My Beloved Boy

My Beloved Boy
#22


__ADS_3

..."Kai kamu tidak menjemputku di bandara"." naik taksikan bisa, atau minta supirmu yang jemput"." Kai, kamu itu tunangan aku calon suamiku, harusnya kamu jemput aku"." pulang sendiri"." kai, aku bilangin kakek kamu ya"." silahkan, aku cape Del kamu sebentar-sebentar kakek terus"....


Kai melepar handphonenya ke lantai kamar, sudah berapa banyak handphone yang dia hancurkan. Mama Kai mendatanginya ke kamar, dia tidak sanggup melihat putranya tertekan seperti ini. kakek Kai memang keterlaluan, terutama Adeline yang membuat putranya seperti ini.


kai mengambil kunci mobilnya dan pergi kemanapun dia suka. dia pergi ke rumah Liam, Clara menyambutnya. dia tiduran seperti biasa di rumah Liam.


Clara memakluminya dan merasa kasihan dengannya. Kai sering bercerita bahwa dia sangat rindu pada Lily.


..." Kai sekarang Lily sedang liburan di pulau milik Olive, jangan ganggu Lily dulu ya. kamu tahu saja kan bagaimana Olive, dan tolong maklumi Olive ya, baru-baru ini berita tentang orang tuanya selalu di tayangkan di berita"." ya aku tahu. mamaku ada cerita tentang orang tua Olive. dan wanita yang di sebut-sebut itu satu agensi dengan mamaku"." apa yang benar saja"." iya, dan ayah Olive juga sering ke sana"." hah, keluarga artis itu rumit ya"." ya begitulah"....


Clara memasak makanan untuk mereka bertiga. Kai tidak mau pulang kerumahnya, karena Adeline hari ini pulang dari luar negeri bersama mamanya. Dia tidak bisa membayangkan jika pergi kerumah Adeline, dia tidak tahan dengan cerewet nya mama Adel itu.


Hari semakin larut Kai memutuskan untuk pulang kerumah. sesampainya dia dirumah, di sambut oleh Adeline, mamanya dan kakeknya. dia benar-benar bilang pada kakek bahwa Kai tidak mau menjemputnya di bandara.


..." Tuan Logan, bagaimana bisa cucu anda ini membiarkan ibu mertua dan calon istrinya pulang sendiri tanpa di jemput di bandara, sekarang dia malah pergi kesana kemari"." maafkan saya nyonya Line"." mudah sekali anda meminta maaf, anda tahu anak saya dan saya kepanasan"." Kai, kamu dari mana saja. Kai jawab kakek"." ayah, sudahlah. berhenti membuat keributan dirumah ku. dan kalian anak dan mama pulang kerumah kalian"." oh nyonya Emma. berani sekali anda dengan saya ya. mau saya buat bangkrut kelurga anda"." silahkan. dan berhenti menyiksa putra saya"....

__ADS_1


Suasana dirumah Kai semakin mencekam. Adeline dan mamanya pulang kerumah mereka di antar supir pribadi kakeknya Kai. Mama nya meminta Kai untuk masuk. pertengkaran mama dan kakeknya terdengar hingga ke kamar atas. mama Kai benar-benar marah putranya di perlakukan tidak adil hanya karena masalah perusahaan, sedangkan cabang di luar negeri terus bangkit dan berjalan dengan baik di tangan Raymond kakaknya Kai.


Kai menutup telinganya dengan headphone dan menyalakan Komputer di kamarnya. dia bermain game hingga menjelang pagi. hari ini hari minggu, biasanya dulu dia dan Lily pergi jalan-jalan kemana mereka suka. sekarang dia banyak menghabiskan waktunya bermain di kamar, atau bermain basket di sekolah.


Adeline datang menemuinya dan meminta Kai mengantarnya pergi ke Mall untuk belanja. setiap Kai menemaninya belanja, selalu membawa semua barang- barangnya. Kai menolaknya dan lebih memilih untuk tidur. dia tetap memaksan Kai dan menarik- nariknya. Mama Kai turun tangan, dia melepaskan genggaman tangan Adel dari tangan Kai, dan menyuruhnya untuk pulang. Kai kembali tidur.


Adeline sangat marah, dia mau mengadu dengan kakeknya Kai, tapi sayangnya nomor tidak bisa di hubungi. kakek Kai hari ini pergi menemui Raymond di luar negeri untuk membahas masalah perusahaan cabang utama di kota D.


Dia semakin marah dan pergi dari rumah Kai. sesampainya dirumah Adel mengadu kepada mamanya, atas perlakuan keluarga Wyatt kepadanya. mamanya buru-buru menelpon suaminya untuk memutus kontak dengan keluarga Wyatt dan menarik semua saham yang mereka tanam di perusahaan Wyatt Company.


Di Luar negeri, Raymond sudah menunggu kakeknya untuk datang ke cabang. di sana dia di perkenalkan dengan papa Lily. Wyatt company di luar negeri berjalan sangat lancar, mereka bergerak di bidang perindustrian, dan pengirim bahan mentaha dan bahan jadi ke seluruh wilayah. Perusahaan Connor bekerja sama dengan Wyatt Company untuk menyediakan mereka bahan untuk membuat furnitur yang berkualitas, dan semua itu berjalan dengan sangat normal dan cepat.


Kakek ny bangga dengan Raymond, sedangkan di Kota D perusahaan mengalami kekacauan yang sangat besar. kakeknya sadar itu semua adalah kesalahannya. dia ingin meminta maaf dengan Kai, dan segera memutuskan pertunangannya dengan keluarga Line, bagaimanapun caranya, walaupun nanti mereka akan jatuh.


Raymond sangat sedih dengan keadaan adiknya di kota D, mamanya sering menghubunginya, memintanya untuk membawa Kai keluar negeri. karena keadaan di rumah mereka sangat kacau. Raymond ingin segera membawa adik kecilnya itu, tapi sekarang dia sangat sibuk.

__ADS_1


beberapa hari kemudian kakeknya pulang, dan meminta maaf kepada Kai dan mamanya, sedangkan Ayah Kai sibuk mengurus perusahaan yang di buat kacau oleh kakeknya. tapi mama Kai tidak semudah itu memaafkannya, dia sudah membuat Putranya menderita selama 1 setengah tahun ini.


......" Ma, perusahaan kali ini akan mengalami kejatuhan yang sangat hebat. keluarga Line menarik semua sahamnya dan memutus kerja sama perusahaan"." biarkan saja. biarkan perusahaan jatuh sampai ke dasar. Lihat kan kakek tua bagaimana akibat yang kamu lakukan sekarang"." ayah sangat menyesal Ma"." Emma maafkan lah beliau"." kamu yg terlalu lemah sayang. lihat yang dia lakukan kepada putra kita. kalau saja Raymond tidak sibuk sekarang dia akan membawa Kai ke sana".......


seorang sekertaris perusahaan datang ke rumah keluarga Wyatt, dia mengatakan perusahaan bangkrut. banyak karywan yang demo dengan nasib mereka kedepannya, bagaimana dengan keluarga mereka.


Raymond menelpon mamanya di saat yang tepat. tuan Tyler Connor akan mengambil alih perusahaan mereka. mereka tidak tahu bahwa dia adalah papanya Lily. tanpa fikir panjang Mamanya menyetujui. kakek Kai tidak dapat berbicara lagi, dia sangat malu sekarang, bahkan kekuatan mafia miliknya juga semakin melemah.


Ada sedikit rasa perasaan lega dari mama Kai. walaupun dia jarang bertemu putranya itu, tapi dia datang di saat tepat.


Kakek Kai merasa terpukul, dia haus kekuasaan tapi apa yang dia dapatkan sekarang, bahkan keluarganya menjauhinya dan marah padanya.


Raymond memberitahu mamanya 2 bulan lagi dia akan pulang ke kota D bersama tuan Tyler ibunya setuju dan tidak sabar untuk menunggu kedatangan mereka berdua.


Kai merasa terbebas dari jerat kakeknya, dan dia akan berjuang kembali mendapatkan Lily untuk berada di sampingnya, tapi bayang-bayang tentang Adeline yang akan menghantuinya juga semakin terlihat nyata. Kai hanya dapat pasrah pada keadaannya sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2