My Beloved Boy

My Beloved Boy
#6


__ADS_3

Lily di sambut hangat oleh kepala sekolah. para guru dan donatur semakin suka padanya. sebentar lagi sekolah akan mengadakan ujian akhir, jika nilai Lily semakin baik dia akan semakin mudah mendapatkan beasiswa full sampai dia lulus nanti.


Lily kembali ke kelasnya. dia melihat ke arah Kai dan Adel mereka berdua semakin dekat. tempat duduk Lily pun berpindah di belakang Della dan Olive.


..." selamat datang kembali angel. kata orang tuaku kamu sangat hebat. semua orang larut dalam permainan biola mu"." eh, orang tuamu datang Liv"." yes, apa kamu lupa dengan orang tuaku"." ah tidak tidak,, aku hanya tidak percaya orang tuamu melihatku secara langsung. aku kan jadi malu"." hahaha.. kamu ini benar-benar ya"." oh iya ngel"." kenapa Del"." ku dengar mamanya Kai juga datang"." aku tidak tahu. setelah tampil aku kembali ke belakang panggung bersama miss sarah"....


Lily menutup wajahnya malu. mungkin mama Kai bercerita banyak hal tentangnya. tapi kai dan Adel semakin dekat, bahkan dia tidak menyapa Lily lagi.


..." Ngel, kamu sekarang tinggal sendirian ya"."mmmm.. iya"." wah, bisa main sepuasnya dong. bagaimana setelah ini kita ke rumah barumu"." rumahku kecil"." tak apa. baiklah kita putuskan pulang sekolah ke rumahmu"." yoshh.. kita pergi ke supermarket dulu ya". Ajak Della....


sepulang sekolah tiga sekawan ini pergi berbelanja ke supermarket. mereka membelikan semua keperluan Lily. sebagai teman baiknya mereka tidak akan membiarkan sahabatnya kelaparan.


Kali ini tidak sengaja mereka bertemu William. dia merasa heran untuk apa mereka membeli satu keranjang full seperti ini.


orang tua Olive berasal dari entertaiment mereka berdua artis papan atas, sedangkan Della orang tuanya memiliki restaurant dan beberapa club malam ternama di kota D. jadi mereka mau berbelanja sebanyak apapun tidak masalah. Lily juga tidak masalah dengan apa yang teman baiknya ini berikan. dia juga tidak punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhannya.


hari ini Lily masih libur dari pekerjaannya. managernya juga sangat baik dan mengerti akan keadaan Lily.


ketiga teman baik ini sampai di rumah Lily, dan mereka mendapat satu tambahan orang lagi. William juga pergi bersama mereka.

__ADS_1


rumah Lily sangat kecil dan sederhana, tapi rumah ini terlihat sangat nyaman.


..." angel, bagaimana kalau kamu pindah saja dari sini. aku tahu rumah ini nyaman tapi sepi sekali"." kalau sudah malam di sini memang sepi"." bagaimana kalau saat kamu pulang dari tempat kerja"." kebetulan pak manager satu arah denganku dia mengantarkan aku sampai depan rumah"."Sykurlah kalau begitu"." ngomong-ngomong Liam sampai kapan kamu akan mengikuti kami"." sampai kalian juga pulang dari rumah angel"."Liam"." hahaha sudahlah tidak apa"." tapi Ngel, kami kan nginap di rumahmu"." tidak apa. dia juga boleh ikut menginap"." angelly..."....


Lily hanya tertawa melihat kedua temannya ini, mereka sangat lucu jika sedang marah. selesai ganti baju mereka masak bersama. mereka takjub Liam bisa memasak dan sangat enak. malamnya mereka berempat tidur bersama. tapi Lily tidak bisa tidur dan pergi keluar teras rumahnya. Liam mengikutinya.


..." di luar sedang dingin. kenapa kamu keluar"." ah Liam, kamu tidak tidur"." bagaimana bisa tidur mereka berdua tidak bisa diam"." hahaha"." malah tertawa"." Liam terimakasih ya, sudah memperlakukan ibuku dengan sangat baik"." tidak masalah, dia seperti ibuku sendiri"." kemana orang tuamu??"." kamu tidak tahu saja lingkungan orang kaya"." hmmm ya, aku mengerti. kali ini mereka pergi kemana"." denmark, mengurus pekerjaan di sana"....


Lily dan Liam terdiam lama, malam semakin larut, bahkan orang lewat saja hanya ada beberapa orang. lingkungan tempat tinggal Lily memang sangat sunyi, tapi beruntungnya dia orang-orang di sana sangat baik padanya.


Liam tiba-tiba mendekat ke samping Lily. dia memanggil namanya, Lily menoleh ke arah suara liam. dia tiba-tiba mencium Lily. dia sangat kaget dan mundur dari liam.


Ciuman pertama Lily yang di ambil oleh Liam. liam berlari dan tertawa senang. dia kembali ke mobilnya dan pulang ke rumah, dia takut akan di lempar barang oleh Lily.


Lily masuk ke dalam rumahnya. tidur di kamarny dan menutup mukanya dengan bantal. ia merasa marah tapi ada rasa senang . ada orang yang memperhatikannya. tapi Liam, walaupun dia tampan dan kaya, hatinya tidak bisa menyingkirkan Kai. Lily tahu bagaimana perasaannya kepada Kai, dia bukan hanya sekedar teman kecilnya. di hati Lily dia lebih spesial.


Paginya tiga wanita ini ribut dengan kesibukkan masing-masing. Olive baru saja selesai mandi, Della sibuk dengan dandanannya, hanya Lily yang sudah siap dan menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


sebuah mobil sedan sport sudah menunggu mereka di depan rumah. Liam menjemput mereka bertiga. Lily keluar dari rumahnya. dia protes Liam sangat berisik dengan klakson mobilnya.

__ADS_1


..." Liam, kamu mengganggu tetangga"." cepat nanti kita terlambat"." ini masih sangat pagi. aku sudah menyiapkan sarapan. lebih baik makan dulu"." baiklah"....


mereka berempat sarapan pagi bersama. Liam memperhatikan terus dengan Lily. dia sangat menyukai gadis ini. Lily mengikat rambut panjangnya seperti buntut kuda, dia semakin terlihat cantik di mata teman-temannya.


..." hey Lily"." ya??"." kenapa kamu sangat sempurna. aku iri denganmu"." percayalah, kehidupan kalian lebih baik dari pada rupaku ini"." jangan bercanda kamu Lily. ah sudahlah memang susah punya teman sempurna seperti kamu ini"." hehehe". Lily hanya tertawa....


Mereka berempat pergi ke sekolah bersama. waja Lily memerah sepanjang jalan. teman-temannya mulai curiga ada apa dengan kedua orang di depan mereka ini.


Setibanya di sekolah. mereka berpapasan dengan Kai dan Adel. hati Lily sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi. dia tidak bisa melawan tuan besar dari keluarga Wyatt.


Lily menggandeng tangan Liam dan teman-temannya untuk pergi ke kelas.


Liam kembali ke kelasnya, dan tiga sekawan itu juga ke kelas mereka.


Adel membagikan sebuah undangan.


..." apa ini?". tanya Oliv." undangan pesta pertunanganku dengan Kai setelah ujian nanti"." oh"....


Kai memperhatikan dengan Lily ketika dia membuka undangan itu. Lily hanya menghela nafas. dia berfikir apa ini waktunya dia harus melepaskan perasaannya. dia ingin memiliki Kai tapi dia juga tahu batasan dari perasannya ini.

__ADS_1


Bel tanda istirahat berbunyi. Liam menjemput Lily dan teman-temannya untuk pergi ke kantin. Kai semakin kesal, bagaimana bisa mereka menjadi akrab seperti itu. wajah Lily sangat merah ketika dia melihat ke arah Liam, dan hanya Kai yang menyadarinya. ada sesuatu yang terjadi kepada mereka. Liam sesekali mengusap kepala gadis itu, mereka berempat terlihat senang.


__ADS_2