My Beloved Boy

My Beloved Boy
#19


__ADS_3

Lily yang baru selesai mandi melihat Kai di tampar oleh Olive langsung menghampiri mereka berdua.wajah dan mata Live memerah, dia sangat marah bukan pada Lily tapi kepada Kai. dia seolah-olah memanfaatkan keluguan Lily


..."Della kita pulang sekarang"." tapi Live, aku mau berenang"." masih banyak di luar sana kolam renang dell"." oh oke-oke. kita pulang sekarang"....


Liam hanya terdiam, dia sudah tahu sejak lama antara Kai dan Lily. Clara yang orang baru juga tidak bisa menjadi penengah. mereka bertiga menunggu Lily di ruang tengah Vila. sedangkan Della dan Olive pulang terlebih dahulu.


Kai terlihat bingung, memang benar kata Live dia mempunyai tunangan, dan kalau nanti dia menikah, dia pasti akan meninggalakan Lily, tapi semua itu tidak benar dia akan menjadikan Lily sebagai wanitanya. Dia egois tapi perasaannya pada Lily itu tulus.


......" Wajar saja jika Live marah padamu, dia tidak tahu apapun tentang kalian berdua kan"." tidak, live tahu hubunganku dengan Kai. sejak smp kami selalu bersama-sama dia tahu bagaimana perasaan kami berdua. wajar jika Live kecewa dengan yang kami lakukan, Kai sudah bertunangan, dia tidak mempermasalahkan apapun yang aku lakukan dengan Kai, tapi, karena status Kai yang membuat Live ragu padanya"." Kai kamu harus mengerti persahabatan seorang wanita, dia tidak mau melihat temannya terluka mengerti"." teman apa? bahkan mereka baru saja bertemu kan"." hei Kai, jangan marah dulu. kamu tidak tahu saja betapa cerewetnya Olive waktu dia kehilangan kontak dengan Lily. dia seperti orang gila"." hey Liam jangan ngatain temanku begitu"." maaf, maaf tapi itu kenyataannya bukan. setiap hari dia menerorku tau tidak, karena hanya aku yang dekat dengan kalian bertiga".......


Lily semakin merasa sedih, Olive dan Della sangat sayang padanya, tapi dia hanya memikirkan perasaannya sendiri dan lebih mengutakan Kai dari pada mereka. Lily ragu dengan perasaannya sendiri sekarang, antara sahabat atau orang yang dia sukai sejak kecil ini.


Teman-teman Lily pergi pamit untuk pulang. Malamnya Lily mencoba menghubungi Olive, tapi handphonenya tidak aktif. dia meminta kepada supir untuk mengantarnya ke rumah Olive sekarang.

__ADS_1


sesampainya dia di sana, orang rumahnya bilang dia belum pulang. Lily pamit pulang dan menghubungi Della, dia sudah di rumah, mungkin sekarang dia tahu dimana Olive sekarang. Lily menjemput Della ke rumahnya. Della meminta supir untuk mengantarkan mereka ke sebuah Bar di tengah kota.


Orang tua Della yang memiliki Bar ini, dia juga tahu Olive sering pergi ke sini, saat dia sedang marah, sedih ataupun sekedar mencari hiburan.


tidak lama mereka menemukan Olive dalam keadaan mabuk berat bersama beberapa orang laki-laki. siapa yang tidak tergoda gadis manis sedang mabuk berat sendirian.


Della meminta para ajudannya untuk memisahkan Olive dari para pria hidung belang itu. Olive sangat marah.


mereka bertiga satu mobil dan kembali ke rumah Lily. sebelumnya Lily sudah menelpon pembantu rumahnya untuk menyiapkan air hangat dan penetral mabuk. bibinya kaget, apa Lily pergi untuk mabuk-mabukkan ternyata temannya yang pagi tadi sedang menangis keluar rumah itu.


Lily membawa Olive ke kamarnya, dia meminta olive untuk meminum sup dan penetral mabuk. dia menolak dan lebih memilih untuk tidur, dia dan Della berusaha mengganti baju Olive, dan menggantinya dengan baju tidur milik Lily.


...****...

__ADS_1


Paginya, Olive kaget, ada Della dan Lily di sampingnya, dia juga sudah berganti pakaian. dia melihat kedua temannya itu dan mengusap kepala mereka berdua. dia sangat sayang dengan kedua temannya ini, dia berharap tidak akan kehilangan keduanya, seperti dia yang akan kehilangan kedua orang tuanya. apa enaknya menjadi orang kaya, uang memang segalanya, tapi kasih sayang orang tua itu sangat di butuhkan setiap anak.


......" Olive kamu sudah bangun, masih pusing, sebentar aku ambilkan minuman pereda mabuk ya"." Angelly. maafkan aku"." tidak apa, aku mengerti kok. nah tunggu sebentar. jangan bangunkan Della dia baru saja tidur"." oke".......


Lily meminta pereda mabuk lagi pada pembantunya. Olive meminumnya, Lily melihat lekat2 temannya satu ini, ada apa dengannya hingga sering pergi ke Club malam seperti itu. Della bercerita tentang Olive selama ini pada Lily, dia sering menemani Olive pergi ke sana, karena kebetulan tempat yang sering di datanginya adalah milik orang tua Della.


..." ada apa Live. kenapa kamu seperti ini sekarang"." orang tuaku sering bertengkar di rumah, tapi mereka tidak mau berpisah dengan alasan karena aku, tapi aku sebal mendengar mereka selalu bertengkar. ayahku selingkuh Ly, dan dia tidak mau melepas ibuku"." kenapa ayahmu tidak mau melepas ibumu"." kamu tahu saja kan ibuku seorang artis terkenal, dan sekarang berita perselingkuhannya dimana-mana. aku malu. ayahku tidak seterkenal ibuku, dia ingin mencari nama dari popularitas ibuku"." hah, dunia artis sulit di pahami ya"....


Lily mulai membandingkan hidup mereka berdua, berakhir dengan perselingkuhan kedua orang tuanya. tapi pada akhirnya papa Lily meminta maaf dan sangat menyesal, walaupun nanti orang tua Olive berpisah dia masih bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dari dirinya.


dia mulai mengerti kenapa sikapnya pada Kai seperti itu. Kedua temannya ini lebih mengerti dirinya dari pada dirinya sendiri. Lily memeluk Olive sangat lama dan meminta maaf padanya, dia baru mengerti sekarang. kenapa teman begitu berharga dari pada seorang pria.


Della bangun dan mulai mengeluh lapar, acra menginap yang tertunda dari ketiga teman baik ini akhirnya terwujud, mereka menikmati waktu mereka bersama. tidak peduli pada apapun. bahkan mereka ingin masuk di sekolah yang sama dengan Lily dan belajar di rumah Lily juga.

__ADS_1


__ADS_2