
Ibu Lily sedang sibuk mempersiapkan bawaan mereka untuk pergi keluar negeri dan menetap di sana. Lily terlihat ragu beberapa kali dia melihat foto kenangannya bersama Kai. sebanarnya Lily sudah menetapkan hatinya untuk melepaskan Kai dan mengejar mimpinya. hubungan Kai dan Olive sudah dia ketahui, hanya saja Kai tidak mau atau dia menunggu waktu untuk mengatakan kepadanya.
" bu, Lily pergi sebentar ya"." baiklah. kamu punya waktu hingga besok sore saja, papa kamu sudah tidak punya banyak waktu di sini"." ya bu".
Lily mengambil kunci mobilnya dah menelpon seseorang. orang yang paling tahu tentang hubungan Kai dan Olive.
" ya Ly ada apa?". " apa kamu sibuk"." tidak juga hanya beberapa pekerjaan kecil saja"." kamu dimana. bisa kita bertemu?"." tentu, datang saja ke rumahku"." baiklah aku menuju ke sana"." oke, bye".
__ADS_1
Lily melaju cepat mobil sportnya. tidak lama kemudian dia sampai di rumah Adelline. seorang penjaga membuka pintu pagar rumahnya yang sangat tinggi dan mempersilakan Lily masuk.
Gadis itu sudah menunggu Lily di taman belakang rumahnya. rumah yang sangat besar hanya dia seorang yang tinggal.
kepala pelayan mengarahkan Lily ke tempat Adel sedang bersantai.
" ada angin apa kamu mencariku Ly. jika tentang Kai aku sudah lama tidak berhubungan dengannya". " bukan begitu. aku hanya ingin berpamitan denganmu. aku dan ibu akan pindah keluar negeri besok"." apa kenapa tiba-tiba sekali"." aku akan mengejar mimpiku"." baguslah. dari pada kamu memikirkan orang yang sudah mempunyai anak kan"." tapi,, itu adalah kecelakaan"." Angelly sayang... jika kejadian yang di rencanakan itu namanya bukan sebuah kecelakaan. kamu pintar bermain musik tapi kamu terlalu bodoh masalah begini"." maafkan aku"." hais,, kenapa gadis polos sepertimu ini bisa mendapatkan teman munafik seperti Olive itu"." dia tidak bersalah"." sudahlah. kamu terlihat sangat menyedihkan. Kai terlalu beruntung bisa di sukai gadis sepertimu"." baiklah selamat tinggal"." tidak perlu mengatakan selamat tinggal, kita akan bertemu juga nanti"." bertemu?"." sudahlah. aku sibuk".
__ADS_1
Lily sangat sedih beberapa kali dia mengusap air mata di wajahnya. dia sudah lama mengetahui hubungan kedua orang itu, hanya saja Kai tidak mau jujur padanya. Della sudah menyuruh Lily untuk memaksa Kai menjelaskan kepadanya, tapi dia menolak dan ingin Kai membicarakannya secara langsung.
sesampainya di rumah sakit, Kai sudah menunggunya di bagian pendaftaran. Kai terlihat lelah, dia seperti orang yang dia kenal selama ini.
" Kai aku datang". " Lily,, kamu sudah datang"." hmmm.. kamu sudah makan, kamu terlihat lelah"." ya".
Kai membawanya ke sebuah ruangan bayi VVIP. terbaring seorang bayi perempuan cantik. Lily ragu untuk mendekati ruangan itu. Kai menggenggam tangannya dan mengajaknya bertemu sang bayi.
__ADS_1
" Dia anakku....". " dengan Olive kan"." ya...."." selamat ya"." kamu tidak marah Ly"." untuk apa aku marah jika semuanya sudah terjadi. cantik sekali bayi ini. siapa namanya"." Lilyan Wyat"." kenapa ada nama panggilanku"." entahlah aku hanya ingin menamainya begitu. dia cantik seperti kamu"." tapi dia bukan anakku"." maaf Ly".
mereka berdua terdiam menatap bayi itu tertidur. mereka kembali ke depan rumah sakit, tepatnya di taman. mereka berjalan beriringan. Kai hanya melihat ke bawah dia tidak berani menatap Lily. mereka duduk di bangku taman, hanya terdiam tanpa kata seperti terakhir kali mereka pergi makan malam.