My Beloved Boy

My Beloved Boy
#11


__ADS_3

Ibu Lily sudah tidak berdaya lagi, pendengarannya juga sudah mulai terganggu, untuk berbicarapun sulit, mengangkat tangannya juga sudah tidak kuat lagi. Lily menggenggam tangan ibunya dengan erat, peralatan ibunya juga sudah di lepaskan yang tersisa hanya tabung oksigen dan infus saja, badan ibunya semakin kurus.


Ibunya semakin lemah, Lily berusaha menahan tangis, ibunya tersenyum dan perlahan menutup matanya, tangan ibunya terlepas dari tangan Lily. Gadis ini tidak bisa menahan tangisnya, dia menangis di samping ibunya yang sudah tiada, dokter dan perawat melepas semua yang ada pada ibunya, melipat tangan ibunya.


Liam selalu berada di samping Lily, dia ingin memeluk gadis itu, tapi dia tidak berdaya. karena sekarang bukan pelukannya yang dia inginkan. hanya satu orang yang bisa membuatnya tenang sekarang, cuma Kai yang bisa melakukannya.


..." Angelly"." hmmm"." bagaimana kalau kamu istirhat dulu, biar aku yang mengurus semuanya"." tolong, berikan tempat terbaik untuk ibu beristirahat ya. aku pergi ke kamar dulu"." biar bibi Natia menemanimu ya"." hmmm"." selamat istirhat Angelly. Bibi Natia tolong temani nona Angel ya"." baik tuan muda"....


Liam mempersiapkan semuanya untuk Lily, dari tempat pemakaman, hingga upacara kematian untuk ibu Lily. Liam memesan tempat pemakaman terbaik di Kota D, agar Lily bisa menjenguk ibunya kapanpun dengan tanah makan yang selalu di rawat


Lily tertidur di kamar yang sudah Liam siapkan, Bibi Natia selalu menemani Lily, dia juga menyiapkan makanan dan minuman untuk Lily, dia mengurus Lily dengan sangat hati-hati.


..." bagaimana keadaannya bi"." dia sedang tidur tuan, saya memberinya obat tidur dosis ringan agar dia dapat istirahat"." baiklah terimkasih banyak bi"." tuan, nona Angelly sangat baik. dia juga gadis yang kuat. tuan beruntung memilikinya"....


Liam menatap lama pada Lily, dia sangat cantik, betapa beruntungnya Kai di cintai oleh gadis ini. Liam menemani Lily di kamar dia tidur di samping Lily, menggenggam tangannya hingga dia tertidur juga.


...****...

__ADS_1


Prosesi pemakaman Ibu Lily berjalan lancar, teman-teman, guru, kepala sekolah dan para donatur datang ke acara pemakaman ibu Lily.


dia mengenakan baju gaun hitam yang menutupi seluruh badannya, kepalanya di hiasi topi besar dengan penutup wajah. Liam tidak mau orang-orang melihat Lily sedih. Lily hampir pingsan dan di tangkap oleh Liam, dia membawa Lily ke tempat duduk dan membawakannya segelas air.


......" Angelly, sabar ya cantik, kamu akan selalu memiliki kami. kami sangat sayang padamu, semangat ya"." Angel.. jangan sedih lagi , kamu sedih kami juga ikut sedih"......


Kedua temannya memeluk dan menangis bersama. mereka teman-teman terbaik yang selama ini Lily miliki. susah, senang, duka mereka selalu bersama.


Lily sangat sayang pada kedua temannya ini. pemakaman selesai. para tamu juga pergi meninggalkan Lily, mereka memberi semangat pada Lily, sekarang dia benar- benar sendirian. Lily kehilangan arah, dia tidak tahu sekarang dia harus tinggal dimana. semua temannya menawarinya tempat tinggal, tapi sementara ini dia akn kembali ke Vila Mama Kai, mungkin dia di sana bisa lebih tenang. kalau dia berada di rumah Liam, itu penuh kenangan singkat bersama ibunya.


Seorang supir sudah menunggu Lily untuk mengantarnya pergi ke Vila. dia di sambut oleh Mama Kai. dia memeluk Lily sangat erat. dia senang Lily kembali ke Vila, tapi dia juga merasakan kesedihan Lily. rupanya Kai sudah menunggu kedatangan Lily di kamarnya. dia langsung memeluk erat gadis itu.


Lily semakin menangis, dia benci dengan Kai, dia benci dengan keadaan seperti ini, dia benci dengan perasaannya dengan Kai. kenapa hanya dia seorang yang bisa membuat Lily seperti ini. dia benar- benar hancur sekarang. dua orang yang saling mencintai tapi tidak dapat bersatu karena keserakahan orang tua yang menggilai kekuasaan.


Kai menemani Lily hingga dia tertidur, dia mengusap kepala gadis itu dan mencium keningnya. dia mengangkatnya ke tempat tidur agar dia lebih nyenyak beristirahat.


..."kamu mau kemana, kamu mau meninggalkan ku lagi sekarang"." tidak, aku tidak akan pergi kamu tidur lah. aku akan di sini menemani kamu"." tidurlah di sini. kasurnya juga sangat luas. aku takut"." i..ini bahaya"." fikiranmu saja yang kotor"." ma...maaf Lily"....

__ADS_1


Kai menemani Lily tidur di kamar. mama Kai tidak berani mengganggu mereka berdua, dia meninggalkan Vila itu secara diam-diam.


malam semakin larut, Lily memeluk Kai sangat lama, dia sangat pulas tertidur, kai juga tertidur memeluk Lily dalam dekapannya.


tapi, naluri lelaki tidak bisa di cegah. dia inginkan Lily. Kai menahan sekuat tenaga.


......" kai??"." ke..kenapa Ly"." kenapa dadaku cepat sekali berdetak"." ah Lily kamu menyebalkan"." hahaha. Kai. apa yang sudah kamu lakukan bersama Adel"." aku tidak melakukan apapun padanya. hanya saja dia yang menciumku duluan"." wah First kiss kamu ya"." hmmm"." aku juga, dengan Liam"." apa kapan?? bagaimana bisa"." ceritanya panjang. kamu lelah ya ku peluk seperti ini"." tidak sama sekali"." aku suka"." aku juga. sangat suka padamu. kamu tahu itu"." ya, aku tahu"." Lily,, bolehkah"." boleh apa"." aaa.. kamu tidak mengerti kah"." maaf aku ti... hmmppp".......


Kai mencium Lily dengan lembut, manis rasanya bibir gadis ini, membuat Kai lupa diri bahwa dia sudah bertunangan. mereka berdua semakin menggila. beberapa kali Kai meminta izin pada Lily, dia menolak. Kai mencoba membujuknya, ini sama-sama pertama kali untuk mereka berdua. pada akhirnya Lily mengiyakan.


Hari semakin siang. kedua orang ini masih tertidur pulas. sekarang mereka sudah tidak perawan lagi. mereka berdua sangat menikmatinya. Kai lupa diri bahwa dia sudah punya Adel, tapi perasaannya pada Lily tidak bisa di bohongi.


..." morning love"." hmmm.. aku masih ngantuk nih"." kamu mau lagi" ." berhenti menggoda ku Kai"." maaf maaf. aku sayang kamu"." aku lebih sayang kamu"....


mereka berdua berpelukkan erat. Lily pergi mandi dan bersiap.untuk sarapan lagi. Kai tidak membiarkan gadis itu mandi sendirian, dia masuk dan mandi bersama Lily. mereka melanjutkan yang terjadi malam tadi.


Ini pertama kalinya untuk mereka berdua. Kai dan Lily pergi ke ruang makan untuk makan siang. banyak hidangan yang di buat oleh Bibi Ella.

__ADS_1


Dia menganggap Lily sebagai sebagai anakny sendiri.


Lily terlihat sangat lelah. dia membuatkan teh untuk Lily. mereka berdua terlihat manis jika bersama.


__ADS_2