My Beloved Boy

My Beloved Boy
86


__ADS_3

..." mama Lily kenyang"." Lily, bahkan kamu belum menyentuh makanan kamu sedikitpun. kenyang dari mana kamu"." lily mau ke kamar"." Lily tidak sopan ada tamu"." tidak apa Live. biar Melisa yang menemaninya"." baiklah"....


tanpa Alex suruh Melisa segera menemani Lilyan ke kamarnya, dia tahu bahwa anak itu tidak ingin bertemu dengan kedua orang itu, apa Melisa salah mengundang mereka, tapi Angel dan Kai adalah kolega perusahaan mereka.


sarapan pagi telah selesai, Angel dan Kai pergi ke taman belakang untuk melihat-lihat sebelum mereka pergi, tamu yang lain satu demi satu telah pergi, hanya tersisa mereka berdua.

__ADS_1


Melisa yang baru saja selesai menemani Lilyan pergi ke taman, kebetulan dia melihat Angel dan Kai. tanpa fikir panjang dia menyapa kedua orang itu.


..." ku kira kalian sudah pulang"." oh hallo Melisa. aku masih ingin melihat-lihat"." oh. Kai bukannya sore nanti kita akan rapat ya?". tanya Melisa pada Kai." ya aku tahu, Angelly masih ingin melihat-lihat"." oh silahkan. tapi jangan memetik sembarangan ya. ini kakak ku yang mengelolanya"." kakak? Apa Alex tidak punya kerjaan jadi mengelola bunga-bunga ini". tanya Angelly." tidak ini Olive yang mengelola"." memang ya. dia itu tidak bisa apa-apa hanya sekedar mengelola tanaman saja". ejek Angel." *tidak, Olive jauh lebih baik dari kamu"." cih, tukang bunga seperti dia mana bisa di bandingkan denganku".** *Kata Angel dengan Santai....


Melisa mengerti bagaimana perasaan Angelly. Jika dia menjadi Angel tentu akan marah pada Olive, bagaimana tidak orang yang paling dia sayang di rebut oleh teman baiknya sendiri bahkan memiliki seorang anak juga. tapi niat Olive hanya sekedar ingin menenangkan Kai, jika ada benih-benih cinta antara mereka itu hal yang wajar, karena mereka sama-sama merasa nyaman.

__ADS_1


Melisa hanya bisa menggelengkan kepalanya, heran dan hanya bisa menyaksikan saja. kehidupan orang di sekitar Melisa hanya penuh drama, wajar bagi Melisa hidup itu hanya panggung sandiwara, kehidupan rumah tangga itu berat, lebih baik dia sendiri dan hanya menyenangkan orang yang dapat dia beri kesenangan dan kebahagiaan. Dia tahu bagaimana rasanya hidup tanpa keluarga, hidup tanpa rasa kasih sayang keluarga. Sejak kecil hidup di panti asuhan membuatnya bersykur.


pada akhirnya Melisa juga dapat merasakan kebahagiaan dan kehangatan sebuah keluarga yang lengkap.


" kakak". panggil Melisa pada Alex yang datang menghampiri mereka bertiga. bukan hanya Alex Olive turut serta datang." Meli, kamu memanggil aku kakak atau Olive sih"." diakan juga kakakku". katanya dengan santai sambil menggandeng tangan Olive.

__ADS_1


..." Hallo Kai, hallo Angel. ku kira kalian sudah pulang tadi"." tidak, Angel mau melihat-lihat taman dulu"." baguskan. istriku yang mengelolanya"." apa istri kamu itu tidak punya pekerjaan, apa dia hanya seorang tukang bunga?". Tanya Angel." ya Istriku memang seorang tukang bunga, dia juga bukan orang terkenal, tapi dia tahu batasan. aku lebih suka wanitaku tidak terekspos kemanapun, jadi hanya aku yang bisa memilikinya sekarang"." walau dia bekas orang?"." ya, walaupun dia bekas orang lain. terimakasih sudah menjagakan wanitaku selama ini". jelas Alex....


__ADS_2