
2 Minggu telah berlalu, Lilyan akhirnya pulih dan kembali ke rumah papanya. Setelah di antar asiaten papanya kembali kerumah dia merasa gugup, apa ibu tiri dan neneknya ada di rumah.
Benar saja mama tiri sudah menunggunya pulang, dia terlihat sangat menakutkan dia takut akan dipukul dan di marahi lagi.
sebelum keluarganya berpisah dia sangat mengagumi Angelly dia cantik dan sangat berbakat semua orang memujanya.
Saat dia tahu bahwa papanya akan menikah dengan Angelly dia semakin yakin untuk ikut papanya dari pada dia harus tinggal di Desa. karena kehidupan mewah sudah melekat padanya.
Lilyan fikir mama tiri akan lebih baik dari mamanya sendiri, sebaliknya dia lebih kejam dari pada mamanya, dia tidak menerima Lilyan, bahkan dia memberikan cap anak haram padanya.
..." Tante Lily pulang"." baru pulang kamu kenapa tidak selamanya saja di rumah sakit menyusahkan"." tapi...."." sudahlah masuk kamarmu sana, aku malas melihat muka kamu itu.. menjijikkan sama seperti mamamu"....
__ADS_1
Lilyan tertunduk lesu, bukan sebuah sambutan hangat yang dia dapatkan malah dia mendapat cacian dari idolanya sendiri.
Paginya Lilyan pergi ke sekolahnya, bahkan di sekolah dia tidak mendapatkan seorang teman. dia sendirian, lagi dan lagi dia di ganggu bahkan ketika melapor pada guru mereka tidak menanggapinya.
sudah sering dia meminta pindah sekolah dari orang tuanya, sayangnya mereka tidak merespon dan pada akhirnya hanya mendapat cacian dan makian.
Lilyan memutuskan membolos lagi, dia ingin berhenti sekolah, dia ingin kembali pada mamanya. sepanjang jalan dia pergi ke taman kota yang tidak jauh dari sekolahnya.
Melihat seorang ibu dan anak yang terlihat bahagia sedangkan papanya membelikannya sebuah es krim. keluarga bahagia batin Lilyan.
Lilyan duduk di taman kota sambil memegang tasnya dan menunggu Natali, dia juga sudah sangat lapar.
__ADS_1
..." Hallo, lama ya. maaf ya". kata Natali sambil tersenyum manis membawa cemilan dan es krim vanila." aku tidak tahu kamu suka rasa apa"." tidak apa tante, Lily suka semuanya". Natali tersenyum dan merasa iba. Gadis sekecil Lilyan harus menanggung beban yang sangat berat....
perut Lilyan berbunyi sangat keras, membuatnya malu dan Natali tersenyum. Natali sangat paham Lilyan sangat lapar.
..." sayang, bisa kamu pesankan sebuah meja untukku"." tentu. kamu mau yang bagaimana". Tanya Liam di telepon." tempat yang bisa menyenangkan seorang anak"." anak? kamu hamil"." tidak sayang. aku bertemu Lilyan. Dia sangat lapar"." baiklah. ku fikir kamu hamil. hmmmm"." hey bahkan kamu belum menyentuhku"." hahaha. maaf. baiklah aku akan jemput. kalian dimana?"." di taman kota cepatlah"." baiklah-baiklah"....
Natali menutup telponnya dan menemani Lilyan yang sedang makan cemilan sedikit demi sedikit.
..." kenapa sedikit-sedikit makannya?"." tidak apa tante, Lily hanya menghematnya agar bisa dimakan di rumah"." apa dirumahmu tidak ada cemilan"." ada, tapi itu milik ibu tiri"." haiss. nah itu Liam sudah datang ayo"." kemana tante"." kita akan membuat perutmu kenyang"." baiklah"....
sesampainya di restoran Liam memesan banyak makanan untuk Lily dan memfoto secara diam-diam dan mengirimnya pada Olive.
__ADS_1
..." sebaiknya kamu bertindak cepat. lihat anak kamu. segitunya kah kalian sebagai orang dewasa membiarkan anak kecil kelaparan". sebuah pesan singkat dari Liam untuk Olive....
Alex menemani Olive selama dia membuka toko, melihat wanitanya tertunduk lesu dan menangis dia bergegas menghampiri, dan melihat handphone Olive letakkan di meja, Olive berbalik dan memeluk Alex menangis dalam pelukan pria itu.