My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 64


__ADS_3

Happy reading my beloved readers😍


Malam itu, Samuel terbangun dari tidurnya. Senyumnya tidak lepas dari bibirnya, saat melihat gadis yang dia cintai masih tertidur akibat pertempuran panas beberapa jam yang lalu.


Pria itu menaikkan selimut yang sedikit melorot pada dada gadisnya.


Setelah selesai, pria itu masuk ke kamar mandi, untuk melaksanakan mandi junub.


Beberapa menit kemudian, pria itu sudah selesai mandi dia tampak segar sekali.


Hani masih tertidur pulas di ranjang mereka, Samuel pun turun ke bawah dia berinisiatif membuatkan istrinya makanan.


Hani bangun dengan kondisi badan yang lemas. Bagaimana tidak lemas, Samuel melakukannya berulang kali padanya.


gadis itu melilitkan selimut bewarna maroon itu pada tubuhnya. Karena ia tak mungkin memakai bajunya kembali yang sudah sobek tak beraturan itu, akibat ulah suaminya.


Untung saja Samuel sudah bangun, kalau pria itu masih tertidur di sampingnya, sudah di pastikan Hani sangat malu.


Lalu gadis itu pergi ke kamar mandi.


Samuel yang sudah selesai memasak, membawa makanan itu ke kamar mereka.


Saat masuk ke kamar pria itu tidak menemukan siapa pun di sana, dia hanya mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.


Samuel meletakkan makanan itu di atas nakas di samping tempat tidur.


Pria itu mengganti sprei ranjang dan juga merapikan ranjang itu.


Dia membawa sprei kotor dan baju yang berserakan di lantai itu ke bawah, untuk dicucinya.


Saat akan turun suara nada dering ponsel Hani sangat keras, dengan segera pria itu mengangkat panggilan itu, di sana tertulis nama Jackson si Pengacara.


"Selamat malam nona, bagaimana pertemuan kita besok pagi saya sudah menyiapkan tempatnya di cafe xxx jl. xxx." Ucap pria di sebrang telepon


"Berhenti menghubungi istri saya, sampai kapan pun saya tidak akan menceraikan istri saya." Saut pria itu dengan emosi.


Setelah itu Samuel mematikan sambungan telepon secara sepihak, dan memblokir nomor pengacara itu.


Samuel juga menghapus serta memblokir semua kontak teman laki laki yang berada di ponsel istrinya.


Setelah selesai pria itu meletakkan ponsel itu seperti semula, dan pergi berlalu ke lantai bawah.


Hani sudah selesai mandi, gadis itu tidak melihat pakaian yang berserakan, dan sprei ranjang juga sudah rapi dan bersih.


Saat mengeringkan rambutnya, gadis itu melihat makanan yang berada di samping nakas. di sana tertulis.


"Selamat makan sayang, love you." Tulisan Samuel pada secarik kertas yang berada di dekat makanan tersebut.

__ADS_1


Seketika gadis itu jadi salah tingkah, dengan ragu ia memakan makanan yang di masak suaminya.


Setelah di coba ternyata rasanya tidak lah buruk, gadis itu menghabiskan makanan itu sampai tak tersisa.


Gadis itu bingung, dia harus bersikap seperti apa di depan suaminya, jujur saja rasanya dia masih mencintai pria itu. Tapi perasaan benci itu masih melekat pada hatinya, saat pria itu menyia nyiakannya.


Dengan langkah ragu ragu, gadis itu pergi ke dapur untuk meletakkan piring kotor.


Dia kaget melihat Samuel yang baru selesai mencuci baju, pria itu sepertinya habis menjemur baju.


Sekilas gadis itu melihat suaminya, jujur saja suaminya semakin tampan. Gadis itu menahan rasa yang bergejolak pada dadanya.


Hani hanya diam saja saat sedang mencuci piring kotornya, sementara pria itu mencuri curi pandang ke istrinya.


"Yes, masakan aku dimakannya." Sorak pria itu gembira dalam hatinya.


Setelah selesai makan Hani memutuskan pergi ke kamar tamu, untuk menenangkan dirinya.


Saat Samuel memasuki kamar, dia terkejut tidak menemukan istrinya di sana.


Pria itu pun mencari ke semua kamar, akhirnya dia bisa bernapas lega saat menemukan istrinya sudah tertidur lelap di kamar tamu.


Dengan langkah lesu pria itu kembali kekamarnya, merebahkan dirinya seorang diri. Rasanya dia ingin membawa istrinya untuk tidur bersamanya.


Tapi pria itu takut, kalau hal itu membuat gadisnya semakin membencinya dan menjauhinya. Maka dari itu dia membiarkan Hani untuk merilekskan pikirannya sejenak. Pria itu hanya bisa tertidur sambil memeluk gulingnya.


***


Dia tidak memperdulikan laki laki itu, biar saja dia mau berbuat apa aku tidak peduli. pikir gadis itu.


Pagi harinya disambut dengan bermalas malasan.


"Sudah jam 9 pagi, pasti pria itu sudah berangkat kerja." Ucap Hani senang.


Gadis itu pun melangkah ke kolam renang yang berada di belakang kamar tamu itu.


Gadis itu melepaskan jubah mandi nya, dia melakukan pemanasan sedikit setelah itu dia langsung berenang.


"Ah rasanya segar sekali." Ucap gadis itu senang, seraya terus berenang kesana kemari.


Gadis itu tidak menyadari sepasang mata memperhatikannya dengan liar. Pasalnya gadis itu hanya menggunakan baju renang yang mini dan tipis.


Dengan pelan pria itu masuk ke dalam kolam renang, seraya melepaskan bajunya terlebih dahulu.


Saat memunculkan kepalanya kepermukaan untuk mengambil napas, gadis itu kaget bukan main saat pria itu sudah berada di depannya dengan tatapan liar.


Pria itu juga memeluk pinggang rampingnya dengan posesif.

__ADS_1


Seketika itu, Samuel langsung membungkam bibir manis itu dengan bibirnya.


Hani sempat memberontak tapi usahanya sia sia, pria itu memeluk pinggangnya dengan erat.


5 menit kemudian pria itu melepaskan tautan bibir istrinya.


Wajah gadis itu memerah seperti tomat karena kehabisan nafas dan juga malu.


Sementara pria itu nafasnya berat dan memburu, gadis itu tersentak kaget, saat sesuatu yang keras dan besar memasuki dirinya dengan sekali hentakan.


Pria itu pun memulai aksinya di dalam air. Mereka melakukannya di dalam kolam berenang, yang seharusnya untuk berenang malah untuk hal yang lainnya.


Entah berapa lama mereka memadu kasih, akhirnya pria itu melepaskan gadisnya.


Gadis itu lemas sekali setelah pelepasannya yang entah sudah berapa kali.


Pria itu mengambil handuk yang berada di tepi kolam, dia memakaikannya pada tubuh istrinya dan juga tubuhnya. Setelah itu, Samuel menggendong istri nya ala bridal style.


Pria itu membawa istri nya ke kamar mandi, mereka hanya mandi bersama, tidak melakukan hal lainnya.


Samuel mengeringkan rambut istrinya, pria itu memperlakukan gadis itu dengan sangat lembut.


Mereka sarapan pagi bersama.


Rasanya hati gadis itu berbunga bunga, karena seumur hidup baru kali ini dia di perlakukan sebagaimana layaknya sebagai istri.


Hanya dentingan sendok yang terdengar di meja makan, mereka makan dalam keheningan.


Sementara gadis itu masih belum percaya, hal memalukan barusan yang dia lakukan dengan suaminya.


***


_


_


_


_


_


Bersambung…


Harap maklum bila ada kesalahan penulisan ataupun ejaan.


Maklumlah saya masih amatiran.

__ADS_1


Thanks to read All🤩


Semoga tidak terlalu vulgar😆🤤


__ADS_2