
Happy reading my beloved readers😍
Hani terbangun dari tidur singkatnya, dia membuka sedikit pintu kamar tamu.
Hani melihat Bang Samuel yang dari tadi gelisah.
kring... kring... ponsel Bang Samuel berbunyi, Bang Samuel segera mengangkatnya.
"Halo dokter, bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Bang Samuel kepada seseorang di sebrang sana.
"Baik.... baik dokter, saya akan segera ke rumah sakit." Kata Bang Samuel bergegas mengambil kunci mobilnya dan segera menuju rumah sakit.
Sementara itu Hani keluar dari kamar tamu, dan dia mengikuti Bang Samuel menggunakan ojek online yang di pesannya 3 menit tadi.
Sebenarnya Kak Alisia ingin pulang ke apartemennya. Tapi karena, tanpa sengaja Hani mendengar pembicaraan Bang Samuel melalui ponsel, dia memutuskan menggunakan ojek online untuk membuntuti Bang Samuel saja.
Dia penasaran, dengan siapa Bang Samuel berbicara di ponsel tadi. Kenapa di dalam pembicaraannya menyebut istrinya, apakah ada sesuatu hal yang terjadi dengan Kak Alisia?
Itu sekarang yang ada di benak Hani. Semoga Kak Alisia baik baik saja, dan tidak terjadi sesuatu hal padanya.
Beberapa menit kemudian, sampailah Hani di salah satu rumah sakit terelit di Jakarta.
Hani melihat Bang Samuel keluar dari mobilnya dengan tegesa gesa, lalu dia segera berlari memasuki rumah sakit tersebut.
Untungnya Hani tadi mengganti bajunya dengan hoodie. Hani memakai Hoodie hitam dan kaca mata hitam. Hani juga memakai masker agar, Bang Samuel tidak mengenalinya.
Hani segera turun dari motor bang ojek online, lalu dia mengikuti Bang Samuel dengan hati hati, agar Bang Samuel tidak mengenalinya.
Hani kehilangan jejak Bang Samuel, dia kehilangan jejak Bang Samuel. Karena Bang Samuel masuk ke dalam rumah sakit sambil berlari dengan cepat.
Tak kehilangan akal, Hani pun bertanya kepada resepsionis rumah sakit.
"Permisi buk, apakah benar di sini ada pasien yang bernama Alisia, dengan walinya yang bernama Samuel?" Tanya Hani kepada salah satu petugas resepsionis rumah sakit.
"Maaf ibu siapanya pasien ya?" Tanya salah satu dari mereka.
"Saya sepupunya, saya baru pulang dari Inggris jadi say kesini ingin tau kepastian, apakah ada pŕasien yang bernama Alisia, dengan wali bernama Samuel?" Jawab Hani menjelaskan pertanyaan petugas resepsionis tadi dengan lugas.
"Oh.. begitu buk. Ya buk kemarin sekitar pukul 07.00 WIB, ada pasien masuk yang bernama Alisia." Kata petugas resepsionis itu.
"Kalau boleh tau, ruangannya ada di mana ya buk?" Tanya Hani penasaran.
__ADS_1
"Ruangannya ada di ruangan VVIP Mawar No 1, lantai 3." Jawab petugas resepsionis itu lagi.
Karena Hani masih penasaran tentang penyakit apa yang di derita Kak Alisia, Hani pun bertanya ke pada resepsionis itu.
"Maaf buk, saya mau bertanya sekali lagi. Apa penyakit yang di derita Saudari Alisia saya ya buk?" Tanya Hani penasaran.
Lalu petugas resepsionis pun membuka komputernya dan memeriksanya dengan teliti dan seksama.
"Pasien yang bernama Alisia, dengan penanggung jawab Samuel, menderita penyakit Kanker Leukimia stadium akhir." Jawab petugas resepsionis dengan data yang akurat.
"Apa? Kak Alisia sakit kanker. Kapan Kak Alisia sakit Kankernya?" Tanya Hani kepada petugas resepsionis itu, dengan mata yang sudah berembun, di balik kaca mata hitamnya itu.
"Iya Saudari Alisia sakit kanker, kalau masalah kapan dia menderita sakit kanker, saya tidak tau masalah itu. Yang saya tau pasien masuk kemarin pagi pukul 07.00 WIB." Jawab petugas resepsionis itu dengan jelas.
"Oh begitu. Terima kasih banyak buk, saya pergi dulu." Ucap Hani.
"Ya sama sama buk. Saut petugas resepsionis itu.
Hani segera berjalan tergesa gesa, menuju kamar Kak Alisia.
Hani menaiki lift dengan cepat, setelah keluar dari lift. Hani menanyakan kepada dokter yang sedang bejalan, Hani kebingungan. Karena rumah sakit ini sangatlah luas dan besar.
"Permisi dokter, saya mau bertanya. Dimana letak kamar VVIP Mawar nomor 1, ya dok?" Tanya Hani kepada salah satu dokter yang sedang berjalan di sampingnya.
"Oh... terima kasih ya dokter." Kata Hani, setelah itu dia berlalu pergi.
"Sama sama." Saut dokter itu, lalu dia berbelok ke arah kanan.
Hani pun mengikuti arahan dari dokter tadi, untuk menuju ke ruangan Kak alisia.
Setelah berjalan sesuai petunjuk dokter tadi, Hani sudah menemukan ruangan Kak Alisia. Sekarang Hani tepat di depan ruangan Kak Alisia. Hani ragu untuk masuk ke dalam, karena pasti dia akan di marahi oleh Bang Samuel.
Dan laginya Hani juga baru pulang sari Inggris, Hani takut daya tahan tubuh Kak Alisia belum bagus, untuk menerima Hani yang baru saja pulang dari luar negeri.
Akhirnya Hani memutuskan untuk pulang saja, sepertinya orang orang yang akan memasuki ruangan Kak Alisia, harus lah dalam keadaan steril. Hani tidak mau membuat Kak Alisia pusing, karena melihat Hani.
Jadi sebaiknya Hani pulang kerumah Bang Samuel dulu untuk mengambil koper, baru dia akan istirahat di apartmennya.
Setelah sampai rumah Bang Samuel, Hani masuk kedalam, dia segera mengambil kopernya dari dalam kamar tamu.
Setelah itu Hani pulang ke apartemennya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudia Hani sudah sampai di depan apartemennya. Tadi Hani menggunakan taxi untuk sampai kesini. Soalnya kalau naik ojek, akan susah sekali, karena koper Hani berat.
Jadi lebih baik menggunakan taxi saja, itulah pemikiran Hani.
Sesampai di apartemen Hani, masuk. Dan membersihkan badannya dulu. Karena gerah rasanya habis bepergian jauh belum mandi.
Setelah mandi Hani memutuskan untuk menyusun semua barang barang yang ada di kopernya.
Hani mengeluarkan aneka buah tangan yang di bawakan sahabat dan temannya, serta tetangganya Anna.
Anna sangat sedih Hani pulang ke Indonesia, karena di waktu libur semester, Hani selalu berkunjung ke apartemen Anna dengan membawakannya buah tangan.
Tapi mau bagaimana lagi, Hani juga harus melanjutkan hidupnya. Dia memilih pindah ke Indonesia dan menetap di negara tercinta.
Meskipun dia tak tau, sewaktu waktu entah kapan akan kembali ke Inggris tempat bersejarah dan penuh kenangan bersama sahabat dan teman temannya yang lucu dan baik, serta dosen pengajar yang telah memberikannya banyak ilmu. Semua itu menjadi kenangan indah di dalam hidup Hani.
Hani mengeluarkan bingkai fotonya bersama teman dan sahabatnya. Lalu dia meletakkannya di meja samping tempt tidurnya.
Hani juga mengeluarkan makanan instan yang di belikan temannya sebagai buah tangan, lalu Hani menyimpannya di lemari.
Hani menyusun baju bajunya dan menyusunnya dengan rapi ke dalam lemarinya.
Hani memutuskan untuk pergi kerumah sakit besok, kalau sempat. Dia ingin melihat bagaimana keadaan Kak Alisia. Itupun dia akan melakukannya secara sembunyi sembunyi, agar Bang Samuel tidak mengetahuinya.
Karena lapar, Hani memutuskan untuk delivery saja, karena kulkas apartemennya kosong. Dia bahkan belum belanja bahan makanan, Hani akan pergi berbelanja besok.
_
_
_
_
_
Bersambung…
Mohon maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Saya masih amatiran jadi harap maklum.
__ADS_1
Thanks to read all😅🥰