My Beloved Boy

My Beloved Boy
46


__ADS_3

sebelum pergi Adel pergi jalan-jalan di sekitar taman aula konser, dia mengenali sosok ibu dan anak yang sedang duduk dan makan sepotong es cream strawberry.


Anak itu terlihat sangat senang dengan es cream nya, sedangkan sang ibu terlihat sedih.


" hallo adik kecil sedang apa?" . sapa Adel line." oh halo,, mama membelikan Lily es cream ini sangat enak tante mau"." tidak terimakasih. Olive ada apa?"." ah Adel. tidak kenapa-kenapa hanya lelah saja"." bukannya kata Kai kamu pergi jalan-jalan dengan mamamu"." mama batal pulang ke kota S. dia punya banyak job di sana"." dimana Kai?". tanya Adel.


Olive hanya terdiam. dia kembali melihat putrinya dan membersihkan sisa es cream di sekitar mulut nya. dia mengelus dan mencium kening putrinya. mereka pamit untuk pulang pada Adel, menggandeng putrinya dengan erat. tapi dia berbalik kepada Adel.


" selamat tinggal Adel". ucap Olive kepada Adel, Lilyan pun melambai kepada Adel.

__ADS_1


Dia terlihat heran dengan Olive ada apa dengan gadis itu hingga dia mengucapkan selamat tinggal kepadanya.


wajah Olive terlihat sembab dia habis menangis.


" mama sekarang kita akan kemana?". tanya Lilyan pada mamanya ketika mereka sudah di dalam taksi. " pergi sejauh mungkin hanya ada kamu dan mama saja ya"." papa tidak ikut ma??"." papa sibuk sayang. pak tolong antar kami ke alamat ini ya". pinta Olive pada supir taksi." nyonya ini sangat jauh. ongkosnya akan sangat mahal".


Olive memberikan pada supir 2 juta rupiah untuk mengantar mereka ke alamat tujuan, sang supir menyetujui dan mengantar mereka sesuai permintaan Olive.


Olive sangat rindu pada rumah itu. Vila pribadi milik nya yang di belikan oleh papanya.

__ADS_1


" mama ini punya siapa?"." milik mama sayang kita akan tinggal di sini sekarang"." hmmm tapi ini tidak seperti rumah papa"." di sini sangat nyaman sayang"." baiklah ma".


seorang pengurus Vila menyambut mereka dengan hangat, tapi Lily sangat takut kepada orang asing, mereka sangat suka pada nona kecil itu.


" selamat datang kembali nyonya. ah apakah dia nona muda kita"." ya pak law. dia putri saya Lilyan Hazlet"." apa ada masalah nyonya muda? kenapa nona muda ikut marga keluarga anda"." tidak apa. ayo Lily kita masuk mama akan tunjukkan kamar Lily"." apa kita akan tinggal di sini bersama papa?"." tidak sayang hanya kita berdua".


Lilyan terlihat heran kenapa dia harus terpisah dengan papanya hanya dia dan mamanya saja yang berada di sini.


Vila yang Olive tempati jauh dari kota, tepatnya dia tinggal di sebuah pedesaan, vilanya pun tidak semewah vila pada umumnya, hanya saja dia memiliki seorang pengurus rumah dan istrinya yang sangat baik. mereka sudah 20 tahun bekerja padanya, bagi Olive mereka adalah orang tua pengganti terbaik setelah kedua orang tuanya yang tidak bertanggung jawab itu.

__ADS_1


Lilyan terlihat kecewa dengan kamar barunya, tidak seperti di rumah papanya. Di sini semuanya terlihat barang biasa saja, tidak seperti di rumah papanya semuanya barang-barang mewah. Dia ingin marah pada mamanya, tapi ketika dia keluar kamar melihat mamanya menangis dia mengurungkan niatnya untuk protes pada mamanya. dia berharap suatu hari dia akan mengerti apa yang terjadi kepada kedua mama dan papanya.


__ADS_2