My Beloved Boy

My Beloved Boy
#18


__ADS_3

Hati minggu yang Lily tunggu-tunggu akhirnya tiba. Della dan Olive datang terlebih dahulu, mereka terkejut dengan rumah barunya Lily, apa benar ini rumah Lily bagaimana bisa dia tinggal di sini.


..."Selamat datang, anda teman nona Angel ya. silahkan masuk nona sudah menunggu kalian di taman belakang. Mari saya antar"." baik. terimakasih"." tidak perlu sungkan, anggap rumah sendiri saja ya"....


Lily memeluk kedua temannya itu, dia sangat rindu kepada mereka berdua. Lily menceritakan semuanya selama ini yang dia alami, karena kedua temannya memaksanya untuk bercerita. Lily bukan orang yang suka menyimpan rahasia kepada orang yang telah dia percaya.


Della menceritakan banyak kejadian yang terjadi di sekolah, sekarang Adeline menjadi orang yang suka menindas orang lain, terutama adik kelas yang suka kepada Kai. dia tidak mau Kai dekat-dekat dengan orang lain selain dia.


..."Aku saja kasihan melihat Kai seperti itu. saat dia latihan basket dia selalu di awasi oleh Adel. semenjak kamu di keluarkan dari sekolah, kai semakin terlihat bosan di sekolah, di tambah Adeline yang selalu mengikutinya kemanapun"." hey tapi ku dengar, beberapa hari ini Adel pulang keluar negeri karena ayahnya sedang sakit"." iya iya aku juga mendengarnya"." benarkah. Kai bisa bebas dong"." mungkin. tapi jumat kemarin dia tidak masuk. apa mungkin dia ikut Adeline pulang ya"." mungkin saja"....


mendengar nama Kai membuat Lily sangat rindu pada sosok pria yang dia sukai sejak kecil itu. Lily berharap Kai dapat datang menemuinya, dan ingin sekali dia menghibur Kai saat ini juga, hidup dalam penekanan itu membuat tidak nyaman.


beberapa jam kemudian, Clara dan Liam datang ke rumahnya Lily, sama seperti Della dan Olive, mereka takjub dengan rumah Lily yang sekarang. dan rumah itu hanya milik Lily. sebagai tanda permintaan maaf kepada dia dan ibunya.


ada sebuah Vila kecil di taman di depan kolam renang. rumah ini lebih bagus dari rumah milik Liam. rupanya mereka semua sudah berencana untuk menginap di rumah Lily, ad 3 buah koper kecil sekarang di dalam Vila.


..." Lily, rumah ini menakjubkan, aku suka sekali desain seperti ini, dan ini lebih bagus dari rumah Liam"." hahaha, oh iya Della. Olive perkenalkan ini tunangan Liam namanya Clara Mason"." hallo"." apa kamu Clara Mason di pianis terkenal itu"." hehe iya"." wah liam,, bertuntung sekali kamu dapat wanita secantik dan seberbakat Clara ini"." hey mendapatkannya juga tidak mudah"." teman-teman. akulah yang menyukai Liam terlebih dahulu dan memaksanya untuk menjadi pria ku"." owh.. Clara kenapa kamu manis sekali. Liam pria yang terlalu beruntung bisa mendapatkan kamu"....

__ADS_1


mereka terlihat sangat senang. saat mereka sibuk bercanda gurau, Liam sedang sibuk dengan hanphonenya. Clara yang mengetahui apa yang Liam lakukan hanya diam saja. Liam izin keluar sebentar. akan ada seorang lagi yang datang. Lily terlihat gugup, apa itu Kai batinnya.


beberapa saat kemudian Liam datang bersama Kai. mereka semua kaget, Kai kali ini datang sendirian. wajahnya terlihat kurus dan matanya juga ada lingkaran hitam.


..."surpraise,, Lily lihat **siapa** yang ku bawa sekarang. kamu tahu dia merengek terus menerus denganku ingin ketemu kamu"." bisa diam kamu Liam"." hahaha, bro itu gadismu yang ingin kamu temui bukan. mau ku ambil lagi"." hey kamu sudah punya Clara"....


Mereka semua tertawa melihat tingkah laku Kai yang sering marah-marah itu. Lily menghampirinya dan membawanya jalan-jalan keliling rumahnya. teman-temannya mengerti dan mereka asik dengan dunia mereka sendiri.


...****...


Kai menggenggam erat tangan Lily, jantung Lily rasanya seperti berhenti berdetak. dia sangat rindu pria di sampingnya ini, di bangku taman dia menyandarkan kepalanya kepada Kai, begitu juga dengan Kai.


Para penjaga dan para pembantu yang melihatnya terasa damai. mungkin pria ini lebih baik untuk nona mereka. mereka terlihat sangat serasi satu sama lain.


......" Lily, kamu tahukan aku sangat sayang padamu"." ya, akupun juga"." bagaimana kalau kita kawin lari saja"." hah, bercanda kamu"." tidak aku serius"." tidak. aku ingin secara resmi"." hah, kah juga Li".......


Kai mengecup kening Lily.

__ADS_1


...... " kai apa kamu akan menginap juga"." ya, tapi aku lupa bawa bajuku"." hahaha. mudah saja"." mudah bagaimana"." kamu tahu kan sekarang aku sudah menjadi orang kaya"." jangan sombong kamu. aku lebih kaya dari kamu"." iya iya"." nah ayo kita temui teman-teman dulu ya"." baiklah".......


Malamnya mereka mengadakan barbequ, masakan Liam sangat enak, Kai dan Lily duduk bersamaan, mereka terlihat bahagia dengan pertemuan ini. Clara makan dengan sopan, Della dan Olive si perusuh yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak. orang-orang yang melihat mereka pasti akan sangat senang, terutama para pekerja di rumah Lily, sebelumnya rumah ini sunyi senyap, sekarang ada canda tawa dari nona mereka rumah ini terasa hidup.


Lily tidak mau melepaskan genggaman Kai dia selalu bersandari di pundaknya, dan tertawa bersama teman-temannya. untungnya rumah Lily jauh dari pemukiman. malam semakin larut dan mereka semua sudah kenyang. mungkin ini waktu yang tepat untuk pergi tidur.


di dalam Vila ada 4 buah kamar, Liam dan Clara tidur di satu kamar, Della dan Olvie, Lily dan Kai tidur sendiri, tapi Lily sengaja tidak mengunci pintu kamarnya.


saat semua orang tidur lelap, Kai masuk ke dalam kamar Lily. dia mencium kening Lily.


..." kamu tidak bisa tidur ya"." hmmm"." kunci pintunya"." baiklah"." nah ayo tidur di sini. kasurnya juga sangat luas"....


mereka tidur berdua, biasanya mereka biasa saja tidur bersamaan. tapi kali ini ada sesuatu yang lain, mereka sama-sama gugup dan merindukan satu sama lain, Kai memeluk Lily sangat erat, Lily berbalik ke depan kai. dia mencium gadis itu dengan lembut, dan mereka mengulang semua yang mereka lakukan dulu. ini ke tiga kalinya mereka melakukannya.


Paginya, semua orang sudah bangun, Olive mengetuk pintu kamar Lily untuk membangunkannya. mereka, bukan Lily yg keluar tapi Kai, dan Lily masih berada di dalam kamar mandi. bukanny senang temannya itu marah. dan masuk ke dalam kamar.


Olive menampar muka Kai, dia kesal dengannya, dia tahu kalau Lily menyukai dan mencintai dia seorang, tapi dia juga kesal kenapa teman baiknya di perlakukan tidak adil seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2