My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 29


__ADS_3

Happy reading my beloved readers


Hani semakin tidak bisa melihat pemandangan menyedihkan di depan matanya, air matanya semakin mengalir deras. Dia terduduk di kursi yang berada di samping brankar Kak Alisia.


Air matanya tidak dapat di bendungnya lagi, lalu Hani menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seraya menunduk.


Tiba tiba ada tangan yang mengusap kepalanya dengan pelan. Hani pun terkejut, dia segera mendongakkan wajahnya melihat tangan siapa yang mengusap pelan kepalanya ini.


Hani melihat Kak Alisia yang tersenyum sambil menatapnya, Hani segera menghapus air matanya menggunakan tangannya. Dan dia berusaha tersenyum melihat Kak Alisia yang tersenyum juga melihatnya.


Hani memeluk Kak Alisia dengan pelan, dia takut jika memeluk Kak Alisia terlalu keras akan melukainya. Saat Hani memeluk Kak Alisia, dia bisa merasakan betapa kurusnya badan Kak Alisia.


Setelah itu Hani melepaskan pelukannya pada Kak Alisia.


Melihat Kak Alisia yang ingin berbicara, Hani segera mendekat kearah Kak Alisia


.


“Kapan kamu pulang Hani?’’ Tanya Kak Alisia dengan suara yang sangat pelan, bahkan seperti sedang berbisik.


‘’Kemarin Kak, maaf ya kak, aku gak tau kalau kak sakit, dan maaf kalau aku baru sekarang jenguk kak kesini.’’ Ucap Hani secara perlahan pula, agar Kak Alisia bisa mengerti apa yang ia ucapkan.’


‘’Tidak apa apa Hani, kakak senang ko kamu udah datang.’’ Ucapnya seraya tersenyum kepada Hani.


“Oh ya kak, aku lulus dengan nilai yang tinggi loh.’’ Ucapku mengajak Kak Alisia bercanda agar di tidak bosan berbicara denganku.


‘’Wah kamu hebat ya. Pasti ayah bangga sama kamu Hani.’’ Jawab Kak Alisia lagi.


‘’Iya kak, semua ini berkat kerja keras belajarku, dan juga berkat kerja keras ayah yang sudah mendidikku menjadi seperti ini. Iya, aku tau pasti ayah sangat senang, kalau ia tau aku lulus dengan nilai tinggi.’’ Ucap Hani.


“Ayah tau semuanya kok Hani, ayah pasti melihat kesuksesan kamu dari sana.’’ Ucap Kak Alisia seraya menunjuk langit.


‘’Iya kak, kak juga harus semangat, supaya cepat sembuh.’’ Ucapku seraya mengusap tangannya.


‘’Hani, kakak udah gak ada harapan lagi untuk sembuh, tolong jaga Bang Samuel kita. Kak yakin kamu adalah wanita baik yang dikirim Tuhan untuk melengkapi hidup Bang Samuel.’’ Ucap Kak Alisia pelan.


‘’Kak yakinlah sama Allah pasti kakak bisa sembuh dari ini semua, dan kakak pasti bisa melawan ini semua.’’ Ucapku lagi seraya mengelus tangannya dengan pelan.


‘’Tidak Hani, kakak sudah selesai menjaga Bang Samuel sekarang kamu yang harus menjaganya untuk kakak. Kakak yakin kalian bisa Bahagia suatu saat nanti. Dan kamu bisa memberikan anak anak yang lucu untuk Bang Samuel.’’


‘’Tap---

__ADS_1


Krek..


Belum sempat aku menjawab Kak Alisia, pintu ruangan ini, terbuka dan muncullah orang yang sedang kita bicarakan tadi, dia adalah Bang Samuel.


“Sayang, aku udah pulang.’’ Ucapnya seraya menutup pintu ruangan itu dengan perlahan.


‘’Say---


Bang Samuel berhenti berbicara saat melihatku duduk di samping Kak Alisia dan tangan kami masih saling menggenggam seperti orang berjabat tangan.


Bang Samuel melihatku dengan tatapan tidak suka, melihat kedatanganku di ruangan rawat Kak Alisia ini.


‘’Eh sayang, kamu udah pulang, ayo kesini sayang.’’ Kata Kak Alisia berbicara dengan pelan, sambil mengisyaratkan tangannya agar Bang Samuel mendekat kearah kami.


Bang Samuel pun berjalan mendekat kearah Kak Alisia.


‘’Sayang, kamu tambah tampan saja.’’ Ucap Kak Alisia memuji Bang Samuel.


“Aku memang seperti ini dari dulu sayang. Emangnya ada apa sayang?’’ Tanya Bang Samuel heran dengan perilaku Kak Alisia.


Kak Alisia mengambil tangan Bang Samuel dan dia meletakkan tangan Kak Alisia di atasnya. Dan dia menyatukan tangan Bang Samuel dan tangan Hani seperti sepasang kekasih yang sedang berjabat tangan.


“Tolong jaga adikku dengan baik sayang! aku sangat menyayanginya. Jangan pernah menyakiti hatinya! karena perasaan perempuan itu sangat rapuh, dan kalau sudah di sakiti ibarat seperti kaca yang sudah retak. Tidak bisa di perbaiki lagi.” Ucap Kak Alisia sambil tersenyum menatap kearah Bang Samuel.


‘’Kenapa kamu bicara seperti itu sayang?’’ Tanya Bang Samuel heran


‘’Karena aku tidak akan hidup lebih lama lagi sayang, jadi aku memintamu untuk menjaga dan mencintai adikku setulus kamu mencintaiku sayang! Aku mohon!’’ Ucap Kak Alisia


‘’Kamu ini bicara apa sih? Kamu pasti sembuh sayang, percayalah padaku. Setelah itu kita akan hidup bahagia seperti dulu lagi.’’ Ucap Bang Samuel, dia tidak menjawab pernyataan Kak Alisia tadi. Bang Samuel malah mengalihkan pembicaraannya.


‘’Karena itulah kebenarannya sayang, aku rasa aku tidak akan bertahan hidup lebih lama lagi.’’ Ucap Kak Alisia dengan pelan.


‘’Kamu kenapa menyimpulkan semuanya sendiri sayang? Ada aku di sini yang siap berjuang bersamamu, aku juga selalu setia hanya dengan mu saja, dan aku juga sangat mencintaimu sayang.’’ Kata Bang Samuel dengan mata yang sudah berkaca kaca.


‘’Kalau aku mati, aku hanya memintamu untuk menjaga dan mencintai Hani. Tolong kabulkan permintaanku suatu saat nanti ya sayang!’’ Perintah Kak Alisia pada Bang Samuel, Kak Alisia mengucapkan semua permintaannya dengan datar, dia seperti tidak ada beban yang menimpanya.


Sementara Hani hanya diam dan menunduk mendengar permintaan Kak Alisia yang tidak mungkin, akan di kabulkan Bang Samuel padanya.


Yang benar saja?


Kak Alisia meminta Bang Samuel untuk mencintaiku?

__ADS_1


Melihat aku saja dia sangat benci, bagaimana caranya dia mencintaiku dengan tulus? Ucap Hani dalam hatinya.


….. Bang Samuel lalu melepaskan genggaman tangan Hani dengan kasar, dan dia keluar dari ruangan istrinya dengan rasa kesal dan sedih yang luar biasa.


‘’Maafkan Bang Samuel ya Hani! Percayalah pada kakak, suatu hari nanti dia akan mencintaimu dengan tulus. Seperti dia mencintai kakak.’’ Ucap Kak Alisia sambil tersenyum kearah Hani.


‘’Gak papa kak, aku juga sadar diri kok. Aku tau dia sangat mencintai kakak melebihi segalanya. Maaf ya kak, Hani sudah mengganggu waktu istirahat kak. Cepat sembuh ya kak, Hani sayang kakak.’’ Ucap Hani seraya mencium kening Kak Alisia serta salaman dengan Kak Alisia.


‘’Assalamualaikum aku pulang dulu kak.’’ Ucap Hani lagi sebelum keluar dari ruangan Kak Alisia.


‘’waalaikummussalam, hati hati di jalan Hani.’’ Jawab Kak Alisia, sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepadaku.


Hani pun melambaikan tangannya kearah Kak Alisia, sebelum menutup pintu ruangan Kak Alisia. Setelah selesai, Hani menutup pintu Kak Alisia dengan pelan. Hani akan segera pulang, karena kepalanya sangat sakit, melihat tingkah Bang Samuel tadi.


Hani berjalan dengan santai menuju parkiran, saat dia akan membuka pintu mobil, ada seseorang yang menarik tangannya.


‘’auh..’’ Ucap Hani seraya melepaskan tangan Bang Samuel, yang mencengkram tangan kanannya.


‘’Ngapain kamu kesini?’’ Tanya Bang Samuel, sambil menarik tangan Hani yang berusaha membuka pintu mobilnya.


‘’Lepasin bang! ini sakit’’ Ucap Hani seraya berusaha melapaskan diri dari Bang Samuel.


‘’Gak akan saya lepasin, sebelum kamu jawab pertanyaan saya!’’ Jawab Bang Samuel.


_


_


_


_


_


Bersambung


Maaf bila ada kesalahan penulisan maupun ejaan yang terdapat dalam novel ini.


Maklumlah saya masih amatiran.


Thank for read 🥰

__ADS_1


__ADS_2