
reading my beloved readers🥰
Sementara itu di Indonesia
Kak Alisia pergi ke rumah sakit seorang diri menggunakan mobilnya.
Setelah 20 menit akhirnya dia sampai di rumah sakit. Dia segera memakirkan mobilnya, lalu masuk ke dalam rumah sakit.
Tidak ada yang tau bahwa dia pergi ke rumah sakit. Pasalnya Bang Samuel sedang ada pekerjaan di luar kota. Jadi Kak Alisia pergi sendiri, dan juga Mama Lina lagi mengunjungi kerabatnya yang sakit.
Sesampainya di depan ruangan dokter, Kak Alisia mengetuk pintu ruangan dokter itu.
Tok...tok... "Assalamualaikum dokter." Ucapnya sambil mengetuk pintu ruangan dokter tersebut.
"Iya, waalaikummussalam. Silahkan masuk!" Ucap dokter itu dari dalam ruangan.
Lalu Kak Alisia membuka pintu dengan pelan, dan duduk di kursi berhadapan dengan si dokter wanita itu.
"Selamat pagi, nona Alisia." Ucapnya tersenyum seraya mengulurkan tangannya.
"Iya, pagi dokter." Ucapnya seraya menjabat tangan dokter wanita itu.
"Mari, silahkan berbaring. Kita akan memulai kemotrapinya!" Ucap dokter itu tersenyum dan duduk menunggu Kak Alisia di kasur perawatan.
Kemoterapi adalah cara utama untuk mengatasi dan mengobati leukemia. Terapi leukemia ini menggunakan obat-obatan yang diberikan dalam bentuk pil, melalui infus ke dalam vena atau kateter, atau suntikan di bawah kulit, untuk menghentikan pertumbuhan atau membunuh sel kanker.
Penyakit leukemia limfoblastik, atau yang dikenal dengan leukemia limfositik merupakan jenis kanker darah yang umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Penyakit ini akan menyebabkan terhambatnya fungsi limfosit, yaitu memproduksi antibodi guna menyerang bakteri, virus, dan racun yang masuk ke dalam tubuh. Jika sudah terjadi.
Ya, sudah 2 tahun Kak Alisia mengidap penyakit leukemia. Tidak ada seorang pun yang tau, karena dia tidak ingin merepotkan orang orang di sekitarnya. Dia baru mengetahui penyakit yang di alami sewaktu masih merencanakan pernikahannya dengan Bang Samuel.
Saat itu dia masih menyelesaikan studi S2 nya. Dia pun memutuskan untuk menunda pernikahannya sampai tamat, setelah tamat Kak Alisia menikah dengan Bang Samuel.
Gejala awal pada pengidap leukemia limfoblastik biasanya tidak disadari kehadirannya. Gejala yang muncul meliputi:
- Demam;
- Anemia;
- Sesak napas;
- Pendarahan karena kurangnya trombosit dalam tubuh. Dengan begitu, tubuh akan rentan mengalami gusi berdarah, mimisan, serta mudah lebam.
__ADS_1
- Warna kulit pucat;
- Pembengkakan kelenjar bening pada bagian tubuh tertentu;
- Berat badan mengalami penurunan;
- Sakit kepala;
- Keringat berlebih di malam hari;
- Tubuh mudah terserang infeksi;
- Nyeri tulang.
Dia pikir ini semua terjadi karena dia terlalu stress, kurang tidur dan terlalu lelah bekerja serta belajar. Dia hanya menganggap remeh gejala gejala ini. Karena dulu sewaktu remaja Kak Alisia pernah mengalami gejala itu, tapi beberapa minggu kemudian dia sembuh, dari gejala itu dan kembali bersekolah.
Ternyata sekarang ini gejala yang dianggapnya remeh, merupakan penyakit mematikan yang kini tengah bersarang di tubuhnya.
Kemoterapi merupakan metode pengobatan utama untuk menangani leukemia limfoblastik. Prosesnya dibagi dalam beberapa fase, yaitu:
- Fase induksi. Fase ini dilakukan guna membunuh sel-sel kanker yang berada dalam tubuh, terutama dalam darah dan sumsum tulang.
- Fase pemeliharaan. Fase ini dilakukan guna mencegah sel-sel kanker tumbuh kembali pada jaringan tubuh.
- Terapi tambahan. Terapi ini dilakukan kepada pengidap kanker yang sel-sel kankernya sudah menyebar ke sistem saraf pusat.
Selain serangkaian fase kemoterapi di atas, terapi lain juga dijalani oleh pengidap leukemia limfoblastik. Gunanya adalah untuk mempercepat proses penyembuhan pengidapnya. Beberapa terapi yang dilakukan, antara lain:
- Radioterapi. Terapi ini dilakukan dengan menembakkan sinar khusus ke area yang terkena leukemia limfoblastik untuk membunuh sel-sel kanker yang ada di jaringan tersebut.
- Transplantasi sumsum tulang dengan mengganti sumsum tulang pengidap dengan sumsum tulang yang sehat dari pendonor.
- Terapi obat obatan dengan memberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan dan mutasi gen pengidap.
Dengan serangkaian pengobatan di atas, tingkah kesembuhan dapat dioptimalkan. Leukemia limfoblastik pada anak-anak akan lebih mudah untuk disembuhkan daripada leukemia limfoblastik pada orang dewasa. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor usia, jumlah sel darah putih dalam tubuh, jenis leukemia limfoblastik yang dialami, serta penyebaran sel kanker yang berada dalam tubuh.
Pengobatan yang dilakukan akan melalui beberapa fase dan memakan waktu yang cukup lama.
Sudah semua pengobatan yang di lakukan Kak Alisia, tapi sel kanker yang berkurang ditubuhnya hanya sedikit.
Bahkan Kak Alisia sudah merasakan semua dampak dari kemoterapi yang dijalaninya:
__ADS_1
seperti rambut rontok, muncul nyeri, ***** makan menurun, mual dan muntah, sesak napas, kelainan detak jantung, perdarahan, hingga sulit tidur.
Semua hal ini sudah di alaminya sesaat setelah dia melakukan kemoterapi. Dia selalu menutupi kesakitannya di depan Bang Samuel dan Mama Lina.
Kak Alisia tidak mau membuat Bang Samuel khawatir dengan keadaannya.
Tidak ada yang tahu selama ini Kak Alisia berjuang sendiri melawan kanker yang di deritanya.
Dokter menjelaskan bahwa sel kanker Kak Alisia sudah menyebar luas hingga ke rahim, sehingga hal ini yang selalu membuatnya keguguran. Dan dokter juga menyarankan untuk tidak hamil sampai beberapa tahun kedepan, kalau bisa sampai penyakit kanker Kak Alisia sembuh.
Dan penyakit Kak Alisia ini sudah stadium akhir, karena Kak Alisia terlambat mengetahui jika ia terkena leukemia. Sehingga hal ini yang menyebabkan si kanker menyebar luas di tubuhnya. Bahkan sekarang bukan di rahim lagi kanker itu menyebar, dokter bilang kankernya sudah 80% menyebar di paru paru dan jantungnya.
Kak Alisia adalah wanita yang mandiri.
Dia juga tidak terlalu merasakan sakitnya penyakit yang dialaminya, dan dia juga tidak manja merengek tentang penyakitnya ini. Sewaktu kemotrapi saja dia akan menangis, karena sakitnya sangat menyiksa.
Bahkan saat Bang Samuel pergi kerumah sakit, waktu itu karena Kak Alisia keguguran, ia bilang kepada dokter pribadinya, Jangan pernah memberitahukan kepada suaminya dan siapun itu, bahwa jika dia memiliki penyakit ganas ini. Dia tidak ingin suaminya khawatir dan tidak fokus pada pekerjaannya.
Karena Bang Samuel akhir akhir ini selalu sibuk dengan pekerjaannya. Karena ada pegawainya yang menggelapkan dana perusahaan secara besar besaran. Oleh karena itu Bang Samuel harus menyelesaikan masalah besar ini.
Sementara itu jika ia mati, dia tidak begitu khawatir karena Bang Samuel mempunyai 1 istri lagi, yaitu Hani.
Hani adalah wanita yang baik, rajin dan juga mandiri. Kak Alisia yakin Hani bisa mengurus Bang Samuelnya dengan baik dan penuh kasih sayang. Karena suaminya itu adalah orang yang lemah lembut dan juga penyayang.
_
_
_
_
_
_
Bersambung...
Mohon maaf bila ada kesalahan ejaan dan penulisan kata, maklumlah saya masih amatiran.
Thanks to read all😘
__ADS_1