My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 42


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 😍


Krek....


Pintu ruangan staff accounting di buka oleh Bang Samuel.


Semua orang yang berada di sana terkejut melihat bossnya datang keruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu boss?" Tanya Mawar senang, melihat kedatangan boss nya.


"Tidak." Jawab Bang Samuel datar.


Bang Samuel berjalan memasuki ruangan, lalu dia berhenti di meja kerja Hani.


Dia mengambil tas Hani.


Semua orang melonggo melihat apa yang di lakukan oleh bossnya.


"Ma--af boss itu punya Hani, staff accounting baru di ruangan ini." Ucap Mira gugup.


"Iya, saya tau." Jawab Bang Samuel datar.


Lalu dia keluar dari ruangan itu dengan santai.


"Apa yang boss kita lakukan ya? Kenapa dia mengambil tas Hani?" Tanya Pak Ben penasaran.


"Ntah lah aku juga tidak tau, sudahlah kita harus positif thinking saja." Sela Mira dengan cepat.


"Dasar ****** kecil, semakin hebat saja kamu." Batin Mawar marah, dan iri dalam hatinya.


Setelah itu Bang Samuel memakai jasa go send, untuk mengirim tas Hani kerumahnya. Karena tidak mungkin dia yang membawa tas Hani kerumahnya, itu akan memakan waktu lama. Sementara pekerjaan sudah menantinya, untuk di kerjakan.


Tok... tok...


"Permisi pak." Ucap seseorang dari luar pintu.


"Ya, silahkan masuk!" Jawab Bang Samuel, yang sedang menghidupkan laptopnya.


Security itu pun masuk ke dalam ruangan Bang Samuel.


"Permisi pak, tadi malam saya sudah memasukkan pria itu ke penjara. Sekarang bapak di mintai keterangan sebagai saksi atas perilaku bejat, pria itu. Karena keluarga pelaku, menuntut bapak atas pencemaran nama baik, dan penganiayaan." Ucap security itu, menjelaskan panjang lebar.


"Oke, sekarang di mana pria itu? Saya akan, segera kesana." Jawab Bang Samuel cepat.


"Di kantor polisi xxxxx." Jawab security itu cepat.


Setelah itu Bang Samuel bergegas menuju kesana.


"Halo Vanya. Tolong urus rapat saya hari ini! Saya ada keperluan di luar." Ucap Bang Samuel, menghubungi sekretarisnya. Setelah dia sampai di tempat tujuannya.


Setelah mendapat jawaban dari sekretarisnya, Bang Samuel memutus sambungan telponnya.


Bang Samuel masuk ke gedung itu dengan tergesa gesa.


"Apakah benar, anda saksi dan pelapor dari perbuatan keji pria ini?" Tanya polisi itu pada Bang Samuel.


"Ya betul, pak." Jawab Bang Samuel cepat.


"Kamu, jangan menuduh anak saya sembarangan ya, saya dari keluarga terhormat jadi tidak mungkin anak saya melakukan hal yang anda tuduhkan seperti ini." Teriak seorang wanita paru baya, sambil memarahi Bang Samuel.


"Nyonya, saya tidak mungkin menyembunyikan fakta, bahwa anak ibu itu, adalah pria bejat. Dan untuk masalah saya gebuki anak ibu, karena dia sudah kurang ajar kepada karyawan saya." Jawab Bang Samuel santai, tapi sorot matanya sangat dingin dan penuh dengan intimidasi.


"Saya tidak percaya itu. Kamu pasti, mencoba merusak nama baik anak saya, saya tidak terima ini." Sela Wanita paru baya itu dengan emosi.


Bang Samuel mengeluarkan tab, dari tas sandangnya, lalu dia memutar video CCTV, diruangan persediaan alat tulis kantor.


Dalam video itu terekam dengan jelas, Raymond melakukan aniaya kepada Hani, dan dia juga ingin melecehkan Hani.


"Bagaimana? Apakah sudah jelas sekarang?" Tanya Bang Samuel dengan sinis.


Wanita paru baya itu hanya bisa diam saat melihat anak kesayangannya melakukan perbuatan bejat kepada seorang wanita.


"Saya mohon pak, tolong lepaskan anak saya." Ucap wanita paruh baya itu sambil memohon kepada Bang Samuel, lalu mengatupkan kedua tangannya seraya terus bermohon.

__ADS_1


"Maaf bu, saya tidak ingin laki laki bejat seperti dia, berjalan dengan bebas di muka bumi ini. Saya tidak mau ada wanita lain, yang mengalami hal serupa. Jadi biarkan dia menikmati akibat, dari semua perbuatannya." Jawab Bang Samuel, dengan bijak.


Setelah itu dia kembali ke kantornya.


Ting tong.. ting tong


Hani segera berlari ke pintu, saat ada bunyi bel. Sebelum itu dia sudah menutup badannya dengan jas Bang Samuel yang besar, karena dress yang dia gunakan sangat pendek dan seksi.


"Ya ada yang bisa saya bantu?" Tanya Hani yang hanya memunculkan kepalanya saja di depan pintu.


"Ini mbak kiriman dari Samuel, silahkan di terima." Jawab pria pengantar itu ramah.


"Bayar berapa?" Tanya Hani, sambil mengambil tas itu dari tangan pria pengantar itu.


"Sudah di bayar pakai go pay mbak." Jawab pria pengantar itu.


"Terima kasih ya." Setelah itu Hani menutup pintunya dengan cepat.


Hani segera membuka tasnya, dia mengambil ponselnya. Setelah itu membuka notifikasi pesan yang terdapat di ponselnya.


Ada banyak pesan dari Mira, dia menanyakan kenapa tidak datang ke kantor hari ini.


Hani hanya membaca pesan itu tanpa ia balas.


Rasanya Hani bosan di rumah sebesar ini sendirian.


Hani mencari baju Kak Alisia yang pantas untuk dipakai keluar rumah, setelah itu dia memakainya.


"Aduh, maaf ya bang. Aku pakai ini tanpa seizin Kak Alisia." Ucap Hani, setelah itu dia bergegas pulang.


Hani pulang menggunakan ojek online.


Setelah sampai di apartemennya, Hani bersantai sebentar.


Dia berencana akan datang ke kantor jam 11.00 nanti, dia akan membawakan bekal makan siang untuk suaminya.


Dia juga akan mengambil mobilnya, yang tertinggal di parkiran kantor.


Beberapa menit kemudian


Dia sudah sampai di kantor, Hani langsung naik ke lantai 4, dia akan mengantar makan siang suaminya.


Tok..tok..


Tidak ada sautan dari dalam ruangan, ternyata Bang Samuel sedang tertidur di sofanya.


Hani menyelonong masuk ke dalam ruangan Bang Samuel, karena tidak ada jawaban dari dalam ruangan itu.


Krek.. dia mendorong pintu itu, dengan pelan.


"Loh kok, Bang Samuel gak ada?" Ucap Hani, saat memasuki ruangan itu.


Dia berjalan lagi, dia melihat Bang Samuel tertidur di sofa, dengan lelap sekali.


Hani melangkah mendekat ke sofa dengan pelan.


Hani meletakkan bekal makan siang Bang Samuel di atas meja itu.


Lalu dia berjongkok, melihat wajah Bang Samuel secara dekat.


"Sepertinya dia tidur lelap sekali." Batin Hani, sambil melihat ketampanan suaminya, dengan jarak yang sangat dekat.


Saat Hani ingin melangkah menjauh dari Bang Samuel, pria itu menarik tangan Hani, Hani yang saat itu tidak bisa menyeimbangkan kakinya, pun terjatuh.


Tanpa sengaja, dia terjatuh di dekapan Bang Samuel. Seketika itu mata Hani bersibobrok, dengan mata suaminya. Mereka saling bertatapan dalam diam. Jantung Hani berdebar debar tidak karuan.


Bang Samuel menatapnya dengan datar dan dingin, tatapan itu membuat Hani menjadi salah tingkah sendiri.


Dengan keadaan mereka yang sangat intim ini, membuat Hani sangat tidak nyaman. Apalagi Hani hanya menggunakan tanktop, yang di balutnya dengan cardigan rajut bewarna lilac miliknya.


Dan Hani dapat merasakan sesuatu yang keras, mengenai pahanya, yang berbalut celana kulot ini.


"Ma--af pak." Ucap Hani gugup, karena Bang Samuel terus saja menatapnya tajam.

__ADS_1


Bang Samuel malah membalik posisi Hani, dan menindih Hani. Hani sangat terkejut dengan tindakan suaminya ini.


"Ap--a yang bapak lakukan?" Tanya Hani gugup, dia menahan dada Bang Samuel yang berbalut kemeja putih itu, dengan telapak tangannya.


"Menurutmu?" Jawab Bang Samuel sensual.


Hani, jadi semakin salah tingkah mendengar jawaban Bang Samuel padanya.


"Kenapa kamu berbicara formal dengan saya?" Tanya Bang Samuel, tanpa merubah posisi mereka yang sangat intim ini.


.... Hani diam membisu, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Bang Samuel dengan posisi, yang sangat tidak nyaman ini.


"Permisi pak, in-- Tanpa bisa melanjutkan pembicaraannya. Vanya terkejut saat, matanya melihat adegan yang di lakukan bossnya, kepada seorang wanita.


Bang Samuel, melihat sekretarisnya masuk kedalam ruangannya, dia segera bangkit dari atas tubuh Hani.


Hani pun juga bangkit dari sofa itu, dia merasa sangat malu. Dia merasa seperti, sepasang kekasih yang terciduk akan berbuat mesum.


Tapi Bang Samuel menampilkan tampang yang sangat tenang, dan juga dingin.


"Iya, ada apa?" Tanya Bang Samuel berjalan ke arah Vanya.


"Ini pak, catatan penting dari meeting, tadi." Jawab Vanya sambil menyerahkan flash disk kepada Bang Samuel.


Saat melihat Bang Samuel dan sekretarisnya sedang berbicara, Hani memanfaatkan kesempatan itu, untuk keluar dari ruangan ini.


Satu langkah lagi, Hani akan menuju pintu ruangan itu.


"Mau kemana kamu, saya belum selesai bicara." Ucap Bang Samuel dengan cepat.


Hani pun berbalik melihat Bang Samuel, lalu dia memilih duduk di sofa, menunggu Bang Samuel selesai berbicara dengan sekretarisnya.


5 menit kemudian


Bang Samuel sudah selesai berbicara dengan sekretarisnya. Vanya pun melangkah keluar dari ruangan bossnya.


Bang Samuel melangkah menuju sofa, tempat di mana Hani duduk.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Bang Samuel, dengan tatapan intimidasi.


"Hmmm sa--ya ngantar makan siang buat bapak." Jawab Hani gugup, sambil menunjuk kotak makan siang itu.


..... Bang Samuel diam saja, sembari terus memperhatikan Hani.


Hani yang merasa terus di perhatikan seperti ini, dia jadi sangat gugup.


"Kalau gitu saya, pulang dulu pak." Ucap Hani cepat, sambil berjalan dengan cepat keluar dari ruangan bossnya itu.


Setelah itu, Hani merapatkan pintu ruangan itu dengan rapat.


"Oh sial, apa yang terjadi denganku." Ucap Bang Samuel heran, sambil mengacak acak rambutnya. Lalu Bang Samuel, masuk ke dalam kamar mandi, yang berada di ruangannya.


Sesampainya di mobil, Hani masih mencoba menetralkan, detak jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat.


Setelah itu dia melajukan mobilnya ke apartemennya.


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all🥰😍

__ADS_1


__ADS_2