
Lilyan semakin hari semakin sehat, sejak kembali kepada ibunya dia terlihat bahagia. Olive sangat senang dengan keberadaan Lilyan di sampingnya dan Alex masih menemani hari-hari Olive yang awalnya penuh kesedihan kini penuh warna. Apa ini yang di namakan kebahagiaan. Batin Olive.
berkat keluarga Alex, Lilyan dapat bersekolah dengan nyaman dan mendapat teman-teman yang baik tidak seperti sebelumnya.
Kali ini Lilyan bersekolah di yayasan yang mama Alex pegang. Dia mengakui Lily adalah cucunya sehingga orang-orang tidak berani mengganggu atau mengejeknya, sayangnya Lily masih trauma dengan sebuah keluarga baru.
bayang-bayang tentang pengasuh dan ibu tiri selalu membayangi langkah dan kehidupan Lily. Olive merasa hidupnya kini sangat berlebihan tapi selama ini, ini lah yang dia inginkan hidup tenang tanpa tekanan.
__ADS_1
Dalam hati kecilnya dia tentu masih menyayangi Kai, sehingga tidak mudah baginya untuk membuka lembaran baru, itu terlalu menyakitkan, batin Olive.
..." Olive. mama dan adikku mengajak kamu dan Lily ke mall di kota S Minggu ini. bisakan"." baiklah. apa kamu ikut"." entahlah, aku tidak mau menjadi angkat barang kalian. dulu ya saat aku ikut mereka berdua aku yang membawan belanjaan merereka". Olive hanya tersenyum....
keluarga Alex begitu sempurna di mata Olive. Andai keluarganya baik-baik saja dia juga akan merasakan kehangatan itu, sayang takdir berkata lain pada Olive.
Hari semakin sore, Olive menutup toko dan pulang ke Vila bersama Lily, dan Alex kembali ke mansion keluarganya.
__ADS_1
Keluarganya juga baru pulang dari pekerjaan mereka, lagi-lagi Melisa menunjukkan wajah yang tidak nyaman untuk di lihat dia terlihat sangat kesal.
..." wajahmu jelek Lis. ada apa?". tanya Alex." aku baru saja datang dari perusahaan Wyatt. dan itu tidak menyenangkan dan membosankan, seandainya bukan demi kakak aku tidak akan mau kerja sama dengan mereka" ." kenapa bukannya selama ini kamu dapat keuntungan juga kan"." iya sih, tapi jika bukan demi kakak aku tidak akan mau melakukannya"....
Alex mengerti kenapa adiknya itu begitu tidak suka, selain karena dirinya dia juga tidak suka dengan Kai Yang membuat anak sekecil Lily mengalami banyak hal dan trauma baginya. dia tidak pantas menjadi seorang ayah maupun seorang suami, dia kurang bertanggung jawab akan hal itu.
Adel Line dan Melisa sudah seperti adik kakak sendiri, dua orang wanita yang sama-sama memiliki gelar seorang CEO muda mereka juga sangat cocok. Andai Alex lebih cepat menemukan Olive dia tidak akan membuat keluarganya terbebani, hanya karena keinginannya itu dia merepotkan banyak orang. salah satunya adiknya sendiri.
__ADS_1
..." Bagaimana hubungan kakak dengan Live"." dia masih belum bisa menerimaku"." malang sekali kakakku ini. apa mau ku hancurkan sekarang saja keluarga Wyatt"." tidak itu akan membuat Olive sakit hati lagi nanti, biarlah berjalan pelan-pelan saja"." baiklah kak.oh iya apa kakak sudah memberi tahu Olive Minggu ini"." sudah dan dia setuju"." baguslah, bagaimana dengan Lily ka"." dia sudah lebih ceria dari sebelumnya"." ughh gadis yang malang, sebaiknya kakak cepatlah menikahi Olive, biar kita bisa mengurus ibu dan anak itu. aku tahu bagaimana perasaan Ka olive, betapa kesepian nya dia. Dia hanya ingin hidup dan merasakan bagaimana rasanya kehangatan sebuah keluarga itu". keluh Melisa....