My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 43


__ADS_3

Happy reading my beloved readers😘


Pagi ini, hari sangat cerah. Burung burung saling bersaut sautan, memanggil satu sama lain. Matahari bersinar sangat terang di bumi ini. Semua manusia sibuk dengan urusan dunianya, yang tidak ada habisnya.


Bang Samuel berjalan masuk ke dalam rumah sakit, lalu dia menaiki lift menuju ruangan Kak Alisia.


Setelah sampai di ruangan itu, dia masuk dengan langkah pelan.


Matanya, berkaca kaca melihat keadaan istrinya yang terbaring lemah di atas ranjang pasien itu.


Berbagai alat penunjang hidup terpasang di setiap badan Kak Alisia. Semua rambut Kak Alisia, sudah tidak ada lagi di kepalanya. Badannya yang sangat kurus, membuat Bang Samuel sedih, sekaligus ngilu melihat keadaan istri tercintanya itu.


Dia segera melangkah, ke arah ranjang pasien Kak Alisia, setelah itu dia duduk di samping ranjang Kak Alisia.


Sambil menatap wajah pucat itu, Bang Samuel terisak pelan. Lalu dia menciumi pipi selembut kapas itu dengan pelan, seraya mengusapnya pelan.


"Sayang, maafkan aku. Akhir akhir ini aku tidak bisa mengunjungimu. Aku sangat sibuk sekali dengan pekerjaanku. Apa yang kamu mimpikan disana? Kenapa kamu tidak lekas bangun, melihatku, melihat suamimu yang sangat kacau ini, tanpamu? Aku sangat merindukanmu sayang." Oceh Bang Samuel kepada Kak Alisia, yang bahkan masih tetap tertidur sangat pulas itu.


Bang Samuel menceritakan, kegiatannya selama ini kepada Kak Alisia. Entah itu istrinya mendengarnya atau tidak dia tidak peduli. Karena dia hanya ingin curhat dengan istri kesayangannya itu.


Selama ini, Kak Alisia selalu di urus dengan suster yang sangat profesional, pastinya pilihan dari Bang Samuel. Karena dia, sangat sibuk mengurus perusahaannya sendiri, oleh sebab itu, dia membayar suster profesional.


Bang Samuel setiap harinya, selalu berharap Kak Alisia sembuh, dan pulang kerumah mereka, menjalani hari hari bersama dengan penuh cinta dan gairah.


Entah kapan Kak Alisia bangun, kita semua tidak ada yang tau. Tapi Bang Samuel, sangat berharap ada suatu keajaiban yang datang dalam hidupnya.


Setelah selesai bercerita panjang lebar kepada istrinya, Bang Samuel pamit kepada Kak Alisia seraya mencium kening istrinya sebelum pergi ke kantor.


Setelah itu, Bang Samuel pergi keperusahaannya.


Hani saat ini sudah berada di perusahaan. Dia baru saja sampai beberapa menit yang lalu.


Hari ini Hani, berangkat lebih pagi dari hari biasanya. Karena Hani tau, pasti pekerjaannya sudah menumpuk banyak di meja kerjanya.


Krek...


Hani membuka pintu dengan pelan. Dia berjalan memasuki ruangan dengan gaya anggunnya.


Setelah masuk, dia duduk di kursi kerjanya. Dan benar saja berkas berkas sudah menanti Hani, untuk segera di kerjakan.

__ADS_1


Hani mulai membuka bekas itu, lalu dia menganalisis dan mempelajari berkas itu dengan teliti.


Krek..


Mira membuka pintu ruangan itu, lalu dia masuk ke dalam ruangan dengan pelan.


Mira terkejut melihat Hani, sudah duduk di kursi kerjanya yang tampak fokus dalam membuat perkerjaannya, jarinya sedang sibuk menari nari pada keyboardnya.


Seperti biasa, Hani memiliki aura kecantikan yang sangat luar biasa. Sehingga membuat semua mata tertarik memandangnya termasuk perempuan sekaligus.


Mira berjalan menuju meja Hani.


"Hei Hani. Kenapa kamu tidak masuk kemarin? Kenapa kamu tidak membalas pesan ku juga kemarin?" Tanya Mira pemasaran kepada Hani, sambil memegang pundak Hani dengan pelan.


Hani yang terlalu fokus pada komputernya, sangat kaget saat sesorang memegang pundaknya pelan. Bahkan Hani tidak tau kalau ada seseorang yang memasuki ruangan ini.


"Eh....mbak." Ucap Hani kaget sambil memegang dadanya kaget.


"Sejak kapan mbak masuk?" Tanya Hani heran.


"Sejak tadi." Jawab Mira heran dengan pertanyaan Hani.


"Hm... kemarin boss kesini, ngambil tas kamu. Kalau boleh tau... kenapa boss ngambil tas kamu ya?" Tanya Mira penasaran.


....Hani terdiam bingung bagaimana cara menjelaskannya pada Mira, jelas jelas Hani bukanlah tipe orang pengarang cerita yang hebat


"Hello Hani, kok malah bengong sih? di tanyai?" Ucap Mira mengagetkan Hani yang sedang fokus berpikir.


"Hm... maaf mbak, Hani bukannya sombong gak mau jawab pertanyaan mbak. Tapi Hani bingung mau mulai dari mana menceritakannya. Lebih baik Hani simpan sendiri saja masalah ini, karena ini masalah internal yang tak perlu di umbar." Batin Hani berbicara sendiri.


"Mbak, gak usah bahas masalah kemarin ya! Aku lagi males." Jawab Hani, sembari melihat Mira dengan tatapan memelas.


"Hm... yaudah gak papa." Saut Mira maklum, lalu dia duduk di lursi kerjanya, sembari menghidupkan komputernya.


Mira penasaran, tentang kejadian kemarin. Mira sempat berpikir, apakah Hani dan bossnya memiliki hubungan spesial. Di lihat dari gerak gerik Hani, sepertinya Hani menyembunyikan sesuatu. Tapi Hani tetap bersikap tenang dalam bersikap, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan karyawan lainnya.


Hani mempunyai aura kecantikan yang sangat kuat, Mira saja kagum melihat kecantikan Hani. Apalagi lawan jenis pasti pun begitu, hal itu tidak menampik sang atasan untuk menyukai Hani. Itulah pemikiran Mira.


Setelah itu, tidak ada pembicaraan antara Hani dan Mira. Karena mereka sibuk mengerjakan tugasnya masing masing.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, karyawan yang lainnya masuk, keruangan satu persatu.


Hani tidak sempat menyapa rekan kerjanya itu, karena sekarang dia sangat sibuk mengerjakan pekerjaannya itu.


Mawar masuk kerungan ini, dia melihat sinis Hani, yang sibuk dengan komputernya. Rasanya Mawar kalah telak dengan bocah ingusan seperti Hani. Padahal Mawar memiliki body yang bagus, dan wajah yang cantik menurutnya sendiri. Tapi kenapa bossnya tidak pernah meliriknya sekalipun? Justru bocah ingusan ini yang dijadikan bossnya affair, why?


Beberapa jam kemudian


Karena Hani, sangat sibuk dengan pekerjaannya, dia sama sekali tidak tau kalau jam sudah menunjukkan waktu makan siang.


"Hani makan siang yok. Kamu sibuk banget sih sepertinya. Udah tu ayo kita makan siang dulu!" Ajak Mira pada Hani.


"Eh... mbak, udah jam makan siang aja mbak, aku gak tau." Jawab Hani heran.


"Kamu sih, sibuk banget kerjain pekerjaanmu. Makanya gak tau waktu makan siang." Saut Mira heran.


"Yaudah mbak ayo, kita coba makan di cafe depannya, biar aku yang traktir mbak. Aku pingin coba makanan timur tengahnya." Jawab mira pada Hani, sembari menyimpan file nya ke dalam flash dish nya. Lalu mematikan komputernya, dan merapikan mejanua sedikit.


Hani dan Mira lalu berjalan keluar ruangan, menuju cafe yang di tujunya.


Beberapa menit mereka berjalan ke cafe.


Mereka akhirnya sampai juga, disana banyak karyawan kantornya, maupun karyawan kantor lain, yang sedang makan siang di sana.


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.


Maklumlah saya masih amatiran.

__ADS_1


Thanks for read all😘


__ADS_2