My Beloved Boy

My Beloved Boy
56


__ADS_3

..." ini sudah hampir 30 tahun bagaimana mungkin kamu masih menyimpan foto kanak-kanak ini". dengan perasaan terkejut Olive membolak balik foto itu dan mempersilahkan Alex untuk duduk....


mereka asik membiacarakan masa kecil saat sekolah dulu, bahkan ada beberapa yang Olive lupa. dia menjadi bernostagia. Alex tumbuh menjadi sosok pria tampan dan elegan, dia sangat penasaran apa yang Alex lakukan sekarang, bahkan dia mempunyai sebuah mobil Sport diluar tokonya.


..." ngomong-ngomong bunga ini untuk siapa?". tanya Olive." orang tuaku akan pulang ke kota S"." bagaimana kabarmu selama ini?"." tidak baik"." oh maaf. ada apa?"." aku baru saja bercerai, istriku berkhianat dengan temanku sendiri, tepat di depan mataku"." oh"." terakhir kali aku ke sini bukannya ada anak kecil"." dia... anakku. tapi sekarang dia bersma mantan suamiku"." kamu sudah menikah"." ya dulunya, sekarang dia sudah menikah dengan tunangannya"." sepertinya rumit sekali"." ya, sangat". kata Olive singkat....


Alex menjadi simpatik pada Olive, entah kenapa dia merasa bahwa kehidupan rumah tanggany sama dengan Olive, hanya saja dia tidak mempunyai seorang anak dengan mantan istrinya, ketika sang istri melahirkan, anaknya sangat mirip dengan temannya. dia memberikan bunga mawar kuning pada pasangannya, dan tidak lama kemudian mereka bercerai.

__ADS_1


Olive merasa itu seperti kisahnya sendiri, dia menyukai Kai dan dia ingin memiliki Kai bagaiamana pun caranya, pada saat keluarga Wyatt sedang jatuh kai menjadi frustasi dan hanya ada dia seorang yang berada di sisi Kai, saat Kai berada di puncak barulah Angel datang kembali.


Buah cintanya dengan Kai kini menjadi korban, anak yang bahkan seandainya dia bisa memilih keluarganya tentu dia akan memilih kelaurga yang dapat membagiakannya begitu pula dengan Olive.


..." ada apa?". tanya Alex pada Olive." tidak apa. hanya sedikit ada seuatu yang melintas di fikiranku"." apa itu?"." bukan sesuatu yang penting"." Live, boleh aku menyimpan nomormu"." tentu"....


Alex menyimpan nomor Olive dengan perasaan senang, seseoramg yang telah dia cari selama puluhan tahun akhirnya dia mendapatkannya walaupun hanya sebuah nomor telpon, tapi Alex sangat bahagia.

__ADS_1


Olive kembali melihat undangan di tangannya, haruskah dia pergi gumamnya. hari ini tokonya sangat sepi hanya beberapa pelanggan saja yang datang mampir dan membeli beberapa bunga dan bibitnya.


dia ingat bagaimana putrinya menangis histeris ingin bersamanya, tapi dia tidak bisa melawan keluarga Wyatt bahkan dia tidak punya apa-apa.


setelah menutup toko tiba-tiba Alex menghubunginya, dengan rasa malas Olive mengangkat telpon Alex.


..." apa aku mengganggu?"." ya aku baru saja menutup toko. kamu sudah menjemput orang tuamu"." ya baru saja. hey kamu hari minggu ada waktu?". tanya Alex." entahlah. kenapa?"." tidak aku hanya ingin mengajak kamu dan putrimu pergi ke Mall di kota.apa kamu tidak bosan di desa ini"." tidak. putriku.... sedang dirumah mantan suamiku"." aku ingin membeli hadiah untuk temanku, bisakah kamu menemaniku. sebentar saja"." baiklah, siang setelah aku menutup toko saja"." baiklah. aku tutup ya, ada acara makan-makan keluargaku"." bye"....

__ADS_1


Olive tidak membuka hati untuk siapapun, karena masalalunya dia menjadi trauma dan tidak ingin menjalin asmara lagi dia ingin fokus pada pekerjaannya. Olive ingin mandiri dia tidak ingin merepotkan bahkan menjadi beban orang lain.


Dia kembali melihat undangan itu dan berfikir, apa dia harus datang, apa sebaiknya dia mengajak Alex untuk menemaninya, dia menjadi bimbang dan bingung.


__ADS_2