
..." Kakak. mama mengundang Olive dan Lilyan makan malam di rumah, kebetulan sebentar lagi ayah akan pulang juga"." baiklah nanti aku tanya pada Olive"." kak bagaimana keadaan Lilyan"." Dia lebih ceria sekarang. tapi bekas lukanya tak kunjung sembuh"." Luka??"." hmm ya nanti kamu akan tahu sendiri"....
Alex kembali ke kamarnya. Dia melihat sebuah bingkai foto seorang anak perempuan, gadis itu dulunya periang sekarang menjadi wanita sedingin es.
Beberapa hari kemudian Ayah Alex datang dari pekerjaannya di pusat. keluarganya berencana memindahkan perusahaannya di kota S.
Olive menyetujui untuk datang acara makan malam di rumah Alex sebagai tanda terimakasihnya karena sudah membantunya mendapatkan Lilyan lagi.
Alex dengan penuh semangat menjemput Olive dan Lilyan dengan mobil kesayangannya, tentunya mobil ini berbeda dari mantan suaminya batin Alex. dia juga tidak lupa membawa gaun untuk ibu dan anak itu.
__ADS_1
..." Hallo Alex. Ku fikir kamu akan menjemputku di toko saja malah menjemput di Vila"." dari pada di toko bukannya lebih baik ku jemput di vila saja"." ayo masuk. maaf vilaku sangat kecil dan sederhana"." tak apa. dimana Lilyan, dia masih mandi. ah maaf aku akan segera siap-siap"." Live, ini pakailah"." aku punya banyak gaun"." hais, pakai saja"." baiklah"....
Tidak lama Ibu dan anak itu keluar dengan gaun yang Alex berikan, mereka berdua terlihat sangat cantik dan manis. walaupun Olive tidak selangsing wanita lain, tapi dia punya daya tarik tersendiri.
Alex yakin pada dirinya sendiri sedingin apapun wanita di depannya ini suatu hari pasti akan mencair juga, hanya saja tembok yang anaknya buat lebih tebal dari milik Olive, kali ini Alex harus kerja lebih keras lagi untuk mendapatkan hati kedua orang itu.
sesampainya dirumah Alex, rumah itu lebih besar dari rumah Kai. baru kali ini Lilyan melihat rumah yang begitu besar. dia kagum rumah itu sangat indah dan bersih, dan beberapa pelayan menyambut mereka dengan ramah. tidak seperti di rumah papanya.
Mama Alex dan adiknya telah menunggu di depan rumah, mereka memberikan hadiah kecil untuk Lilyan. Dia malu-malu namun pada akhirnya menerimanya.
__ADS_1
..." maaf tante, Lilyan belum terbiasa dengan orang baru"." tidak apa tante mengerti. ayo masuk". ...
Ibu dan anak itu kagum pada rumah yang mereka masukki ini, begitu besar, elegan dan juga mewah. saat di meja makan berbagai makanan telah di siapkan, kehangatan keluarga ini begitu terasa, Olive fikir ayah dan mama Alex sama seperti keluarga kaya pada umumnya, mereka berbeda batin Olive.
selesai makan makanan utama kini makan penutup telah di keluarkan. Mata Lilyan begitu takjub melihat makanan penutup yang lucu dan juga sangat enak.
..." kapan kalian akan menikah". tanya Ayah Alex yang membuat Olive tersedak." mmm itu". Olive tidak bisa menjawabnya." pelan-pelan saja yah" . sambung mama Alex." kenapa di tunda-tunda. kalian juga sudah sama-sama dewasa"." maaf tuan,, saya memikirkan anak saya. mungkin rasa traumanya belum hilang dengan sebuah keluarga baru"." baiklah. tapi tidak kah kamu merasa kasihan dengan ayahmu ini Lex, sudah sangat lama ingin punya cucu, dan kamu Lisa kenapa tidak mau menikah juga"." tidak ayah. biar kakak saja yang menikah"....
Ayah Alex hanya menggelengkan kepalanya. merasa bingung dengan kedua anaknya yang begitu bebas dengan apapun yang mereka inginkan.
__ADS_1