My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 63


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 😍


Sesampainya di rumah Samuel pun masuk ke dalam rumah dengan emosi, serta tanpa mengucapkan salam.


"Loh kok abang udah pulang?" Tanya Hani heran.


"Apa maksud kamu Hani?" Ucap Samuel, seraya menyerahkan surat cerai yang sudah kusut itu, pada gadis itu.


Hani pun mengambil kertas itu, seraya tersenyum sinis.


"Loh kan di sana sudah jelas, kenapa masih bertanya lagi. Loh kok gak di tandatangi. Tolong tanda tangani biar kita segera menyelesaikan hubungan rumit ini." Saut Hani seraya memberikan kertas itu pada Samuel kembali.


Samuel pun langsung menyobek kertas itu dengan sangat emosi.


"Percuma anda merobeknya, keputusan saya sudah bulat untuk bercerai dengan anda." Ucap Hani dengan sinis, seraya berjalan ke luar.


"Mau kemana kamu?" Tanya Samuel kesal.


"Mau kemana saya, itu bukan urusan anda Tuan Samuel yang terhormat." Saut Hani dengan cepat.


"Ah... pasti kamu mau bertemu bocah ingusan itu kan siapa namanya? Hm... ah iya Jackson. Pengacara sialan itu kan? Sudah berapa lama kamu bermain di belakang ku, dengan pria itu?" Tanya Samuel menuduh Hani.


Hani pun memberhentikan langkah kakinya, lalu membalikkan badannya melihat Samuel.


"Saya bukan wanita yang anda tuduh kan seperti itu. Saya tidak pernah begitu." Jawab Hani, dengan emosi.


"Benarkah? Lalu perempuan mana yang jalan dengan laki laki lain yang bukan muhrimnya, tanpa meminta izin suaminya?" Ucap Samuel memanas manasi Hani.


"Sejak anda mengucap kan kata cerai pada saya, sejak itu lah saya berhenti menganggap anda suami saya." Jawab Hani dengan berani.


"Oh... bahkan kita masih sah sebagai suami istri di mata hukum dan agama." Saut Samuel dengan lugas.


"Lalu apa peduli saya. Dan apa peduli mu jika saya pergi dengan lelaki manapun yang saya mau?" Jawab Hani dengan ketus, seraya berjalan ke luar rumah.


"Berhenti! Saya bilang berhenti Hani!" Triak Samuel kesal.


Hani masih saja berjalan, dan tidak mengindahkan perkataan Samuel.

__ADS_1


"Berhenti sebelum saya berbuat nekat pada mu." Ucap pria itu emosi.


"Memang apa yang ak.... ah..."


Belum selesai Hani berbicara, Samuel sudah menggendongnya seperti karung beras.


"Lepaskan aku! " Triak Hani, seraya memukul punggung liat pria itu.


Sementara Samuel hanya diam saja, dia berjalan membawa Hani ke lantai atas.


Seketika Hani panik, karena Samuel memasuki kamar mereka.


Seketika itu sinyal waspada langsung ada pada kepalanya.


"Lepaskan Hani bang!" Ucap Hani dengan khawatir serta takut akan hal yang akan di lakukan suaminya padanya.


Bruk... pria itu membuka pintu kamar dengan tendangan kakinya.


Krek... lalu, Samuel mengunci pintu itu dengan rapat.


Lalu dia meletakkan Hani pada ranjang mereka.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Hani panik, seraya melarikan diri.


Pria itu tidak menjawab pertanyaan gadis itu, dia hanya fokus membuka pakaiannya, dan mata nya terus menatap Hani seperti mangsanya.


Baru saja akan turun dari ranjang, tangan Hani sudah di tarik oleh Samuel. Pria itu menidurkan Hani dengan paksa kembali ke ranjang mereka, lalu pria itu menindih gadis itu.


"Lepaskan aku Samuel!" Ucap Hani kesal.


"Jangan harap, kamu akan lepas dari ku sayang." Ucap Samuel, seraya melepaskan pakaian istrinya.


"Lepaskan aku, brengsek! Aku membenci mu." Ucap Hani yang mulai terisak. Karena Samuel memulai aksinya.


"Bencilah aku sesuka mu sayang, aku akan tetap mencintai mu." Ucap Samuel, seraya mengecupi leher gadis itu, seraya memberikan tanda kepemilikan.


Gadis itu Hanya bisa memalingkan wajahnya seraya terus memberontak, dan menolak apa yang dilakukan pria itu padanya.

__ADS_1


Tapi usaha gadis itu sia sia, dia tidak bisa melawan tubuh kekar suaminya.


Dia merasa sangat lelah, karena terus berteriak dan memberontak melawan pria itu, pada akhirnya Hani pasrah atas apa yang di lakukan suaminya pada tubuhnya.


Akhirnya Samuel memenangkan pertandingan ini, dia berhasil melepas dahaganya yang sudah sangat lama tidak tersalurkan.


"Maaf kan aku memaksa mu sayang. Aku akui aku sudah terlalu banyak salah padamu. Hanya dengan cara ini, agar kamu patuh kepadaku." Ucap Samuel seraya berbisik kepada istrinya.


Sementara gadis itu hanya diam saja, sambil mentup matanya dengan tangannya, dia masih menangis terisak.


1 jam kemudian.


"Ah.... terima kasih sayang, aku sangat mencintai mu." Ucap Samuel, seraya mengecupi punggung polos istrinya itu.


Sementara gadis itu, masih terisak, dia tidak rela suami brengseknya melakukan ini padanya.


Tapi mau bagaimana lagi, mereka masih berstatus suami istri, tidak ada salahnya Samuel melakukan hal ini pada dirinya.


"Kenapa aku terlalu bodoh, terperangkap oleh nya." Tanya Hani, pada dirinya sendiri di dalam hatinya.


Karena terlalu lelah fisik dan batinnya, akhirnya gadis itu terlelap di dalam pelukan suaminya.


***


_


_


_


_


_


Bersambung…


Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan kata atau pun ejaan.

__ADS_1


Maklum lah saya masih amatiran.


Thanks to read All🤩🥰


__ADS_2