My Beloved Boy

My Beloved Boy
#23


__ADS_3

..." oh, halo papa ada apa"." bagaimana liburan kalian 1 minggu ini, masih ada 1 minggu lagi kan"." ya, ini menyenangkan. apa papa mau oleh-oleh"." tidak. papa hanya ingin memberitahu kamu, dalam 2 bulan papa tidak akan pulang, ada urusan yang sangat mendesak di sini"." baiklah jaga diri ya jangan sampai sakit. oh aku ingin jalan-jalan lagi. bye pa"." ya. bersenang-senang lah"....


Papa Lily terlihat sangat senang putri satu-satunya mulai menerimanya, dia sangat menyesal sudah meninggalkan istri dan anaknya hidup sendirian di kota D, bahkan hingga ajal menjemput istrinya.


setiap dia pulang ke kota D dia selalu berkunjung ke makam istrinya, dan selalu meminta maaf padanya, dia berjanji akan menjaga putri mereka hingga dia menggapai cita-citanya menjadi seorang master biola. Dia merasa sangat senang putrinya bisa tertawa bahagia bersama teman-temannya.


Hari ini dia pergi ke luar negeri untuk mengurus beberapa dokumen pengambil alihan perusahaan Wyatt, dia bekerja sama dengan Raymond. agar pekerjaan mereka semakin cepat. Krisis yang di alami keluarga Wyatt terbilang darurat, bahkan para pekerja sudah banyak yang melakukan protes.


Papa Lily berencana untuk membangun kembali kejayaan perusahaan Wyatt di tangannya, dan menghidupkannya kembali dari keterpurukkan.


Para investor di luar negeri juga banyak yang membantu papa Lily dan Raymond, mereka akan memberikan pinjaman dana dalam pembangunan kembali perusahaan itu.


......****......


Lily, Olive dan Della sedang sibuk di toko souvenir, mereka terlihat bingung ingin membawa apa untuk teman-teman yang lain. beberapa hari yang lalu Lily mendapat kabar dari berita bahwa keluarga Wyatt dan keluarga Line membatalkan pertunangan dan kerja sama antara perusahaan. berita jatuhnya perusahaan Wyatt sudah menyebar dimana-mana.


Kedua teman Lily sangat khawatir pada Kai, terutama Lily. Olive sangat mengerti perasaan sahabatnya satu ini. dia memberikan Lily sebuah benda unik dan memintanya untuk memberikan ini kepada Kai saat mereka kembali nanti.

__ADS_1


......" Olive. bolehkah kami menyusul kalian ke sana"." eh, Liam tumben kamu menelponku"." ya boleh ya. kami menyusul ke sana. ini tentang Kai"." hmmm, bagaimana ya. hah. aku padahal masih marah pada Kai. tapi aku mengerti kondisinya, dia butuh Angelly kan sekarang"." ya, begitulah. jadi bagaimana"." kesini saja, masih banyak kamar yang kosong"." oke, aku akan menyiapkan keperluan kami di sini sekarang, kemungkinan besok pagi kami akan berangkat"." oke aku tunggu".......


Demi kebahagiaan semua orang Olive melepas amarahnya pada Kai. yang dia butuhkan sekarang hanya Angelly seorang. karena dia tahu, Angelly bagai obat untuk Kai.


..." siapa yang telpon Live"." ibuku Ngel, dia minta beberapa oleh-oleh dari sini"." oh"." Live bantu aku dong cari keramik"." iya sebentar ya Dell"....


Della mengajak Olive jauh dari Lily, dia tahu bahwa Liam yang menghubungi nya, karena 2 hari yang lalu Liam juga menelponnya untuk menyusul ke sana. ada yang ingin dia bicarakan dengan Angel. Olive menceritakan semuanya, Della mengerti dan dia salut dengan keputusan yang Olive ambil mengizinkan Kai ikut bersama Liam dan Clara.


selesai memiliki oleh-oleh dan aksesoris, mereka masuk ke sebuah restauran untuk makan malam. hari ini mereka bertiga sangat banyak makannya, kali ini Angelly yang mentraktir teman-temannya.


Keesokkan harinya,


Olive menyambut mereka di bandara dan membawa mereka ke penginapan.


......" *yo bocah besar, kamu terlihat sangat kurus sekali".* maklum lah Live dia makan tidak teratur"." hah , Liam.aku tidak tanya denganmu"." Kabar Angell bagaimana Live. terimakasih ya sudah mengizinku ikut denga Liam dan Clara"." hey bro, sejahat-jahatnya aku, aku juga masih punya perasaan"." ya maafkan aku"." sudah lah. ngomong-ngomong, bagaimana keadaan perusahaanmu"." semuanya kacau balau, perusahaan Line semakin menjadi-jadi, mereka berencana mau membeli perusahaan keluargaku"." waw, mereka tidak bisa melepaskan kalian begitu saja ya"." ya begitulah. untung saja kakakku cepat bertindak". " ngomong-ngomong kamu sudah mempersiapkan hatimu untuk bertemu Angely Kai"." ku harap aku siap*".......


Liam memberi semangat pada temannya ini, bagaimana pun nanti perasaan Lily padanya dia harus menerimanya dengan lapang dada.

__ADS_1


sampailah mereka di penginapan. Liam membantu Clara merapikan bawaannya yang sangat banyak. Kai hanya membawa tas kecil saja.


......" loh, kalian kok di sini"." Angel, kapan kamu keluar"." tadi baru saja. kenapa mereka ada di sini Live"." maaf Ngel, ceritanya panjang"." cepat masuk dulu kalian pasti sangat lelah kan, ayo masuk nanti akan ku bikinkan minuman untuk kalian"." baik"......


Mereka semua kini berkumpul di ruang tengah kamar Angelly. Lily melihat ke arah Kai, dia terlihat tidak terurus. Lily mengambil beberapa cemilan di dalam kulkasnya. dia menatanta di meja, dan dia menhampiri Kai memegang wajah pria itu dan menatapnya dengan rasa iba, dia terlihat sangat tertekan.


teman-temannya memberi mereka berdua ruang sendiri, sambil memperhatikan Kai. ada apa dengan Pria di depannya ini, dia terlihat banyak punya beban.dia tahu penyebabnya, kakeknya.


Lily mengajak Kai keluar jalan-jalan, temannya mengiyakan. mereka butuh waktu untuk berdua saja sekarang. Lily mengajak Kai ke pantai di sana sangat nyaman dengan hamparan pasir putih dan air laut yang bersih.


..." Lily, aku sangat rindu padamu"." ya aku juga. bagaimana kabarmu Kai"." buruk Ly, sangat buruk"." ya aku mengerti, perusahaan tidak baik-baik saja kan"." ya, dan aku benci jika Adeline selalu ingin membalas dendam"." bukankah dengan menghancurkan perusahaan mu itu sudah menjadi balas dendam?"." tidak, itu hanya dari orang tuanya saja, kamu tidak tahu saja seberapa mengerikannya Adeline itu"." iya iya"....


Kai banyak bercerita banyak hal kepada Lily, tapi perasaan Lily mulai berubah pada Kai semenjak mereka memutuskan untuk berpisah. lama kelamaan Lily mulai bisa melupakan perasannya sendiri.


mereka kembali berjalan- jalan di kotaa memasukki setiap toko yanv ada. Lily juga mengajak Kai untuk makan siang. dia sangat lahap memakan pesanan yang sudah Lily untuk Kai.


beberapa menit kemudian, Kai menghabiskan makananny dan menceritakan banyak hal pada Lily. dia ingin mereka berdua kembali seperti dulu lagi, tapi Lily menggeleng tanda tidak, perasaannya terhadap Kai tida seperti dilu.

__ADS_1


sekarang dia lebih mengutamakan persahabatan, dari pada perasaan cintanya kepada seseorang. Kai mengerti, dia ingin berjalan pelan-pelan saja, dia tidak mau memaksakan Lily, karena sesuatu yang di paksakan itu tidak nyaman dan menyakitkan.


mereka berdua kembali ke penginapan setelah menghabiskan pesanan mereka berdua.


__ADS_2