My Cool Boyfriend

My Cool Boyfriend
01


__ADS_3

Jakarta, 12 februari 2020


"Sayang hari ini kamu berangkat sendiri aja ya. Soalnya papah ada meeting penting"


"ehm nanti rose berangkat sendiri pah" jawabnya dengan senyuman


Hening terkecuali suara dentingan alat makan yang mereka gunakan.  Rose selesai dengan makanannya, ia pun segera pamit untuk berangkat kesekolah barunya dengan sopir.


Tiffin High School International


"pak berhenti di sini aja"


"tapi gerbangnya masih di depan sana non. Saya antar sampai gerbang ya"


"no! Saya mau jalan kaki, paman bisa buka pintunya"


Rose turun dari mobil mewahnya dan berjalan sampai dia melangkahkan kaki kanannya di halaman depan sekolah.


Sekolah ini besar dan mewah, Pasti tak sembarang orang bisa masuk. Aku harus lulus dan mendapatkan nilai terbaik disini agar seperti kak Vernon-pikir rose


Saat dirinya berjalan di koridor kelas, semua mata tertuju padanya dan itu membuat rose risih


Tidak disana tidak disini semuanya sama saja. Menyebalkan


"maff ruang guru sebelah mana ya?" tanya rose pada salah satu siswa yang menatapnya melongo.


"a-itu dari sini lurus terus belok kiri ada lift naik ke lantai 5. Udah sampe''


"thank you"


Di depan lift, rose bingung karena liftnya ada dua. So dia harus pilih yang mana? Saat asik berpikir dia malah di kagetkan dengan suara teriakan para murid.


"ARGHKKK SEANNN!"


"SEAN GANTENG"

__ADS_1


"JUNE ERLAN YAAMPUN MAKIN KEREN"


"SEAN SAYANG!"


"KENAPA KALIAN PADA GANTENG SIHHH''


Sean dan temannya melangkah mendekati rose ralat mereka justru mendekati lift. Erlan teman Sean menekan tombol buka pada lift sebelah kiri, yang terlihat seperti lift VIV. Rose yang bingungpun mengikuti mereka dan masuk kedalam lift.


Sebelum pintu lift tertutup, rose melihat wajah kaget dari para siswa siswi di sana. Lalu tatapan rose teralihkan pada empat pria di belakangnya.


"kenapa?" tanya rose bingung


"murid baru?" rose mengangguk


"lumayan juga. Cantik, but namamu? Aku Erlan"


"Rose" jawab rose sekenanya


Angga yang melihat name tag rose bersiul pelan


"iya"


Ting


Pintu lift terbuka di lantai lima. Para pria tadi keluar mendahului rose terutama pria tinggi yang datar, dia langsung keluar menubruk bahu rose dan dengan angkuhnya pria itu berjalan sebari memasukan tangannya kedalam saku celana.


®®®


"wahh kayanya lantai lima khusus tempatnya guru deh" gumam rose


Rose melihat secara keseluruhan ruangan yang ada di lantai lima. Lalu dia berjalan ke arah lorong dengan pencahayaan yang minim, rose berhenti saat matanya membaca 7Stone's Room.


Sempat berpikir untuk membuka pintu mewah itu, tapi dia urungkan toh siapa yang peduli dengan ruangan itu? Orang dia mau keruangan guru. Rose memutar arah menuju area lain, lalu berhasil sampai di ruangan guru.


tok tok tok

__ADS_1


Rose membuka pintu dua tersebut dan betapa terkejutnya saat dia melihat ruang guru yang begitu mewah.


"kamu rose de raquell? Saya Derana Mergawati wali kelas kamu"


"iya saya rose, ohh"


"kenapa baru sampai? Dari tadi ibu nungguin kamu. Ayo kita langsung ke kelas"


"maaf ya bu, tadi rose ada kendala di rumah" bohongnya


Rose dan wali kelas rana berjalan menuju kelas yang akan rose tempati. Mereka turun ke lantai tigak, dan berjalan di lorong kelas.


Aneh, bukannya sudah bel? Tapi kok masih ada yang diluar? Kenapa bu rana tidak menegurnya? Hahh emang dasar sekolah elite


"12G bu?"


"iya, dari 12A sampai 12K kamu di tempatkan di 12G. Masuklah"


"ohh oke"


Roselina masuk terlebih dahulu dan mampu membuat murid gaduh menjadi diam tanpa suara dengan mata tertuju ke arah rose.


"anak-anak dia murid baru dari jerman, ibu harap kalian menganggap-" ucapan guru rana terpotong saat kelas kembali gaduh


"Can't you speak indonesian?"


"mana mungkin tolol! dia dari jerman mana bisa bahasa kita haha"


"tampang cantik kok bego haha"


semuanya tertawa dan itu tak lepas dari penglihatan serta pendengaran rose.


"perkenalkan nama saya Rose De RAQUELL. Senang bertemu dengan kalian" tuturnya dengan nada sinis dan tekanan


 SEE YOU NEXT TIME 💙

__ADS_1



__ADS_2