
Happy reading my beloved readers🥰
Pagi itu sangat cerah, tapi berbeda dengan keadaan Kak Alisia pada pagi hari ini. Tubuhnya semakin lemah, sudah lemas bertambah lemah.
Saat ini dia sedang berkaca di kamar mandinya. Dia melihat wajah polosnya tanpa bedak powder transferproof yang biasa di pakainya setiap hari untuk menutupi wajah pucatnya itu.
Terlihat di kaca, wajahnya sangatlah pucat, dengan kantong mata yang besar dan matanya yang sayu.
Kak Alisia sudah meminum semua obatnya pagi ini. Tapi dia tetap merasa pusing yang teramat sakit. Sampai sampai serasa sedang gempa bumi.
Kak Alisia memegang pinggiran marmer wastafle karena rasa pusing itu semakin menjadi. Karena tidak dapat menahan rasa pusing yang amat sangat menyiksa, Kak Alisia jatuh pingsan.
"Sayang, kamu dimana? Ayo kita sarapan pagi! Aku sudah memasak bubur ayam kesukaan mu sayang." Saut Bang Samuel memasuki kamar mandi.
"....." hening tak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Kak Alisia tidak bisa menjawab pertanyaan suaminya. Seakan bibirnya kelu dan tidak dapat berbicara lagi.
"Sayang, kamu dimana ayo keluar. Kamu lama sekali di kamar mandi sayang." Saut Bang Samuel.
"Sayang Tok...Tok..." Saut Bang Samuel sambil mengetuk pintu kamar mandi khawatir.
Sementara Kak Alisia tidak bisa menyaut panggilan Bang Samuel, karena dia sudah pingsan tidak sadarkan diri.
Krek... karena Bang Samuel khawatir dengan istrinya yang tidak kunjung menyaut dari dalam kamar mandi. Akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi. Untung saja pintu kamar mandinya tidak di kunci dari dalam.
"Sayang..." Panggil Bang Samuel sambil masuk ke dalam kamar mandi, lalu pandangan matanya terhenti satu titik, melihat wanita kesayangannya pingsan tak sadarkan diri di lantai kamar mandi yang dingin.
Bang Samuel segera berlari dan meletakkan kepala istrinya di atas pahanya.
"Sayang, bangun sayang. Kamu kenapa sayang?" Ucap Bang Samuel sambil menepuk nepuk pipi istrinya dengan raut wajah panik dan matanya mulai memanas mengeluarkan cairan bening.
Tanpa berpikir panjang lagi Bang Samuel segera mengendong istrinya ala bridal style, dia menuruni anak tangga, mengambil kunci mobil, dan dompet. Lalu dia segera memasukkan istrinya ke dalam mobil. Tidak lupa pula Bang Samuel menutup dan mengunci pintu rumah serta garasinya.
Segera dia membawa istri tercintanya ke rumah sakit terdekat yang memiliki kualitas terbaik dalam merawat pasien.
Di dalam perjalanan
"Sayang bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit." Ucap Bang Samuel gusar, sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
20 menit kemudian
__ADS_1
Dia sudah sampai di depan rumah sakit, dia segera memarkirkan mobilnya. Lalu dia membuka pintu mobilnya, dan menggendong istrinya ala bridal style. Dia menutup pintu mobilnya menggunakan siku kanannya.
Bang Samuel segera berlari ke ruangan gawat darurat. Dia tidak memperdulikan apapun lagi selain tentang keadaan istri tercintanya ini.
Dia pun bertriak seperti orang gila.
"Dokter.. tolong obati istri saya! Saya mohon dokter!" Triak Bang Samuel sambil memasuki ruangan gawat darurat, rumah sakit itu.
"Iya pak, silahkan letakkan istri anda di kasur, perawatan ini." Ucap dokter tersebut sambil menunjuk brangkar rumah sakit itu.
Bang Samuel segera meletakkan istrinya di brangkar rumah sakit itu.
"Sekarang bapak silahkan keluar dulu! Karena kami akan mengobati istri bapak. Dan silahkan bapak isi biodata pasien untuk membayar biaya administrasi pasien!" Ucap dokter itu sambil mengarahkan Bang Samuel untuk keluar dari ruangan gawat darurat tersebut.
Bang Samuel bertanya pada resepsionis rumah sakit, tentang bagaimana cara mengurus biaya adm rumah sakit. Suster pun segera memberi selembar kertas yang harus di isi wali pasien. Mengenai tentang biodata pasien. Dan setelah itu baru membayar biaya adm rumah sakit.
Setelah selesai mengurus biaya adm, Bang Samuel memilih duduk di tempat tunggu pasien. Tempat duduk ini persis berada di depan ruangan gawat darurat.
Kring....
Ponsel Bang Samuel berdering menandakan ada yang menelponnya.
"Ya hallo, ada apa Vanya?" Tanya Bang Samuel penasaran.
"Kita jam sepuluh nanti, akan mengadakan rapat kolega pak. Saya hanya mengingatkan bapak agar nantinya bapak tidak lupa." Jawab Vanya dari sebrang sana.
"Saya tidak bisa hadir Vanya, saya ada keperluan yang sangat mendesak. Silahkan kamu urus semuanya sebaik mungkin! Saya percaya pada kamu." Saut Bang Samuel.
"Tapi pak di rapat ini, ada kolega dari Inggris yang sangat ingin bertemu langsung dengan bapak." Saut Vanya si sekretaris Bang Samuel kekeh.
"Saya tetap tidak bisa hadir, kalau begitu saya tutup dulu." Ucap Bang Samuel sambil menutup panggilan itu saat melihat dokter keluar dari pintu rawat darurat.
"Tap-- yah sudah di tutup." Ucap Vanya kecewa karena panggilan telponnya di tutup begitu saja tanpa dia bisa menjelaskan pembicaraannya.
Sebenarnya hari ini Vanya sangat ingin bertemu dengan bosnya itu. Karena seperti Vanya sudah tertarik dengan ketampanan bos arogannya itu.
Bagaimana tidak tertarik, bosnya itu memiliki darah campuran arab dan amerika, yang membuatnya semakin rupawan saja.
Rambut hitam legam, dengan bola mata bewarna coklat caramel, Badannya yang berotot serta dadanya yang bidang membuat kaum hawa ingin sekali berada di pelukannya.
__ADS_1
Dan jangan lupakan postur tubuhnya yang tingginya sekitar 185 cm, serta hidung mancung, alis dan bulu matanya yang tebal, bibirnya merah yang seksi, serta rahangnya yang tegas, yang di tumbuhi sedikit bulu bulu halus. Membuat siapa saja wanita yang melihatnya, sangat tergila gila dan ingin dijadikannya kekasihnya.
Banyak karyawan yang bergosip tentang ketampanan bossnya itu, Vanya hanya menjadi pendengar yang baik saja.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" Tanya Bang Samuel langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri dokter itu.
"Sel kanker pasien sudah menyebar keseluruh tubuhnya. Hanya doa dan mukjizat Allah lah yang bisa menyembuhkan istri anda. Sebaiknya anda perbanyaklah sholat dan berdoa ya! Agar Allah bisa menyembuhkan istri anda, pasien harus dirawat intensif. Pasien sudah boleh di lihat. Kalau begitu saya permisi dulu ya." Saut dokter itu, lalu dia pergi meninggalkan Bang Samuel yang masih mematung terkejut, mendengar jawaban dokter itu.
Pasalnya sejak dulu Bang Samuel tidak pernah sholat sekalipun. Entah apa yang membuatnya sesat seperti ini. Atau mungkin karena orang tuanya dulu hanya mengajarkannya tentang ilmu dunia saja, tidak pernah mereka mengajarkan anaknya tentang ilmu agama dan akhirat.
Bang Samuel segera masuk ke dalam ruangan gawat darurat tersebut.
Dia mengambil kursi lalu duduk di samping istinya yang berbaring tidak sadarkan diri, mungkin karena pengaruh obat yang di berikan dokter tadi.
"Sayang cepat sembuh ya! Aku selalu berjuang untuk kesembuhan kamu. Ucap Bang Samuel sambil mengecup kening istri tercintanya itu.
Seru gak guys....
Silahkan membaca kelanjutannya!
_
_
_
_
_
_
Bersambung...
Mohon maaf bila ada ejaan ataupun kesalahan penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran.
Thanks to read all🥰😘
__ADS_1