My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 37


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 🥰


Hani bergegas menuju parkiran, dia akan pulang menggunakan mobilnya.


"Loh, kok ban mobilku kempes. Perasaan tadi enggak kenapa-kenapa waktu aku pergi ke kantor, kok sekarang kempes. gimana nih? Ya udahlah aku naik ojek online aja." Ucap Hani


Sore ini langit sangatlah gelap, mendung menutup seluruh awan cerah, tiba-tiba saja turun hujan yang sangat lebat. Hani kebingungan karena tidak ada 1 pun yang mau menerima penumpang, akibat hujan lebat ini.


Hari semakin sore, Hani semakin bingung karena ban mobilnya kempes.


"Sendirian aja Mbak? Ucap seorang laki laki dari belakang Hani.


Hani yang terkejut lantas langsung memegang dadanya, lalu dia berbalik melihat siapakah orang di belakangnya.


"Hi mbak, kenalkan aku Raymond, aku adalah manajer baru di sini." Ucap laki laki itu sambil mengulurkan tangannya kepada Hani, mengajak Hani untuk berjabat tangan.


"Iya, maaf pak kita bukan muhrim." Ucap Hani, kemudian dia mengatupkan tangannya.


"Oh iya, maaf saya paham kok." Ucap laki laki itu, lalu dia memperhatikan Hani dari atas sampai bawah.


Hani yang di lihat seperti itu mulai risih, dengan keberadaan laki laki itu.


"Sepertinya ban mobil mbak kempes ya, hmm... mbak mau saya antar pulang." Ucap pria itu, berusaha mengajak Hani pulang bersamanya.


Setau Hani, laki laki dan perempuan yang bukan muhrim jika berduaan, itu bisa menimbulkan fitnah. Apalagi posisi Hani sekarang adalah seorang istri. Hani harus menjaga harga dirinya sebagai istri dan sebagai wanita.


"Maaf pak, saya pulang sendiri aja, terima kasih atas niat baiknya pak." Tolak Hani dengan halus.


Raymond adalah playboy kelas kakap, jadi dia tidak akan membiarkan mangsa barunya akan lolos begitu saja. Dia ingin semua wanita bertekuk lutut padanya.


Karena sepertinya Raymond tertarik dengan kecantikan Hani, dan dia ingin memiliki Hani seutuhnya.


"Tapi mbak, diluar hujan sangat deras. Dan ban mobil mbak kempes, mbak tidak punya pilihan lain, selain pulang dengan saya." Ucap Raymond percaya diri, lalu dia mendekat kearah Hani.


"Maaf pak, tapi saya tidak bisa." Jawab Hani menolak mentah mentah, ajakan Raymond padanya


Raymond menjadi kesal, karena baru kali ini ada wanita yang menolaknya. Selama ini wanita selalu berdatangan dengan sendiri ke ranjangnya, karena Raymond juga memiliki ketampanan di atas rata rata. Dan isi dompet yang tebal pastinya.


Hani selangkah demi selangkah menjauh dari jangkauan Raymond, sepertinya otak Hani, mengirimkan sinyal waspada kepada laki laki yang bernama Raymond ini.


Apalagi hari sudah semakin sore, dan karyawan kantor sudah pada pulang.


Tanpa sengaja, Hani melihat Bang Samuel, dia baru keluar dari dalam gedung perusahaan.


Dengan percaya diri Hani, meneriaki Bang Samuel.


"Pak boss....pak..." Samuel pun menoleh mendengar seseorang memanggilnya.

__ADS_1


"Pak, saya numpang mobilnya dong." Ucap Hani dengan tampang memelas.


"Emangnya, mobil kamu kenapa?" Tanya Bang Samuel penasaran.


"Mobil saya, bannya kempes pak, trus saya udah pesan ojek online, gak ada yang respon pak. Jadi saya numpang sama bapak aja ya." Ucap Hani lagi, dengan jelas.


"Maaf pak, sebelumnya saya sudah menawarkan mbak ini, untuk ikut pulang bersama saya, tapi mbak ini tidak mau pak." Ucap Raymond dengan cepat.


"Tapi saya mau pulangnya sama bapak, gak mau sama dia." Ucap Hani dengan nada di buat buat seperti cewek centil.


"Mampus gue, pasti Bang Samuel marah besar sama gue. Ah.. aku gak peduli yang penting aku bisa lepas dari tatapan laki laki mesum ini. Dan aku bisa segera pulang." Batin Hani, sambil merutuki dirinya, karena berbicara dengan nada centil, kepada Bang Samuel.


Bang Samuel mengerutkan keningnya heran, melihat gaya bicara istri keduanya itu.


"Ya sudah, ayo." Jawab Bang Samuel datar pada Hani.


Hani, segera berlari ke arah Bang Samuel, lalu dia berjalan di samping Bang Samuel. Mereka pun masuk ke mobil, dan menghilang dari pandangan Raymond.


"Ah sial, gagal gue, dapetin cewek incaran gue. Awas aja lo cewek, kalau lo gak mau sama gue secara baik baik, gue akan ambil lo secara paksa." Ucap pria itu dingin, sambil tersenyum misterius. Setelah itu dia masuk kedalam mobilnya. Dan meninggalkan area parkir perusahaan.


Di dalam mobil, jantung Hani berdegub sangat kencang, dia mendadak kaku saat berdua dengan Bang Samuel.


Sementara hujan di luar sana masih sangat deras, Dua orang di dalam mobil ini pun tak ada yang memulai percakapan, hening saja.


"Di mana rumah kamu?" Tanya Bang Samuel pada Hani.


Setelah menempuh perjalan beberapa menit, akhirnya Hani sampai di depan apartemennya.


"Terima kasih banyak ya pak, atas tumpangannya. Saya masuk dulu. Ucap Hani tersenyum sumringah kepada Bang Samuel.


"Hm..." Bang Samuel, hanya membalas ucapan Hani dengan datar, dan dingin.


Setelah itu dia melajukan mobilnya, untuk pulang kerumahnya.


Setelah selesai membersihkan diri, Hani duduk sambil makan malam, di temani oleh drama korea kesukaannya.


Pikir Hani Bang Samuel akan menolaknya, dan memaki nya karena kesalahannya tadi pagi. Tapi itu semua di luar ekspetasi Hani. Hani tidak menyangka Bang Samuel, membiarkan Hani numpang dengan mobilnya.


Hani berharap semoga saja hubungan pernikahannya dengan Bang Samuel menjadi semakin baik.


****


Di pagi Hari, entah kenapa Hani ingin membuatkan bekal makan siang untuk Bang Samuel. Karena dia sangat berterima kasih pada Bang Samuel.


Hari ini Hani, membuat nasi bento, lengkap dengan daging wagyu panggang sebagai sambalnya.


Setelah menyiapkan semua perlangkapan kantor, dia bergegas ke kantor.

__ADS_1


Dengan senyum sumringah Hani menyapa orang orang kantor, entah kenapa hari ini Hani senang sekali.


Seperti biasa Hani mengerjakan berkas berkas keuangan yang menumpuk di meja kerjanya.


Beberapa jam kemudian.


Jam makan siang sudah tiba, Hani tadi sudah menelpon montir mobil untuk datang ke parusahaan agar, memperbaiki ban mobilnya.


Dengan langkah pasti Hani pergi ke ruangan CEO, Hani masuk ke dalam ruang CEO dengan pelan.


Krek...


Dia melihat Bang Samuel yang masih setia mengerjakan pekerjaan kantornya dengan teliti. Padahal sekarang sudah jam makan siang.


"Permisi pak," Ucap Hani gerogi.


"Kalau masuk ketuk dulu pintunya, jangan asal masuk aja." Saut Bang Samuel garang.


"Maaf pak, sepertinya bapak, sangat sibuk sekali. Saya membawakan makan siang untuk bapak." Ucap Hani, lalu dia berjalan ke meja Bang Samuel dan memberikan kotak bekal makan siang itu.


"Hmm... letak saja di meja, saya masih sibuk." Jawab Bang Samuel, acuh tak acuh. Dia bahkan tidak melihat lawan bicaranya.


Hani meletakkan bekal makan siang itu, di meja kerja Bang Samuel.


"Kalau begitu, saya permisi dulu pak." Ucap Hani, lalu dia pergi dari ruangan CEO itu.


Seorang laki laki, melihat Hani keluar dari ruangan CEO. Laki laki itu adalah Raymond, sepertinya memata matai gerak gerik Hani adalah pekerjaannya sekarang.


Setelah sampai ruangan Hani, memakan bekal makan siangnya dengan santai.


Dia berharap semoga Bang Samuel menyukai bekal yang dia masak dengan sepenuh hati, untuk suaminya itu.


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.


Maklumlah, saya masih amatiran.

__ADS_1


Thanks to read all🥰😍🤩😘


__ADS_2