My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 66


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 🥰


Sesampainya di parkiran rumah sakit gadis itu segera berlari memasuki rumah sakit.


"Eh Nona Hani... mari ikut saya, saya akan mengantar nona ke Tuan Samuel." Ajak Ken, seraya mengejar Hani.


Hani menatap heran pada pria yang memanggilnya itu, karena gadis itu tidak mengenalnya.


"Iya terima kasih tuan " Jawab Hani


"Panggil saja saya Ken, nona. Saya adalah sekretaris sekaligus asisten pribadi Tuan Samuel." Saut Ken ramah.


Mereka segera berjalan memasuki ruangan Samuel.


Sesampainya di ruangan Samuel.


"Silahkan nona." Ucap Ken, seraya membukakan ruangan rawat inap Samuel.


"Terima kasih Ken." Jawab Hani.


"Dengan senang hati nona." Saut Ken.


Hani mengambil kursi, lalu duduk di samping brankar Samuel.


"Bagaimana kondisi suami saya Ken?" Tanya Hani sendu


"Nona, tadi dokter bilang kalau kondisi Tuan Samuel sudah stabil, luka nya juga tidak terlalu parah. Dokter juga bilang Tuan Samuel harus menjalani rawat inap sampai sembuh." Jawab Ken serius.


"Kalau begitu terima kasih banyak Ken. Sekarang kamu istirahat saja, pulanglah ke rumah mu. Pasti kamu sangat lelah" Ucap Hani.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona, jika nona butuh sesuatu hubungi saja saya." Jawab Ken.


"Baiklah Ken, sekali lagi terima kasih." Saut Hani.


Ken segera keluar dari ruangan rawat Samuel.


Flashback Ken


Bugh... bugh....


Seorang pria di pukuli sampai babak belur, pria itu tidak bisa membayar utang pada rentenir.


"Saya janji akan membayar utang saya, beri saya waktu 2 hari lagi tuan." Ucap pria itu memelas.


"Brengsek, kemarin saya sudah memberikan kau waktu satu minggu tapi, kau tidak bisa membayar nya, sekarang mau nambah lagi 2 hari. Dasar omong kosong. Hajar saja dia sampai mati!" Perintah bos rentenir itu kepada anak buahnya yang terlihat seperti aljogo eksekusi.


Pria itu tidak bisa lagi melawan karena kedua tangannya di pengangi oleh ke dua anak buah bos rentenir itu.

__ADS_1


Pria itu hanya bisa pasrah, sambil terus mengucapkan kalimat dzikir dalam hatinya. Pria muda itu tidak tau harus berbuat apa, setelah ayahnya meninggal dunia ternyata ayahnya meninggalkan utang yang cukup banyak, ayahnya berhutang pada rentenir. Pria itu sudah bekerja paruh waktu di mana mana, tapi semua itu tidak lah cukup untuk membayar utang ayahnya.


Saat anak buah bos rentenir itu, mau melayangkan pukulan pada pria itu, seseorang datang menangkis, lalu melumpuhkan ke tiga anak buah bos rentenir itu.


Bugh...bugh.... akh... sialan...


Pria itu stress karena istrinya tidak kunjung bangun dari tidur panjangnya. Jadi pria itu memutuskan untuk mencari udara malam. Siapa tau udara malam bisa sedikit merileks kan pikirannya. Setelah memarkirkan mobilnya asal, Samuel segera keluar menyusuri jalanan malam.


Pria itu mendengar seseorang pria memohon kesakitan. Seketika Samuel mencari tau asal muasal suara itu.


Samuel melihat dengan jelas seorang pria muda yang babak belur, di gebuki 1 pria dan 2 pria lainnya memegang tangan pria muda itu agar tidak bisa melawan.


Seketika jiwa manusiawi Samuel keluar, tanpa aba aba, Samuel melayangkan tinjunya dan tendangannya ke pria yang lebih mirip aljogo eksekusi itu.


Sementara pria muda itu masih menutup mata, menunggu pukulan yang akan di layangkan kepada nya, tapi detik demi detik dia tidak merasakan pukulan apa pun mengenai wajah nya atau pun badannya.


Saat membuka mata, pria itu terkejut melihat ke 4 pria tadi sudah tumbang babak belur.


Samuel mencengkram kerah baju bos rentenir.


"Siapa kau? kenapa kau menyiksa laki laki muda ini?" Tanya Samuel dengan kilatan amarah yang menggebu gebu.


"Maaf kan saya tuan, saya tidak mengenal anda, saya hanya berurusan dengan pria muda itu. Saya adalah rentenir, pria muda itu sudah meminjam uang pada saya, dia baru membayarnya separo, saat saya minta dia selalu tidak menepati janjinya. Jadi sekarang saya mau meminta uang saya pada pria itu." Ucap bos rentenir itu kepada Samuel, dengan sangat ketakutan.


"Berapa lagi yang harus pria itu bayar?" Tanya Samuel kesal.


"10 juta tuan." Jawab pria itu gemetaran.


"Apakah cukup?" Tanya Samuel sinis.


"Ya ini lebih dari cukup tuan." Ucap pria itu berbinar menatap lembaran merah yang banyak.


"Lantas apa jaminan mu agar pria ini tidak kalian buly lagi?" Tanya Samuel tegas.


"Saya akan memberikan kwitansi keterangan lunas, pada pria itu." Ucap bos rentenir, seraya menyuruh anak buahnya untuk memberikannya pada pria muda itu.


Setelah memberikan surat kwitansi lunas pada pria muda itu, bos rentenir dan anak buah nya segera melarikan diri dari pandangan Samuel.


"Pria muda tadi berdiri lalu memegang tangan Samuel, terima kasih banyak pak, saya akan selalu setia sama bap..."


Belum selesai pria itu menyelesaikan pembicaraannya, pria muda itu sudah tak sadarkan diri.


"Hei... bangun anak muda, hei..." Ucap Samuel seraya terus menepuk nepuk pipi pria itu.


Melihat wajah dan badan pria itu yang babak belur, samuel menjadi tidak tega. dengan segera Samuel membawa pria itu masuk ke dalam mobilnya, Samuel akan membawa pria itu ke rumah sakit.


Di pagi hari, pria itu tersadar dari tidurnya, ia menemukan dirinya tertidur di brankar rumah sakit.

__ADS_1


"Anda sudah bangun tuan?" Tanya perawat yang memasuki ruang rawat pria muda itu.


"Dimana saya suster?" Tanya pria itu heran, karena seingatnya dia berada di jalanan dan di tolong seorang pria, setelah itu dia tidak mengingat apa pun lagi.


"Owh anda ada di rumah sakit Royal tuan." Jawab suster itu ramah, seraya menyajikan sarapan pada pria muda itu.


"Pria yang membawa saya tadi malam mana ya sus?" Tanya pria muda itu penasaran.


"Owh.. pria itu berada di ruangan VVIP Angrek tuan." Jawab suster itu ramah.


"Apakah ruangan itu masih berada di rumah sakit ini sus?" Tanya pria muda itu antusias.


"Iya benar sekali tuan." Jawab suster itu lagi.


"Kalau begitu siapa yang menanggung biaya administrasi saya sus?" Tanya pria muda itu penasaran.


"Pria yang membawa tuan kesini." Ucap suster itu ramah.


Pria itu segera membuka selimut yang menutupi badannya, saat hendak pergi


"Mau kemana tuan, sebaiknya biarkan infusnya habis dulu, dan lebih baik tuan sarapan dulu. Agar lebih cepat pulih." Ucap suster itu menahan pria muda itu untuk turun dari kasurnya.


"Baiklah sus." Jawab pria muda itu, lalu segera memakan sarapan hambarnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, selamat sarapan." Ucap suster itu ramah.


"Iya terima kasih sus." Jawab pria muda itu, seraya terus melanjutkan sarapannya.


Beberapa menit kemudian infusnya habis, para suster datang memasuki ruangan rawat pria muda itu, suster melepaskan jarum infus pada pergelangan kiri pria muda itu.


Setelah di beri obat obatan dari suster, pria muda itu segera mencari pria penolongnya tadi malam. Pria muda itu mau mengucapkan terima kasih secara langsung, pada pria penolongnya tadi malam.


***


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan

__ADS_1


Maklum lah saya masih amatiran.


Thanks to read all😍🥰


__ADS_2