My Beloved Boy

My Beloved Boy
61


__ADS_3

Setibanya di rumah, Kai dan Angelly terlihat sangat lelah. Kai mandi terlebih dahulu sementara Angel harus membersihkan riasannya.


Tiba-tiba Lilyan masuk ke kamar mereka dengan wajah yang pucat dan mata yang sembab sambil memeluk boneka.


..." apa yang kamu lakukan di sini pergi tidur sana". usir Angel." tante dimana papa. Lilyan takut. Lily mau papa". Dia kembali menangis, Angelly yang tidak tahan terus mengabaikan anak itu. tidak lama Kai keluar dari kamar mandi." urus anak kamu Kai, jangan merepotkan aku terus". perintah Angel." Bukannya kamu sendiri yang mau Lilyan tinggal dengan kita, badannya sekarang sangat panas. haruanya kamu memberi perhatian padanya sebagai ibu apa tugas mu"." dia bukan anakku Kai. kamu urus saja anak haram itu aku mau mandi"." Angelly". teriak Kai....


Dengan perasaan santai dia meninggalkan ayah dan anak itu. setelah berganti pakaian Kai buru-buru membawa Lilyan kerumah sakit. Anak itu semakin pucat, membuat Kai sangat was-was. setibanya di rumah sakit dia buru- buru membawa Lilyan ke UGD.

__ADS_1


..." Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu"." anak saya panas tinggi dok"." baik akan segera kami tangani mohon untuk registrasi kamar dulu ya pak. anak anda akan kami tangani terlebih dahulu"." baik"....


Kai pergi ke meja registrasi dan memilih kamar terbaik untuk Lilyan. Beberapa jam kemudian Lilyan sudah mendapatkan kamar, dia terlihat kelelahan dan tertidur. Kai merasa sedih karena beberapa hari sebelumnya anaknya sudah mengeluh badannya panas, tapi Kai mengabaikannya dan lebih fokus kepada istrinya.


tidak lama kemudian seorang perawat masuk untuk mengecek keadaan Lily.


Kai terlihat sangat sedih, Istri yang selalu marah-marah, anak sedang sakit dan dia juga harus bekerja. selama dia hidup bersama Olive walaupun Lilyan sering sakit tapi dia menanganinya dengan cepat, hanya perlu beberapa hari saja Lily kembali tertawa lagi.Dia ayah yang jahat bahkan mengurus anaknya sendiri saja tidak bisa.

__ADS_1


Paginya Kai harus menghadiri rapat. dia menitipkan Lilyan pada perawat yang mengurus Lily. Di kantor lagi-lagi Kai tidak fokus, dia menghawatirkan Lilyan sendirian di rumah sakit. Dia menghubungi Angelly bahkan nomornya tidak dia aktifkan Kai beberapa Kali mencoba tetap saja tidak aktif.


Suatu kebetulan Kai mengadakan rapat dengan Liam. selesai rapat dia mengajak Liam untuk berbincang dari masalah bisnis hingga masalah pribadi. Kai menceritakan bagaimana kehidupannya sekarang pada Liam, dia senang pada akhirnya bisa bersama dengan Angelly, tapi dia kecewa karena Angel tidak seperti yang dulu, bahkan anaknya sedang jatuh sakit, dia meminta kepada Liam untuk memberi tahukan pada Olive, Liam mengiyakan dan segera menelpon Olive.


..." yoo Live sedang apa"." Oh Liam, hanya sedang menjaga toko ada apa?"." ku dengar anak kamu sakit. sekarang dia rumah sakit". prang sebuah benda jatuh di tempat Olive." Live kamu baik-baik saja"." ya, ouch. tidak apa-apa. apa Kai dan Angel tidak mengurusnya, kenapa bisa dia sampai sakit"." Kai sibuk Angel juga sibuk katanya"." huft dasar dua orang tidak berguna mengurus satu anak saja tidak becus, dimana rumah sakitnya"." di rumah sakit Child hoop. bangsal A vip nomor 3"." baiklah aku segera ke sana"." baiklah hati-hati"....


Liam menutup telponnya. Kai merasa lega sekaligus malu, dia mendengar ucapan Olive yang mengatakan bahwa dia orang tua yang tidak becus mengurus satu anak, Kai mengakuinya.

__ADS_1


__ADS_2