
..."Selamat malam tuan ada yang bisa saya bantu, ini adalah menu pada restauran kami, hari ini ada menu spesial di sini apa anda mau mencobanya"." ya tolong satu porsi dan satu gelas anggur hitam ya, dan kentang goreng"." baik tuan, saya permisi"....
Seorang Pria menatap tajam ke arah Lily, setelah beberapa menit dia kembali membawakan pesanan pelanggan, Pria itu memghampiri dan menarik tangannya.
..." Kamu Angelly kan"." maaf tuan, bisa anda lepaskan tangan saya karena ini sangat sakit"." ah maaf. Kamu Anggelly Violetta kan"." ya benar, anda siapa tuan"." Lily, ini ayah nak. ini ayah mu"....
Pria tadi menangis tersedu-sedu, dia memeluk Lily sangat erat di depan para pelanggan. Manager nya meminta Lily mengajak pria itu ke ruang tunggu. pria itu duduk di sofa dia masih menangis dan masih menggenggam tangan Lily.
......" maaf tuan, mungkin tuan salah orang"." kamu anak dari Vera Letta"." mmm ya tuan"." nak percayalah aku adalah ayahmu, kenapa kamu malah bekerja bukannya sekolah. ibumu dimana, aku benar-benar minta maaf telah menelantarkan kalian berdua. maafkan aku"." ah tuan, saya tidak tahu siapa anda. dan ibu saya, sudah meninggal beberapa bulan yang lalu"." apa dia kenapa Ly"." i...i..ibu sakit keras paman"." Vera kenapa kamu meninggalkan aku. aku menyesal Vera"." maaf tuan bisa pelankan suara anda"." maafkan bapak tua ini anakku. aku sangat menyesal".......
Pria itu memohon-mohon pada Lily agar bisa di maafkan, tapi dia benar-benar tidak tahu harus apa, dia tidak mengenalnya, bahkan dia mengaku sebagai ayahnya. memang benar sejak kecil dia tidak tahu bagaimana rupa ayahnya. pria ini memang memiliki rambut dan paras seperti Lily, mereka berdua sangat mirip, hanya saja warna mata Lily biru mengikuti sang ibu.
Pria itu bercerita banyak hal padanya, mulai dari dia meninggalakan ibu dan anak itu, dia lebih memilih selingkuhannya dari pada istrinya sendiri, kemudian dia menikah dengan wanita itu, tapi dia malah di tinggalkan dengan lelaki lain. selama bertahun-tahun dia menjalani perusahaan kecilnya, sampai ada seorang anak muda bernama Raymond membantunya. dan baru sekarang perusahaan kecilnya dapat berjalan kembali. selama di luar negeri dia berusaha untuk bangkit. kini dia mencari Lily dan ibunya, dan kebetulan keluarga Raymond kenal dengan Lily.
Lily menggeleng kepala tanda tidak percaya, dia meninggalkan pria itu dan kembali bekerja, sedangkan dia keluar dari restauran.
Pria macam apa yang baru mencari keluarganya sendiri setelah dia meninggalakannya.
penyesalan seseorang selalu datangnya belakangan.
__ADS_1
...****...
selama beberapa hari pria itu selalu mengikuti kemanapun Lily pergi dia juga menunggu Lily di depan restauran juga. para karywan dan manager semakin was-was, tapi pada akhirnya Lily menerima ajakan pria itu untuk melakukan test DNA dengannya. setibanya di rumah sakit mereka melakukan Test DNA ny, beberapa jam kemudian hasilnya pun keluar. mereka di nyatakan ayah dan anak.
Lily masih ragu dan tidak percaya dia meminta waktu beberapa hari untuk berfikir lagi, pria itu mengiyakan, dia sangat paham dengan kondisi Lily sekarang.
..." Clara"." oh hai Lily, ada apa?"." bisa kita bertemu"." tentu, mau ku jemput sekarang"." ya"." tunggulah satu jam di rumahmu ya"." baik, terimakasih"....
..." Liamm...."." ada apa pagi-pagi kamu teriak histeris seperti itu"." Lily baru saja menelponku"." siapa Lily"." Angelly bodoh"." benarkah, bagaimana keadaannya"." dia memintaku menjemputnya sekarang. kamu mau ikut"." bolehkah"." tentu saja sayangku. cepatlah"....
Mereka berdua bergegas menuju kerumah Lily.
satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sana, Lily sudah menunggunya, dia tidak kaget lagi kalau dia akan pergi bersama Liam.
Liam menyetir mobilnya dengan santai, dia melihat ke arah kaca, Lily bersandar di bahu Clara, dan Clara mengelus kepala Lily dengan lembut.
..." Dia tidur sayang"." ya, dia terlihat sangat lelah"." biarlah, kalau kamu lelah rebahkan saja dia di pangkuan mu"." baiklah"....
Lily tertidur sangat lelap,aroma parfum Clara membuatnya tenang.
__ADS_1
mereka berkeliling kota untuk membiarkan Lily tidur.
..."Clara, kita dimana"." Lily kamu sudah bangun. kamu kurang tidur ya"." hmmm"." ada apa Ly"." aku lapar"." baiklah, Liam cari rumah makan yang enak ya"." oke, kita ke restauran Tree town saja di sana sangat enak"." terserah kamu saja. cepatlah"....
Mereka memesan banyak makanan, Lily sangat lahap makannya, entah sudah berapa hari dia makan tidak teratur, badannya semakin kurus dan tidak terurus.
..." Lily ada apa?"." kemarin ada seorang pria datang ke restauran dia mengatakan bahwa dia ayahku, aku tidak mempedulikannya, tapi dia selalu mengikutiku dan menungguku di depan pintu. sampai beberapa hari yang lalu kami melakukan test DNA, dan hasilnya dia adalah ayahku"." apa yang benar saja. mungkin dia seorang penipu"." aku yang tidak punya apa-apa ini bagaimana mau di tipu Liam"....
Lily menceritakan semuanya kepada kedua temannya itu. pria itu juga menawarkannya tempat tinggal, sekolah di rumah, transportasi, dan segala kebutuhan Lily akan dia penuhi. tapi ia juga berfikir apa ini yang di inginkan ibunya, haruskah dia memafkan pria itu, dan tinggal bersamanya sebagai ayah dan anak. dia juga menceritakan bagaimana pria itu memohon meminta maaf pada Lily. mereka juga mengunjungi makam ibunya, di sana dia kembali menangis histeris karena kehilangan ibunya.
..." sebaiknya kamu ikuti saja dia Ly. aku dan Liam akan selalu mengawasi pria itu jika dia berbuat macam-macam padamu. ingat kamu masih punya kami ya"." Clara, Liam aku tidak tahu harus bagaimana"." benar kata Clara Ly ikuti saja dia dahulu, mungkin dia benar-benar menyesal sekarang. dan semoga kehidupan kamu lebih baik lagi nantinya"." begitu ya, baiklah aku akan mencobanya"....
Lily menghubungi papanya di hadapan Liam dan Clara, betapa senangnya sang papa putrinya mau memaafkan dan mau hidup bersama dengannya.
...****...
Pagi-pagi buta sebuah mobil sedan dan mobil pengangkut sudah tiba di rumah Lily seseorang mengetuk pintu rumah sewaannya, Lily pun bangun dengan selimut yang masih membalut tubuhnya.
..." putriku papa datang, kamu sudah beres-beres mau papa bantu"." kenapa pagi sekali datangnya"." papa sudah tidak sabar untuk membawamu pulang ke rumah"." huamm,, sebentar aku mau ganti baju dulu"....
__ADS_1
Beberapa barang di ruang tamu sudah di angkut oleh para pekerja pengangkut. Lily membereskan barang-barang di kamarnya dan membawa keluar, tapi papanya menyuruhnya untuk menunggu saja di mobil, biarkan dia dan para pekerja yang membereskan semuanya.
setelah semua di angkut mereka pun pergi ke rumah baru Lily.