My Beloved Boy

My Beloved Boy
#30


__ADS_3

Kai sangat panik, Olive akan segera melahirkan. dia tidak peduli apa kata keluarganya dia hanya ingin bayi tidak berdosa itu selamat dan terlahir baik-baik saja.


beberapa jam kemudian seorang bayi perempuan cantik yang sangat mirip dengan Kai telah lahir. Raymond menghampiri kai yang sedang fokus melihat ke arah bayinya.


" kai ada yang ingin ku bicarakan denganmu". " ada apa kak?". " aku dan Lizzi akan menunda pernikahan kami, jadi nikahilah Olive, bayi itu tidak berdosa Kai". " ya kak aku tahu". " sebaiknya kamu harus cepat membicarakan ini dengan Lily, lebih cepat lebih baik". " ya kak".


Kai tertunduk lesu, dia sangat sayang pada Lily, tapi sekarang dia punya kehidupan baru, bayi yang baru lahir itu tidak bersalah, dia juga tidak bisa memutar waktu kembali. Dia harus memilih antara cinta pertamanya atau kehidupan barunya ini.


selesai syuting mama Kai datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi kedua orang ini, Kai dan Olive.

__ADS_1


melihat anaknya tertunduk lesu, dia tahu bahwa anaknya ini sedang tertekan.


" Kai, kamu sudah makan. bagaimana dengan Olive". " dia sedang istirahat ma". " dia anak kamu, cantik sekali". " ma... aku harus bagaimana". " apapun keputusanmu". " aku akan segera menikahi Olive. dan sangat terpaksa aku akan meninggalkan Lily". " hais... kakakmu Ray akan membatalkan pernikahannya dalam waktu dekat ini, sebaiknya kamu percepat saja yang menjadi urusanmu. mama pergi dulu ya".


Kai kembali melamun, kakaknya membatalkan pernikahan demi dirinya dan anaknya. Kai akan memiliki keluarga yang utuh dan pekerjaan bagus di perusahaan.


Kai memesan sebuah meja di sebuah restoran mewah. makan malam romantis dan akan menjadi perpisahan termanisnya. hati kai terasa sangat gugup, dia ingin menangis, bagaimanapun, Angelly adalah sosok gadis yang sangat dia sayangi, lebih dari apapun.


" Hai Kai, ada apa?". " kamu ada waktu aku ingin mengajak makan malam". " tentu". " aku jemput ya". " tidak usah Kai aku akan pergi sendiri". " baiklah tempatnya di restoran Golden ya, aku tunggu". " baiklah. see u baby". " bye".

__ADS_1


Lily menutup telponnya. dia tidak bisa membendung air matanya lagi. betapa jahatnya dia sebagai seorang pria, meninggalkan wanita yang dia sayangi demi menebus kesalahannya kepada seorang bayi yang tidak berdosa ini.


Malamnya, Lily terlihat sangat cantik dengan Dress biru yang dia kenakan, terlihat sangat elegan. Kai selalu terpesona dengan Gadis ini, dia sangat sempurna.


Kai menahan air matanya, dia memaksakan untuk tersenyum. Lily menghampirinya dan duduk di meja makan, mereka memesan makanan dan makan bersama. mereka hanya terdiam. selesai makan dan menikmati makanan penutup, Kai ingin memulai pembicaraan tapi dia terlalu takut.


" terimakasih Kai atas makan malamnya, kemana saja kamu selama 1 bulan ini". " kebetulan aku sedang sibuk". " oh ya. oh iya kai kamu mau mengajakku kemana lagi"." bagaimana kalau kita nonton". " tidak, bagaimana kalau kita pergi ke taman saja". " baiklah. kamu bawa mobil. kebetulan aku ke sini hanya naik taksi saja". " tentu aku membawanya Kai. ayo kita pergi".


setelah membayar Bill mereka berdua pergi ke taman kota, Lily hanya duduk terdiam di bangkunya, suasananya semakin canggung, membuat kedua orang ini bingung mau membicarakan apa.

__ADS_1


__ADS_2