membuat makanan, untuk sarapan mereka.


Mereka tidak seperti pasangan lain yang memulai pagi dengan keromantisan, bahkan Hani masih sedikit canggung bersama dengan suaminya itu.


Rasanya sangat asing baginya berdekatan, bahkan tinggal bersama dengan pria yang tidak dia kenali.


Tapi dia selalu mendengar nasehat Mama Lina, untuk tetap menjadi istri yang baik.


Setelah selesai sarapan, Samuel berangkat ke kantor.


"Aku pergi dulu ya sayang, jaga rumah baik baik. Jangan coba coba lari dari ku. Aku akan mengejarmu kemana pun." Ucapnya, lalu dengan cepat pria itu mencuri ciuman di bibir Hani.


"Eh... dasar." Kaget Hani, karena mendapat serangan mendadak.


Sementara si pelaku, sudah ngacir pergi, takut di kejar si korban😅

__ADS_1


Hani melakukan perkerjaan rumah tangga seperti ibu rumah tangga pada umumnya. Ya meskipun semua di bantu oleh mesin canggih.


Hani tetap senang melakukan hal tersebut.


Stok sayuran dan ikan di kulkas sangat banyak. Hani sangat senang melihat hal itu.


Dengan lihai gadis itu mengeluarkan keperluan memasak dari dalam kulkas.


Hari ini ia akan membuat dimsum ayam, dengan sayuran.


Dengan terampil, Hani memasak makanan itu. Ini semua terasa sangat mudah untuknya. Apa mungkin dia sangat berbakat memasak? Pikir gadis itu.


Setelah selesai memasak, Hani membereskan peralatan kotor tadi.


Hani dengan gembira menikmati makanan yang, gadis itu buat sendiri. Sambil menonton drama kesukaannya.


***


Sementara itu di kantor.


Samuel sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Pria itu, sangat teliti mengerjakan semua pekerjaannya.


Yang terpikir olehnya kini, hanya satu. Pria itu ingin cepat pulang kerumah, untuk melihat istri cantiknya itu. Meskipun Hani menganggapnya seperti orang asing, Samuel tidak perduli. Dia hanya ingin melihat Hani saja.


Sekretaris pun sempat heran melihat boss nya yang sedikit aneh hari ini. Memang betul kata karyawan lain, bossnya itu penuh dengan rahasia.


Jam 16.30 WIB, akhirnya pekerjaan Samuel selesai juga. Dengan perasaan gembira, dan wajah yang berseri seri. Pria itu menuju rumahnya.


Sesampai di rumah Samuel memasuki rumah dengan gembira.


"Assalamualaikum, sayang aku pulang." Ucap Samuel memasuki pintu rumah.


Karena tidak mendapat jawaban, samuel menuju ke kamar atas, tepatnya kamar mereka berdua.


Belum sempurna pintu terbuka seluruhnya, mata Samuel terbelalak, melihat pemandangan indah di depannya. Nampak di sana Hani, sedang mengenakan bajunya.


Dengan perlahan kembali, pria itu menutup pintu kamar itu kembali.


Jantung pria itu berdebar sangat kencang, dengan gelisah dia turun kebawah mengambil air dingin untuk di minum.


Setelah minum, pria itu duduk di sofa. Dia mencoba untuk menormalkan rasa, yang sebenarnya sangat sulit untuk di tenangkan.


"Astaga, lama lama, gua bisa khilaf kalau kayak gini terus." Ucapnya kesal, seraya mengacak rambutnya kasar.


Dengan perlahan pria itu memejamkan matanya.


"Eh... abang udah pulang." Tanya Hani, dari arah belakang.


"Udah sayang." Jawab Samuel pelan.


"Mau makan dulu, atau mandi?" Tanya Hani, dengan ragu.


"Aku mau mandi aja dulu, soal nya gerah banget." Jawab Samuel.


"Owh." Saut Hani.


"Mau ikut." Tanya Samuel, bergurau.


"Ih, ogah." Jawab Hani kesal.


Pria itu tertawa melihat ekspresi istrinya. Dia pun berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Mereka makan malam bersama, tanpa satu patah kata pun.


Setelah selesai makan malam, Samuel pergi ke ruang kantornya, pria itu mendapat email, yang harus di kerjakan hari ini juga.


Sudah jam 12.00 tepat, Samuel baru selesai mengerjakan pekerjaannya.


Pria itu melihat Hani, yang sudah tertidur pulas, dengan anggunnya.


Dengan gerakan pelan, Samuel menaiki ranjang. Pria itu bergerak sangat pelan, dia takut istrinya terbangun.


Seperti biasa, dia memeluk Hani, saat tidur. Beberapa menit kemudian pria itu sudah sampai menuju alam mimpi.


Seperti biasa, Hani merasa sangat sesak saat bangun tidur.


Setelah sholat, mereka melaksanakan kegitan masing masing.


Setelah Samuel pergi ke kantor, rasanya Hani sangat bosan di rumah seorang diri.


Gadis itu memutuskan untuk tour, keliling rumah. Karena rumah Samuel, seperti manssion mewah. Mereka tinggal di komplek perumahan elit.


Sambil berkeliling Hani mencoba, membuka pintu pintu kamar itu.


Hani berusaha, mencari kunci kamar yang lain ke setiap sudut rumah.


Karena teliti, akhirnya Hani menemukan kunci kamar.


Krek....


Tanpa sengaja, Hani berhasil membuka salah satu kamar di lantai tiga.


Saat masuk, tidak ada perabotan apa pun di sana. Disana Hanya terdapat foto foto, seorang wanita dan pria.


"Loh inikan Bang Samuel." Ucap Hani kaget, saat melihat foto pria yang berada di acara pernikahan itu.


"Tapi wanita di foto itu bukan aku." Ucap Hani lagi.


"Apa, Bang Samuel, waktu menikah dengan ku dia duda?" Pikir Hani, menerka nerka.


Hani melihat semua foto foto, yang berada di ruangan itu dengan teliti.


Tampak kedua pasangan itu sangat bahagia, dalam setiap foto mereka.


Hani sempat berpikir apakah dia pelakor, atau mungkin dia adalah istri kedua.


Setelah puas melihat foto foto, yang berada di ruangan itu, gadis itu keluar dari kamar itu. Tidak lupa pula dia mengunci kamar itu seperti semula, dan mengembalikan kunci itu ke tempat tadi.


***


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.

__ADS_1


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all🥰


__ADS_2