
Tahun ajaran baru telah di mulai, Lagi-lagi Kai dan Lily satu kelas, Adel yang terpisah kelas dari Kai meminta kepada kakek Kai untuk memindahkannya ke kelas yang sama. Liam juga satu kelas dengan Lily, tapi Della dan Olive berbeda kelas.
Liam duduk bersama Lily, dan Kai bersama Adel. kedua pasangan itu terlihat sangat senang, tapi Kai merasa kesal dengan Adel. dia semakin hari semakin menyebalkan dan cerewet. setelah kembali dari luar negeri dan membawa ibunya ke sini membuat Kai merasa kesal. untuk apa dia membawa ibunya ke kota D.
..." Kai, kata mamaku hari ini makan malam di rumah ya, ajak orang tuamu ******juga******"." orang tuaku sibuk"." baiklah. aku akan tanya pada kakek"." kamu ini maunya apa? pulang-pulang dari luar negeri membuatku kesal saja"." mamaku mau menjagaku di sini, apa salahnya"." kamu kni juga sebentar- sebentar bilang pada kakek terus"." kalau bukan karena kakek kalian sekeluarga tidak akan mengiyakan semua ajakkanku"." kamu menyiksaku mengerti"." terserah aku, kamu itu milikku. mengerti"....
Kai semakin marah, Lily yang sedang asik mengobrol dengan Liam melihat ke arah Kai dan Adel yang sedang bertengkar hebat di kelas.
..." mereka membuat tidak nyaman suasana kelas saja"." hmmm"." Kai terlihat tertekan"." sangat. Adel semakin menjadi-jadi, mamanya banyak bercerita padaku bagaimana kehidupan Kai dan Adel, mereka selalu di tekan oleh kakeknya terutama Kai"." hah, aku tidak mengerti dengan keluarga itu"." aku juga. sepulang sekolah kita pergi ke kedai es cream ya"." siap nona, Della dan Olive juga ikut kan?"." tentu saja"....
Adeline pergi ke kantin bersama teman-temannya dan meninggalkan Kai seorang diri.
..."kamu sangat senang dengan Liam"." kamu terlihat sedih sekarang"." hey berhenti bercanda. aku lapar"." baiklah kamu mau apa?"." roti saja dan air mineral"." baiklah"....
__ADS_1
Lily dan Liam pergi ke kantin kebetulan mereka berdua juga sangat lapar. setibanya di kantin mereka melihat Adeline menggoda adik kelas bersama teman-temannya. adik kelas itu terlihat tampan, tentu saja. Adeline kalau laki-laki itu tidak tampan dia tidak akan mau. lalu bagaimana dengan Kai. Lily hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala. Liam hanya heran melihat gadis ini, dia sangat lucu.
..." kenapa Kai hanya makan Roti, bagaimana bisa anak orang kaya seperti dia hanya makan ini"." Liam, dia memang anak orang kaya, tapi bagi dia roti ini berharga, walau tidak mewah, tapi bagi Kai ini sangat mewah"." aku tidak mengerti"." hahaha, suatu hari kamu akan paham, sesuatu yang di berikan orang yang di sayang itu lebih berharga dari benda paling mahal sekalipun, kamu mengerti"." tidak"." haah,, sudahlah kamu memang lamban. ayo ke kelas"....
Liam iri pada Kai, bagaimana bisa dia memonopoli gadis ini sendirian. walaupun sekarang dia dekat dengan Lily, tapi dia tidak bisa mengambil hati Lily. Lily sangat sayang pada Kai sejak mereka kecil.
..." Kai, ini roti dan air mineralnya,di habiskan ya"." hmmm"." woy bocah jangan diam aja"." Liam kamu bisa diam ngak sih"." oh ayolah kalian berdua ini. nah kai kami kembali ke meja kami ya"." hmmm"." hey bocah, tunangan mu sedang bersama adik kelas di kantin"." biarkan saja"." sudah Liam ayo ke tempat duduk"....
Kai memakan roti dari Lily sangat lahap. dia terlihat lapar. selesai makan dia kembali tidur di meja. tidak ada seorang pun yang berani mengganggu Kai, itu membuatnya terlihat kesepian. Liam menghampiri meja Kai dan mengagetkannya.
Liam membawa paksa Kai keluar dari kelas. sebenarnya dia sangat baik, hanya saja Liam itu tidak peduli pada orang lain. hanya saja dia punya empatik yang tinggi. terutama Kai, semakin dia dekat dengan Lily dia semakin mengerti tentang Kai. mungkin suatu hari nanti mereka akan menjadi teman baik.
...*****...
__ADS_1
..." hey Liam, kamu punya maksud terselubung ya, tiba-tiba baik padaku"." aku baik sejak dulu"." bohong"." ya, semakin aku dekat dengan Angelly, aku semakin tau dengan kalian berdua. ngomong-ngomong kamu bisa main basket kan"." tidak"." oh ayolah"....
Kai telihat gugup, dia tidak pernah berteman dengan orang lain sebelumnya selain dengan Lily. Liam mengenalkannya dengan anggota tim basket dan pelatih mereka. Kai baru tahu kalau Liam adalah kapten tim basket ini. karena ini jam istirahat banyak murid wanita yang melihat tim basket latihan.
Lily sendirian di kelas, tapi temannya Della dan Olive mendatanginya, mereka juga bertanya kemana Liam dan Kai. Lily menceritakan semuanya kepada teman-temannya. mereka terkejut, bukannya Kai dan Liam saling bermusuhan, bagaimana bisa mereka akan satu tim. Lily hanya tersenyum. Lily punya firasat baik akan hal ini. akan banyak hal-hal menarik nantinya yang akan terjadi.
..." kai kamu bilang tidak bisa bermain, tapi kamu membantai kami yang benar saja"." sudah ku bilang kan aku tidak bisa"." Kai permainanmu sangat bagus, bahkan kapten kami kelelahan"." ti..tidak ini bukan apa-apa"." wah Kai kamu bisa malu-malu juga ya"." pelatih bagaimana ini ada pemain bagus kenapa kita tidak memasukkannya ke dalam tim"." ide bagus Alex"." nah kai apa kamu mau bergabung"." bo..bolehkah pelatih"." tentu saja boleh. saya tidak akan melepaskan pemain bagus seperti kamu"." baik saya akan bergabung"....
Tim basket bersorak. mereka kedatangan anggota bagus lagi selain kapten mereka Liam. Kai terlihat malu-malu, ini pertama kali baginya ikut bergabung dengan klub olahraga. dan Kai sangat suka bermain Basket.
mereka berdua kembali ke kelas, Liam memberinya beberapa jadwal latihan, dan selesai mereka ujian nanti akan ada pertandingan basket antar sekolah, Kai terlihat antusias dan dia meng iyakan. Lily senang melihat mereka berdua terlihat akrab. Bel tanda masuk telah berbunyi.
..." Kai, kamu tidak bilang kalau kamu suka basket"." apa urusanmu"." kai aku tunangan kamu ingat itu, dan aku akan masuk anggota cheerleaders"." apa?? hah, suka-suka kamu saja"....
__ADS_1
Lily melihat ke arah Adel, dia terlihat senang. Liam menceritakan bagaimana hari ini Kai bermain. Liam terlihat antusias ketika menceritakan tentang Kai, Lily tersenyum padanya. dia tahu bahwa Liam sangat menyukai Kai dan ingin berteman dengannya. mulai sekarang Liam akan sedikit lebih mengerti bagaimana sayangnya Lily pada Kai.
Lily berterimakasih pada Liam. untuk lebih dengan dengan Kai. sepulang sekolah empat sekawan ini pergi makan ice cream langganan mereka. kali ini Kai dan Adel ikut bersama mereka. Della terlihat tidak senang. andai saja Lily tidak mencegahnya untuk pulang, mungkin dia akan mengata-ngatain Adeline bermacam-macam.