My Beloved Boy

My Beloved Boy
100


__ADS_3

" benar kan kataku, ada seseorang di dalam toilet tadi". Kata seorang dari kelima siswi tersebut."* Ah, diakan adik kelas yang sedang ramai di perbincangkan itu, Olivia kan? Yang sesuka hati membalas surat yang bukan untuknya"." Wah, dia ya orang yang tidak tahu diri itu". ** *Mereka berlima membawa Olive ke gudang belakang sekolah, saat ini sekolah sedang sepi karena bel tanda masuk telah di bunyikan.


Mereka membully Olive habis-habisan, Olive hnya terdiam dan hanya bisa menerima perlakuan itu, takkan ada orang yang peduli dengannya. Setelah mereka berlima puas dengan apa yang mereka lakukan pada Olive, mereka meninggalkannya seorang diri di belakang gudang.


" Apa salahku, kenapa semua orang begini padaku. Jika aku pergi, kemana aku harus pergi. Jika menetap aku akan selalu begini". Olive menangis sejadi-jadinya. Karena tidak akan ada orang yang peduli padanya.


Seorang pria tiba-tiba menghampirinya, Olive merasa takut dan melindungi dirinya sebisa mungkin. Dia bukan orang dari sekolah Olive. Pria itu mencoba menolongnya namun di tolak Olive diapun pergi.


" Akhirnya aku menemukanmu lagi". Kata Pria itu sedang senyum hangatnya.

__ADS_1


Olive memutuskan untuk membolos dia ingin pergi dari sekolah menakutkan itu. Tanpa sepengetahuan sekolah dia membawa mobil sport miliknya yang terparkir rapi di sebuah tempat parkir yang secara rutin dia bayar setiap bulannya.


Jika di bandingkan Angel, Olive jauh lebih kaya dari Angel, tapi nasibnya tidak seberuntung Angel. Dimana dia di kelilingi oleh orang-orang baik, sedangkan Olive hanya kesialan dan keputus asaan yang dia dapatkan.


Olive memacu laju mobilnya, dia pergi kemanapun dia mau, tidak peduli dengan orang-orang dia benar-benar membenci mereka semua. Bagi Olive tidak ada yang benar-benar namanya teman sejati, tapi dia yakin suatu hari nanti dia akan menemukan pasangan sejati, yang menerima dirinya dan menyayanginya lebih dari siapapun.


" kamu dimana?"." Dimana-mana. Ada apa yah"." Sekolah kamu menelpon lagi-lagi kamu bolos ya. Lebih baik kamu ikut ayah sekarang"." Tidak"." Lalu kamu mau merepotkan orang tua begini terus"." Tidak"." Lalu kamu mau apa?". Terihat ayahnya begitu marah padanya." Aku mau home schooling saja"." Kamu tahu itu biayanya sangat banyak"." Hah. Pindahkan kesekolah lain saja"." Sudah berapa kali ini. Bukannya di sana ada teman kamu"." Aku tidak punya teman"." Baiklah, sekertaris ayah akan mengurusnya"." Terimakasih".


Dengan cepat Olive menutup telponnya. Dia malas berhubungan dengan orang tuanya, pada akhirnya dia akan kena marah dari mereka berdua.

__ADS_1


Dengan cepat Olive kembali memacu mobil sportnya dan pergi ke sebuah taman, dia tentu telah membawa beberapa baju ganti. Setibanya dia di sebuah taman kota.


" ini lebih baik". Batin Olive.


Melihat pemandangan berbagai mavam orang-orang, melihat mereka begitu akrab satu sama lain dan orang tua yang telah berumur hidup bergandengan bersama berdua, itu terlihat sangat romantis di mata Olive.


Cinta, tentu dia ingin memilikinya, namun tidak sekarang, suatu hari dia yakin ada orang yang benar-benar sayang padanya apa adanya bukan ada apanya.


Duduk sendiri terasa tenang bagi Olive, dari pada dia harus bersama teman palsunya, lebih baik begini sendiri menikmati waktu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2