My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 59


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 😍


In the morning🌞


Seperti hari hari biasanya, Samuel selalu tidur di ranjang rumah sakit.


Sudah seminggu Hani tersadar dari komanya, dan sekarang Hani sudah bisa berjalan sendiri tanpa di bantu.


Meskipun begitu Samuel selalu memanjakannya, dengan cara menggendongnya, kemana pun gadis itu pergi.


Hani merasa sangat kesal, karena di perlakukan seperti anak kecil.


Gadis itu tidak bisa menolak Samuel, karena samuel tidak main main dengan ancamannya.


Pernah sekali Hani menolak kata Samuel waktu itu, pria itu langsung ******* bibir Hani, sampai dia susah bernafas. Sejak saat itu Hani hanya diam saja, gadis itu tidak berani menolak kata Samuel.


Tok.... tok....


"Permisi." Ucap dokter, beserta suster masuk ke dalam ruangan inap Hani.


"Iya, silahkan masuk dokter!" Jawab Samuel, ramah.


Dokter, menyuruh susternya untuk memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan Hani.


"Semuanya sudah stabil dok, dan Ibu Hani sudah dinyatakan sembuh." Ucap suster, kepada dokter wanita itu.


"Kalau begitu hari ini, ibu Hani sudah boleh pulang ke rumah." Saut dokter, seraya tersenyum pada pasangan itu.


"Assalamualaikum." Ucap Mama Lina, masuk kedalam ruangan inap Hani.


"Waalaikummussalam." Jawab semua orang, yang berada di ruangan itu.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Mama Lina, dengan ramah pada dokter.


"Alhamdulillah, anak ibu sudah sehat. Anak ibu sekarang sudah boleh pulang kerumah." Jawab dokter, itu tak kalah ramah pula.


"Alhamdulillah." Saut Mama Lina, senang.


"Kalau begitu kami tinggal dulu ya, pak, ibu. Permisi." Ucap dokter, lalu mereka pergi dari ruangan Hani.


Samuel sangat senang Hani, bisa pulang hari ini.


Dengan teliti Samuel memasukkan semua barang barangnya, dan barang barang Hani, ke dalam koper.


Beberapa menit kemudian, Samuel sudah selesai merapikan semuanya.


"Ayo sayang kita pulang." Ajak Samuel, pada Hani.


"Mah.. Hani, pulang ke rumah mamah aja ya?" Tawar Hani, seraya memalingkan wajahnya dari Samuel.


"Sayang, mamah gak tinggal di Indonesia. Jadi gak bisa sayang, maaf ya. Gak papa kok, tinggal sama suami kamu. Suami kamu sayang banget sama kamu tuh." Jawab Mama Lina, seraya membanggakan anak semata wayangnya itu.


"Tapi mah, Hani takut diapa apain sama dia." Saut Hani, dengan gelisah.


"What.... kenapa takut sayang? Kalian kan sudah suami istri, jadi gak masalah mau ngapain aja. Kalau Samuel KDRT, baru laporin ke mamah. Biar mama hajar dia." Jawab Mama Lina, seraya bercanda.


Sementara itu Samuel, hanya diam memperhatikan dua wanita berbeda generasi itu berbicara.


"Tapi mah..."


"Sayang... percaya sama mamah, suami kamu itu baik ko. Gak usah takut sama dia. Dia sayang banget sama kamu. So jalani saja dulu yah." Ucap Mama Lina, menyela ucapan Hani.

__ADS_1


"Hm... iya deh mah." Jawab Hani pasrah, seraya menundukkan kepalanya kesal.


"Kalau gitu mamah pulang dulu ya. Mama mau berangkat sekarang ke bandara. Hani sehat sehat ya." Saut Mama Lina, seraya berpamitan pada anak dan menantunya.


"Mamah hati hati ya, mamah juga sehat sehat aja." Jawab Hani dan Samuel bersamaan.


"Tuh, kalian aja ngomong bisa barengan kek gitu, pasangan serasi banget deh, jadi iri." Canda Mama Lina kepada anak, dan menantu nya.


Samuel tersenyum malu, mendengar ocehan mamanya itu.


"Ih apaan sih mah." Ucap Hani Jutek.


"Sayang jangan terlalu benci, nanti jadi bucin loh. Saut Mama Lina, menasehati Hani.


"Ya, mama pergi dulu. Assalamualaikum." Ucap Mama Lina, pada mereka.


"Iya mah, waalaikummussalam." Jawab mereka berdua.


Setelah Mama Lina pergi, Hani dan Samuel pulang kerumah mereka.


Dengan akal liciknya, Samuel memindahkan semua barang barang Hani, yang berada di apartemen gadis itu ke rumahnya.


Serta semua baju baju Hani, di pindahkan ke dalam lemari yang berada di kamar pria itu.


Dan sekarang apartemen Hani, hanya tersisa perabotannya saja.


Rumah Samuel sangat luas dan indah di desain dengan modern.


Sesampainya di rumah Samuel, Hani termenung sebentar. Rasanya dia pernah melihat rumah ini, serta rumah ini sangat elegan dan cantik.


"Sayang, ayo masuk!" Ucap Samuel, pada Hani, seraya memegang lembut tangan gadis itu.


Hani hanya mengangguk saja.


Sesampainya di kamar Samuel.


Mereka masuk ke dalam.


"Silahkan masuk sayang, istirahat dulu lah. Kamu pasti capek." Ucap Samuel seraya membimbing Hani masuk ke dalam kamarnya.


"Ini kamar kamu?" Tanya Hani penasaran.


"Iya, ini kamar aku." Jawab Samuel jujur.


"Kamar aku mana?" Tanya Hani, dengan polos.


"Loh, kita kan tidur berdua sayang. Mana ada suami istri tidur gak seranjang berdua. Jawab Samuel, seraya menyusun baju dan barang barang yang berada di koper tadi.


"Ada ko. Suami istri yang gak tidur seranjang berdua" Saut Hani jutek.


" Itu bukan kita, dan ini kamar kita, sekarang kamu istirahat ya sayang." Perintah Samuel pada Hani.


"Hm..." Ucap Hani, dengan jutek. Seraya menaiki kasur itu. Lalu dia tiduran di atas kasur itu.


Samuel tersenyum melihat tingkah lucu, istri cantiknya itu.


Benar benar sangat menggemaskan. Semakin jutek, semakin cantik. Pikirnya senang.


Setelah selesai membereskan semuanya, Samuel turun ke bawah dia akan memasakkan Hani sop ayam.


Samuel sebenarnya tidak bisa masak, tapi dia akan berusaha untuk memasakkan istrinya makanan yang ia buat sendiri, melalui toturial youtube yang dia tonton.

__ADS_1


1 Jam kemudian sup ayam buatannya sudah jadi.


"Semoga saja Hani menyukainya." Ucap Samuel, seraya membawakan nampan sup dan nasi ke kamarnya.


Krek...


"Loh Hani mana." Ucapnya heran.


Hani yang habis mandi, keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih yang sangat pas di badannya.


"Akh..... ngapain kamu disana?" Teriak Hani, terkejut dengan kedatangan Samuel ke kamar ini.


"Aku... ak..u ngantarin makan siang ini untuk kamu." Ucap Samuel, seraya menunjukkan makanan itu pada Hani. Tapi tatapan matanya tidak lepas, dari tubuh Hani.


Hani menyilangkan ke dua tangannya pada dadanya.


"Ya udah terima kasih. Letak aja di meja. Ya udah ngapain kamu masih di sini? Keluar sana!!" Saut Hani, seraya mengusir suaminya itu.


"Iya." Jawab Samuel, seraya meletakan nampan makanan itu, di atas meja. Lalu dia segera keluar dari kamarnya.


Jantung Samuel berdebar sangat kencang, sebagai lelaki normal iya sangat tergoda dengan tubuh indah istrinya itu, tapi sangat tidak mungkin baginya untuk meminta haknya kepada istrinya, di kondisi Hani yang hilang ingatan seperti ini.


Bisa bisa Hani, semakin menjauhinya dengan segala cara. Pikir Samuel.


Tak jauh beda dari Samuel, jantung Hani juga berdebar dengan sangat kencang, saat melihat pria itu berada di kamarnya.


Hani dengan cepat memakai baju tidurnya, yang berada di dalam lemari kamar itu.


Setelah itu, Hani mencoba sup ayam buatan pria itu.


"Harumnya sangat enak, sepertinya rugi kalau tidak di coba." Ucap Hani pelan.


Hani menyantap sup ayam itu dengan lahap, karena rasanya sangat lezat.


Setelah selesai Hani membawa peralatan makannya, kebawah dia akan mencuci piring, dan gelas bekas makannya ini.


"Eh udah selesai makannya sayang?" Tanya Samuel, senang karena Hani menghabiskan sup buatannya.


"Kalau udah tau, kenapa nanya?" Jawab Hani, berjalan ke arah dapur. Lalu dia mencuci piring bekas makannya.


"Loh kenapa kamu cuci? Biar aku aja." Ucap Samuel.


"Udah selesai baru ngomong." Jawab Hani jutek, lalu kembali naik ke kamarnya.


Samuel hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap jutek istrinya itu.


****


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan.

__ADS_1


Harap maklum saya masih amatiran.


Thanks to read all😍🥰


__ADS_2