My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 61


__ADS_3

Happy reading my beloved readers🥰🥰


Gadis itu tengah memasak makan siang untuk dirinya dan suaminya, tapi foto di kamar tadi masih saja menganggu pikirannya. Karena memang Hani adalah tipikal orang yang overthingking.


Sebenarnya Hani, sangat penasaran siapa wanita yang berada di dalam foto yang bersama suaminya itu.


Tapi gadis itu, tidak akan menanyakan hal itu pada suaminya. Dia akan berusaha mencari tau siapa sebenarnya wanita yang berada di dalam foto itu.


Setelah selesai memasak Hani, mengistirahatkan tubuhnya.


Seperti biasa suaminya pulang tepat waktu, gadis itu bersikap biasa saja, seolah tidak terjadi apa apa.


Samuel sangat senang, meskipun Hani jutek padanya, tapi gadis itu tetap mengambilkan makanan untuk dirinya. Ya paling ada sedikit kemajuan di dalam hubungan mereka.


Mereka makan malam bersama dengan tenang, sungguh Samuel tergila gila dengan masakan istrinya. Baginya masakan istrinya sangatlah enak. Bahkan makanan restoran sekali pun kalah.


Setelah selesai makan malam, mereka berdua membersikan meja dan peralatan makan.


Lalu mereka naik ke atas untuk istirahat.


Entah kenapa Hani merasa canggung dengan keberadaan suaminya ini. Tapi gadis itu bersikap santai dan tenang.


Mereka tertidur di ranjang yang sama, meskipun di halangi bantal guling di tengah tengah.


"Sialan nih guling, awas aja kamu nanti bakalan aku simpan ni guling biar gak ngalangin gua." Ucapnya dalam hati, seraya menatap punggung Hani, yang sepertinya gadis itu sudah berada di alam mimpinya.


Samuel pun memejamkan matanya juga, menyelami alam mimpinya.


***


3 bulan kemudian


Sudah 3 bulan sudah waktu berjalan. Memang waktu berjalan sangat cepat.


Dan mengenai hubungan Hani dan Samuel, ya masih di bilang biasa saja, belum ada peningkatan.


Samuel sangat sabar menghadapi ke jutekan istrinya, dia sepertinya sudah bucin sekali pada gadis itu.


Jadi apa pun yang gadis itu ingin kan, pria itu akan selalu memberikan nya.


Termasuk tidak ada kontak fisik, selama yang gadis itu mau.


Memang permintaan ini, sangatlah memberatkan Samuel. Sebagai laki laki normal dia sangat tidak tahan melihat istrinya yang sangat anggun itu.


Tapi mau bagaimana lagi, demi kenyamanan Hani, dan keamanan hubungan mereka, pria itu akan menuruti semua permintaan istri mudanya itu.


***


Hari ini Hani memasak soft cake kesukaannya, karena setelah menonton acara memasak tadi pagi, gadis itu jadi tergiur ingin memakan soft cake cheese itu.


Dia pun membuatnya sendiri. Saat sedang mengaduk adonan, kepalanya terasa sangat sakit sekali.


"Aku tidak pernah mencintai mu...


"Hani... apa kabar mu.....


"saya nikahkan dan kawin kan anda dengan Hani.....


"Ah... kepala ku pusing sekali." Ucap gadis itu seraya terjatuh terduduk memegang kepalanya.


Beberapa menit kemudian, sakit kepalanya hilang. Gadis itu mengingat beberapa potongan kejadian dan suara seseorang, tapi dalam ingatannya tadi wajahnya blur. Hani jadi bingung sendiri, siapa orang orang yang berwajah blur itu? Tanya gadis itu menerka nerka ingatannya sendiri.


Setelah rasa aakit kepalanya hilang, gadis itu melanjutkan membuat soft cake nya kembali.

__ADS_1


***


Semakin hari, Hani selalu terlintas di pikirannya sepenggal sepenggal kata kata seorang yang berwajah blur, dia tidak dapat mengingat siapa orang yang berbicara dengannya.


Kalau gadis itu memaksakan untuk mengingat, kepalanya akan sangat sakit sekali.


Setelah suaminya pergi kerja, gadis itu memutuskan untuk pergi keluar sebentar.


Saat menyebrang jalan, Hani begitu tergesa gesa.


Bruk... gadis itu tertabrak mobil.


"Astaghfirullah." Ucap seorang pria yang berada di dalam mobil, pria itu pun berhenti dengan mengerem mendadak mobilnya, lalu pria itu keluar dari mobilnya untuk mengecek keluar.


Dia terkejut melihat seorang wanita sudah tergelak pingsan di depan mobilnya.


Dengan cemas pria itu, menggendong gadis itu ke dalam mobilnya.


Pria itu membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat, untuk mengetahui keadaan gadis manis ini.


Sesampainya di rumah sakit.


"Suster cepat tolong wanita ini." Ucap pria itu, sambil menggendong gadis itu, lalu ia meletakkannya di brangkar pasien.


Gadis itu di bawa ke ruangan perawatan, sementara pria itu menunggu dengan cemas di depan pintu ruangan.


Pria itu, sudah membayar biaya adm rumah sakit itu.


Krek...


Pintu itu terbuka menampilkan sosok dokter wanita.


Pria itu pun berdiri menghampiri dokter itu.


"Pasien baik baik saja, dia hanya mengalami shock dan luka kecil. Sebentar lagi akan sadar." Jawab dokter itu.


"Apa boleh saya masuk dok?" Tanya pria itu.


"Oh tentu saja boleh, silahkan anak muda." Jawab dokter itu, seraya tersenyum.


Pria itu pun, memasuki ruangan itu. Dia duduk sambil menatap wajah anggun gadis yang tidak di kenalnya itu.


"Cantik, maaf ya sudah membuatmu terluka." Batin pria itu, seraya terus menatap kagum pada Hani, yang masih tidak sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian, bulu mata lentik itu mulai mengerjap tanda ia akan sadar.


Sementara pria itu, sangat antusias menunggu gadis itu sadar.


Hani pun membuka matanya perlahan, gadis itu mengerang sambil memegang kepalanya, karena kepalanya sakit sekali.


"Au...." Ucap gadis itu pelan.


Seketika pria berwajah oriental itu pun panik.


"Mana yang sakit nona? Apa perlu saya panggilkan dokter?" Tanya pria itu dengan cemas.


"Tidak perlu." Jawab Hani, dengan pelan.


Setelah sakit kepalanya reda, gadis itu bisa mengingat hal hal di masa lalunya.


Seketika itu juga dia menangis terisak.


Pria itu pun semakin panik.

__ADS_1


"Nona, apa yang sakit? Cerita sama saya, biar saya panggilkan dokter?" Tanya pria itu, lagi dengan cemas.


Gadis itu pun menggeleng dengan lemas.


"Lalu mengapa anda menangis nona?" Tanya pria itu penasaran.


"Anda tidak akan tau, rasanya menjadi saya seperti apa?" Jawab gadis itu pilu.


"Kalau nona, tidak menceritakannya pada saya, saya tidak akan tau." Saut pria itu, dengan lemah lembut.


.... Hani hanya diam saja, seraya menghapus air matanya yang masih terus berjatuhan.


"Bisa tolong antarkan saya pulang?" Tanya gadis itu, dengan pelan.


"Bisa nona, untuk nona apa yang tidak." Jawab pria itu, seraya tersenyum dan membantu Hani turun dari atas brankar rumah sakit.


""Terima kasih, tuan. Saya bisa jalan sendiri." Ucap Hani, saat pria itu membantunya berjalan.


"Oh.. baik lah nona, kalau masih merasa pusing, pegang saja lengan saya agar nona tidak terjatuh!" Saut pria itu, dengan manis.


Gadis itu hanya diam, tidak menyaut pria itu.


Mereka pergi menggunakan mobil pria itu.


Sesampainya di komplek elit itu gadis itu meminta turun.


"Wah ternyata anda kaya ya nona. Ini adalah komplek yang sangat elit." Ucap pria itu terkejut.


"Biasa saja." Jawab Hani cuek.


"Ini kartu nama saya, bila ada perlu apa apa hubungi saya ya nona!" Ucap pria itu, seraya tersenyum manis pada Hani.


Hani pun menerima kartu nama pria itu.


"Maaf ya tuan sudah merepotkan anda, terima kasih banyak sudah mengantar saya." Ucap Hani, dengan akrab.


"Tidak masalah nona. Kalau begitu saya pamit dulu. Ingat nona, jika masih merasa pusing, hubungi saya ya! Saya mohon maaf sebelumnya sudah menabrak nona." Ucap pria itu lagi.


"Iya." Jawab Hani jutek.


Pria itu pun pergi dari hadapan Hani, gadis itu pun memasuki rumah suaminya dengan perasaan bercampur aduk.


***


_


_


_


_


_


Bersambung…


Mohon maaf bila ada kesalahan ejaan atau pun penulisan kata.


Maklumlah saya masih amatiran.


Maaf updatenya lama banget, akhir akhir ini saya sangat sibuk sekali.


Thanks to read All🥰🤩😘

__ADS_1


__ADS_2