
Persiapan pesta pernikahan yang mewah telah menanti, tapi perasaan cemas dan gugup menyelimuti hati Olive, orang tuanya akan datang bagaimana dia harus menjelaskan keadaan ini kepada orang tuanya nanti.
Telah mencoba beberapa gaun, hingga glady bersih di gedung pernikahan Olive bertanya pada diri sendiri apa dia pantas mendapatkan semua ini, sedangkan dia berada di posisi perusak hubungan orang sekarang ini.
Pesta pernikahan akhirnya tiba, sorot mata orang-orang tidak percaya bahwa yang berdiri bersama Kai sekarang adalah Olivia Hazlet. Ayah Olive tidak begitu suka putrinya menikah dengan Kai, beda dengan mamanya menerima Kai dengan senang hati, karena para investor akan melirik kembali perusahaan milik Hazlet.
Tanpa suara tanpa gangguan upacara pernikahan terasa begitu hikmat. Pengucapan janji juga begitu lancar, tapi wajah Kai berubah secara mendadak seolah dia tidak percaya dengan hal yang terjadi sekarang.
__ADS_1
Merasa sangat lelah Olive memutuskan untuk pergi ke balkon sendirian, dia hanya berfikir apa yang dia lakukan sekarang adalah benar, apa nantinya dia akan merasa bahagia dengan keluarga kecilnya ini apa semua ini akan berjalan lama atau hanya sesaat.
Tanpa dia sadari seorang pria menatapnya lekat-lekat dan seolah tidak percaya bahwa itu adalah seseorang yang dia cari selama ini atau itu hanya sebuah ilusi.
Malam semakin larut acara pernikahan juga telah usai keduanya merasa sangat lelah selesai bersih-bersih Kai dan Olive memutuskan untuk tidur tidak sampai 10 menit keduanya tidur sangat lelap.
..." tidak sia-sia aku ikut kelas ibu hamil dulu, aku hanya ingin mengurus anakku dengan tanganku sendiri, pelan-pelan aku pasti akan bisa juga kan"....
__ADS_1
Selesai memandikan bayinya dia membawanya ke teras kamar untuk berjemur pagi. Lilyan sangat cantik putih bersih dengan rambut yang hitam tapi belum tumbuh sempurna, wajah cantik seperti Kai dan kulit putih seperti Olive. Malaikat kecil yang sempurna hadir menghiasi hari-hari Olive.
Setelah Lilyan tidur barulah Olive mengurus dirinya sendiri, di meja makan telah di siapkan berbagai macam makanan dan sayuran, dia tidak begitu suka sayur.
..." kamu kan lagi masa menyusui makan sayur itu bagus untuk asi dan memperlancar asi agar Lilyan kenyang nanti"." Ya ma"." Oh iya Live, kalau ada perlu apa bilang saja pada pelayan ya"." Baik ma"." Hais kenapa harus sayur sih. Baiklah demi Lilyan"....
Selesai makan rupanya Lilyan sudah bangun dan menangis sangat keras, bayi baru lahir memang lebih banyak butuh perhatian dan nutrisi dari asi ibu. Demi Lilyan, batin Olive.
__ADS_1
Tanpa Olive sadari dia ikut tertidur ketika menidurkan Lilyan di atas kasur, melihat ke arah jam rupanya hari sudah siang,terasa lelah di badan Olive, tapi dia menikmatinya untuk apa selalu berkeluh kesah hidup mandiri bagi Olive sudah biasa, berbeda jika dia hidup di keluarga yang lengkap dan hangat mungkin sekarang dia akan merengek untuk selalu di bantu dan meminta tolong pada orang lain maupun suaminya.