
Olive menangis sangat keras, hanya dia seorang yang berada di rumah, Olive marah pada dirinya sendiri, kenapa orang tuanya tidak peduli dengan putri mereka satu-satunya ini. apa dia salah sudah menginginkan orang yang harusnya tidak bersama dirinya. Tapi dia harus menanggung apa yang sudah dia perbuat sekarang.
Olive semakin takut ketika dia mengingat pertemuannya dengan Adelline di sekolah tadi. Dari tatapannya sudah seperti seorang pembunuh, Olive semakin takut dan memegangi perutnya. apa yang akan Adelline lakukan padanya nanti.
Sesaat dia memikirkan sahabatnya Angelly dan Della. apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka nanti. apapun itu Olive sudah bersiap dengan apa yang akan dia terima nantinya.
__ADS_1
sepanjang hari hanya menangis membuat gadis itu lapar, melihat tidak ada apapun di dapur dia pergi ke supermarket. Tanpa di duga dia bertemu Rian pacarnya.
"apa yang ibu hamil lakukan malam-malam begini". sapa Rian." Rian apa yang kamu lakukan di sini"." aku membeli makanan. aku kangen padamu Live"." ya aku juga. bagaimana kalau kita pulang ke rumahku"." baiklah".
Seperti sebuah kebiasaan mereka melakukannya lagi dan lagi di rumah Olive, itu membuat Olive sedikit tenang, Rian mengelus pelan perut pacarnya itu. seolah seperti bayi yang di dalam kandungan Olive adalah anaknya sendiri.
__ADS_1
Rian adalah seorang pengangguran, hanya wajahnya saja yang tampan tapi dia memiliki kepribadian yang buruk, Tapi Olive merasa nyaman saat bersamanya. Dia pacar yang bertahan lama hingga sekarang.
"Mama". sebuah nama yang membuat Olive panik dan juga sedih, hanya mamanya yang sering menghubunginya sedangkan ayahnya hanya mengirimkan uang setiap bulannya.
" selamat atas kelulusanmu sayang, bagaimana kabarmu"." baik ma. mama kapan pulang"." hais pekerjaan mama sangat banyak, apa ayah ada menghubungimu"." tidak, dia hanya mengirimkan uang saja"." sayang, ada yang mau mama sampaikan padamu"." ya ma ada apa?"." kami sudah resmi bercerai, mama hanya ingin bertanya, kamu akan ikut dengan siapa. tidak mungkin kamu di kota S sendirian saja kan"." ma, Olive sudah besar, Olive tidak mau ikut salah satu dari kalian"." Tapi Live"." sudah ma, Olive lelah mau istirahat"." baiklah, kapan-kapan kita bicarakan ini lagi ya".
__ADS_1
Olive melempar hpnya ke lantai kamar, dia semakin bingung dengan keadaannya sekarang, walau Kai akan bertanggung jawab, tapi sampai sekarang dia belum membuat kepastian dengannya, apa mereka akan menikah, secara diam-diam atau secara terbuka, walau Olive lahir dari keluarga terpandang, tapi dengan status orang tuanya sekarang akan membuatnya semakin sulit untuk bisa bersama dengan Kai. Jika dia menggugurkan janin yang ada dalam rahimnya ini, bukan kah ini yang dia inginkan. menjadi seorang ibu dan menikah dengan orang yang dia cintai.
" Hah, aku sangat lelah, bagaimana denganmu anakku. apa kamu juga lelah. bagaimana kehidupan kita nanti ya, apa hanya akan ada kita berdua saja. tapi aku sangat menginginkan ayahmu. aku harus bagaimana?".