My Beloved Boy

My Beloved Boy
#7


__ADS_3

..." teman-teman aku ke toilet sebentar ya"." oke"....


Lily bergegas pergi ke toilet. kepalanya terasa sakit, dan beberapa bulan ini dia tidak pergi cekup ke rumah sakit. tanpa di sadari Lily jatuh pingsan di depan toilet. ketiga temannya masih asik berbincang. tapi lama kelamaan mereka khawatir dengan Lily. Della menelponnya tapi tidak ada jawaban. mereka bertiga menyusul Lily ke toilet. seorang pelajar memberi tahu kepada Violet anak dari kelas mereka tadi ada yang pingsan dan di bawa ke uks sekolah. mereka bertiga bergegas pergi ke uks sekolah.


Disana Lily terbaring lemas, badannya panas dan penuh keringat, perawat sekolah menemaninya dan memberinya infus. saat sadar Della dan Violet langsung memeluk gadis itu, mereka sangat khawatir dengannya. Liam hanya bisa melihatnya saja.


Kai datang ke ruang UKS. hanya dia yang tahu kondisi Lily. dia jadi semakin tahu jika Lily jatuh pingsan, mimisan ataupun muntah darah. dengan wajah yang sangat marah dia menghampiri gadis itu, tentu saja di belakangnya ada Adel yang selalu mengikuti kemana pun Kai pergi.


......" kamu tidak minum obatmu, kamu tidak pergi ke rumah sakit"." aku lupa"." Lily bagaimana bisa kamu lupa dengan yang sudah menjadi rutinitasmu itu"." apa hubungannya denganmu"." aku... ah sudahlah. kamu sendiri saja tidak bisa mengurus dirimu sendiri"." aku hanya lelah. berhentilah marah-marah denganku".......


Liam menjauhkan Kai dari Lily.Dia meminta Kai untuk keluar, dan membiarkan Lily istirahat. Kai tidak terima. dia hanya orang lain dan yang mengetahui tentang Lily hanya dia seorang. Kai menghubungi mamanya dan menceritakan keadaan Lily, hingga dia tidak pergi ke rumah sakit. mamanya marah dan berencana pulang. dia meninggalkan semua pekerjaannya di luar negeri dan bergegas kembali. Mama Kai sangat sayang pada Lily. karena dia sudah seperti anaknya sendiri.


beberapa jam kemudian pesawat Pribadi miliki keluarga Wyat mendarat di sekolah mereka. Mama Kai turun dan langsung me nemui Lily.


Dia meminta perawat untuk mencabut infus yang terpasang di tangan Lily, dan membawanya pergi ke rumah sakit dengan helikopternya. semua orang bingung, separah apa penyakit Lily jadi mama kai harus turun tangan langsung. Lily mengalami mimisan.


Kai menemani Lily di rumah sakit. saat sadar Lily sangat sedih. selama beberapa hari ini Kai selalu menemaninya, dan menghiraukan Adel.


Lily tak kuasa menahan tangisnya. dia sangat rindu dengan pria di sampingnya ini. dia mengelus kepala Kai. kai menangkap tangannya.

__ADS_1


..." mau apa kamu"." ah, anu itu ..."." bilanglah kamu mau apa?"." aku ingin minum"." tunggu sebentar. kemarin mama membelikanmu beberapa coklat dari kanada"." apa??"." sebentar. ini minumlah"....


Lily merasa senang di perhatikan Kai. Lily memperhatikan pesan di layar ponselnya. ad banyak pesan yang belum dia baca. Della dan Olive puluhan kali mengirim pesan.Liam juga beberapa kali menghubungi. ibu Lily juga. dia hanya bertanya-tanya berapa hari dia tidak sadarkan diri.


..."mmm. Kai, berapa hari aku di rumah sakit"." 4 hari. kamu baru saja transfusi darah, dan kamu juga selalu lupa meminum obatmu kan. bagaimana mungkin kamu bisa lupa sih"." aku sibuk"." hah, selalu saja bilang kamu sibuk, perhatikan kesehatanmu juga"." hmmm"." 2 hari lagi kamu bisa pulang"." sykurlah"." pulang ke rumahku"." tidak.."." jangan keras kepala"." ku bilang tidak ya tidak. aku sudah nyaman dengan kehidupanku ini"." baiklah kalau itu maumu, aku akan menempatkan satu pelayanku di sana"." tidak terimakasih"." Lily.."." sudah,, aku tidak ingin membuat Adeline marah padaku"....


Kai terdiam. dia tidak bisa berbuat banyak. dia semakin marah dengan pertunangannya ini.


Kai pamit untuk pulang. sorenya Della, Olive dan Liam menjenguknya. mereka sangat senang melihat gadis itu sudah lebih baik. Lily menceritakan semua riwayat sakitnya. Liam semakin khawatir dengan Lily. apapun yang terjadi dia akan me jaga Lily.


Kai datang ke rumah sakit membawa perlengkapan baru untuk Lily dan beberapa makanan kesukaannya.


Tanpa mereka ketahui Kai sudah menyiapkan segalanya untuk Lily, tapi dia terlambat. dia sangat marah, tapi dia tak punya daya untuk marah. dia tidak mau Lily marah padanya.


2 hari kemudian, Lily keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah nya. walaupun kecil dia suka tinggal di sini. orang-orangnya juga sangat ramah.


paginya sebuah mobil sedan mewah menjemputnya. Liam sudah menunggunya.


..." pagi ngel. sudah siap"." hey Liam ini tidak merepotkanmu kah??"." tidak. ayo cepat masuk"." oke"....

__ADS_1


Di luar dugaan. Kai juga menjemput Lily. tapi dia tidak berani untuk mendekat. dia hanya bisa marah pada dirinya sendiri. dia melihat ke layar hpnya tertera nama Adeline.


..." kenapa"." hais kamu ini, lupa ya untuk menjemputku"." kamu kan bisa berangkat sendiri"." hey kita satu rumah bagaimana bisa kamu meninggalkan aku"." berangkatlah sendiri, di mansion kan banyak mobil"." jemput"." berisik"." kai..."....


mobil Liam sudah melaju, Kai masih terdiam di sana. dia tidak dapat mengontrol perasaannya. dia marah, dia kecewa. tapi dia tidak punya tenaga untuk menghadapi kakeknya itu.


Di sekolah Liam dan Lily terlihat senang. Liam sangat suka mengelus kepala gadis itu. Kai sangat marah dan ingin menghajar Liam. mereka berdua berpisah masuk ke kelas mereka masing-masing.


hari demi hari berlalu. ujian akhirnya tiba. Lily harus bisa mendapatkan nilai lebih tinggi kali ini. 2 jam berlalu. dia telihat lelah. soal kali ini membuat semua orang berfikir lebih keras. Della dan Olive juga angkat tangan. bagaimana bisa soal sesusah ini.


Lily melihat ke arah Kai, dia tidur. Adel mengganggunya dan beberapa kali kena marah Kai.


......" Angelly"." ya"." kenapa kamu masih terlihat biasa saja"." biasa bagaimana"." ini soal sangat susah, bagaimana kamu masih terlihat biasa saja"." terus aku harus bagaimana"." hah, gadis pintar sepertimu memang tidak biasa".......


ujian demi ujian sudah mereka lewati. mereka terlihat seperti mayat hidup. lelah pusing, mereka hanya pasrah dengan nilai-nilai mereka nantinya.


Liam mengajak Lily dan teman-temannya untuk makan ice cream di mall.. mereka terlihat senang setelah menjalani ujian yang sulit, mereka memakan yang manis. Della dan Olive membeli apapun yang mereka sukai bahkan barang tidak berguna juga mereka membelinya.


sedang berjalan jalan dan menuju ke sebuah tempat makan mereka bertemu Kai dan Adel. Lily menggandeng erat tangan Liam dan memintanya lebih cepat jalannya. Lily menundukkan wajahnya. dia tidak suka melihat Kai bersama dengan wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2