My Beloved Boy

My Beloved Boy
48


__ADS_3

tiga hari lamanya Kai dan Angel pergi berlibur keduanya terlihat sangat bahagia, Angel tidak melepaskan tangan Kai, dia seperti gadis yang paling bahagia.


Setibanya di kantor asisten Kai menyerahkan jadwal Kai yang tertunda salah satunya rapat dengan Line company.


sebuah rapat penting harus dia tunda demi menemani Angelly. Kai merasa gugup, bagaimana tidak CEO baru Line Company orang yang paling tidak suka menunda pekerjaan. Adel Line sudah lama menunggu di ruang rapat sudah hampir 2 jam dia menunggu kepulangan Kai dari Bali.


Angelly menunggu Kai di ruang kerjanya, sedangkan Kai pergi menemui Adel di ruang rapat. sudah 3 hari lamanya rapat itu tertunda, dia sudah membayangkan bagaimana sikap Adel nantinya.


" selamat pagi nona Adel. maaf jika kami membuat anda menunggu lama". kata asisten Kai.


Adel hanya sibuk dengan laptop di depannya. Asisten Adel terlihat sangat sibuk dengan beberapa berkas di tangannya. Adel menutup laptopnya dia melihat ke arah Kai dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


" apa kamu lupa CEO Kai, saya tidak suka menunggu lama dan menunda pekerjaan, saya sangat sibuk. jika ini bukan rapat penting saya akan menyerahkan semuanya kepada asisten saya"." maaf CEO Adel pesawat saya mengalami keterlambatan"." sudahlah...".


pada akhirnya kedua perusahaan besar itu melakukan rapat penting, hampir 2 jam lamanya akhirnya selesai. Adel keluar dari ruang rapat.


" ku dengar kamu cerai dengan Olive, sekarang kamu kembali lagi dengan Angel. hebat ya"." bukan urusanmu"." ibu dan anak yang malang, bagaimana bisa mereka mencintai orang yang tidak konsisten seperti kamu ini"." cukup Adel. bukannya kamu sangat sibuk". kata Kai dengan nada tinggi.


Adel yang tidak mau berdebat akhirnya kembali ke kantornya. Dia merasa iba pada temannya itu dia terlihat tertekan, dia terlihat tidak seperti orang yang bahgia, tapi sebaliknya dia terlihat bimbang.


Benar kata Adel, Kai terlihat seperti lelaki yang sangat hebat lepas satu, dengan mudahnya dia mendapatkan lagi.


Dalam hati kecil Kai dia merindukan putri kecilnya, canda tawa serta senyumnya membuat Kai tidak bisa berfikir jernih.

__ADS_1


tapi wanita di depannya ini jauh lebih cantik dari mantan istrinya.jika di bandingkan Angel Olive tidak ada apa-apanya.


walaupun begitu, Olive lah yang menemani Kai saat dia jatuh terpuruk. saat dia berada di puncak Angel lah yang menemaninya


Pulang dari kantor, Kai membawa Angel pulang kerumahnya, dia tahu bahwa orang tuanya akan merasa senang jika mereka bertemu Angel lagi.


sesampainya dirumah, mama Kai memasak makanan yang sangat enak, sayangnya selama Olive tinggal dengan mereka dia tidak di sambut sama sekali. berbeda jauh dengan Angel.


" Lily, kamu tambah cantik saja, mama dengar konsermu berjalan sangat lancar ya. bagaimana ibu dan ayah kamu di luar negeri"." mereka baik-baik saja ma. wah ada yougurt strawberry. mama masih ingat kesukaan Angel"." tentu saja. oh iya Kai kapan kalian akan menikah? mama sudah tidak sabar"." mungkin 3 bulan lagi ma"." lama sekali, bulan depan saja bagaimana"." itu terlalu cepat ma"." tidak apa, akan mama atur semuanya. ah mama tidak sabar"." mama". keluh Kai. " kamu urus saja perusahaan sisanya biar mama yang mengurus". Kata mama Kai dengan tegas.


Kai hanya bisa terdiam.

__ADS_1


__ADS_2