My Cool Boyfriend

My Cool Boyfriend
11


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA🧡


YANG MAU BANTU VOTE KOMEN SILAHKAN :)


©©©


Pagi hari di mansion raquell, rose sudah beres menyiapkan barang bawaannya ke dalam koper dan satu tas ransel miliknya yang ia isi beberapa pelembab,tissue,hp dsb. Rose menggeret koper merah miliknya ke luar dan maid membantunya menuruni tangga.


"ayo kak!"seru rose di dalam mobil


Mobil Ferrari 458 milik vernon melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan. Selama perjalanan, mereka tidak membuka suara. Cukup diam dalam tenang. Sesampainya di area sekolah, vernon memasukan mobilnya sampai masuk ke dalam halaman sekolah yang luas. Di sana sudah ada beberapa bus untuk menganantarkan mereka pergi ke bandara. Kenapa gak sekalian ke bandara? Karena pihak sekolah sengaja agar terabsen supaya strategis juga di aturnya. Entahlah karena itu yang panitia ucapkan.


"turun dan bilang pada gurumu kalau kau akan berangkat denganku"titah vernon dengan datar


"jika bersama kakak, berangkatnyapun sama mereka. Kan satu penerbangan. Penerbangan lainnya kan lama lagi"


"kita naik heli. Biar cepet"


"hah? O-oke"


Saking penasarannya warga Tiffin mereka sampai menunggu siapa yang keluar dari mobil ferrari itu, dan akhirnya terjawab karena raquell lah yang keluar. Padahal, mereka pikir anggota 7STONE pemilik mobil itu. Roselina berjalan ke arah guru pembimbing sekaligus ada mantan wakil ketua osis (ketua panitia acara) di samping guru itu.


Jabatan osis mereka udah lengser ke adek kelas, tapi tetep jadi ketos dan waketosnya mereka.lebay


"misi pak"


"eh rose, ada apa?koper kamu sudah di bus kan?"


"belum pak. Pak, saya mau minta ijin. Mau berangkat duluan di antar kakak saya. Boleh?"


"di antar kakak kamu? Dia mau ikut naik pesawat?"tanya waketos


"gak kok. Kakak bawa helikopter"


"Waw. Gak jet sekalian hehe?"candanya


"emang muat di atap gedungnya?"timpal pak Asep


"Yaudah. Kamu boleh pisah"lanjutnya


"makasih ya-"


Ucapan roselina terpotong dengan suara gemuruh helikopter yang datang ke atap gedung sekolah.


"roselina!"panggil seseorang


Sean


"ayok berangkat"


"ha?"tanya rose bingung


"Mana koper lo? Berangkat bareng gw"


"i-tu di-"


Sean tahu roselina menaiki mobil sport mewah tadi. Sean berancang ancang untuk menuju mobil roselina, tapi gerakannya terhenti kala melihat seorang pria keluar dari mobil itu mengenakan pakaian khas asia yang dalamannya turttlenect berwarna hitam dan kalung sebagai aksesorisnya.


Vernon berjalan ke arah adiknya dengan menggeret koper merah milik roselina. Sangat keren. Semua siswi terpesona dengan ketampanan vernon, tanpa di jelaskan kalian tahu sendiri penampilan vernon seperti apa sehingga membuat kalian teresona.


Sean menatap tajam roselina meminta penjelasan pasal pria yang keluar dengan koper milik gadisnya.


"dia kakak aku"


"what? Brother? Are you serious, bukannya anak tunggal?"


"dia vernon de raquell. Kakak aku yang baru pulang dari jerman"


vernon berhenti di samping adiknya dan menatap dingin sean di balik kacamata hitamnya. Semtara sean juga tak kalah dingin dengan tatapannya.


"lo berangkat bareng gw. Ayo!"ucap sean lalu memegang tangan rose


"Gak sean. Aku berangkat bareng kak vernon, sekali ini aja. Ijinin aku"


Sean mendengus tak terima. Dia tahu vernon kakak gadisnya, tapi apa harus berangkat bersama? Tidak dengan sean? Sean menerawang mata vernon karena takut pria itu menderita sister complex. Tapi untungnya tidak. Sean hanya menyadari tatapan biasa seorang kakak kepada adiknya. Tanpa kata, vernon meninggalkan roselina lebih dulu ke roftoop lalu di ikuti sean menggeret roselina ke sana, karena helikopter miliknya juga ada di atas.


Sampai di roftoop, roselina melihat ada dua helikopter. Milik sean dan kakaknya. Sean melepaskan genggamannya lalu pergi ke helikopter miliknya yang sudah terisi oleh tiga sahabatnya. Roselinapun berlari ke arah vernon lalu mengikuti pria itu memasuki ruang dalam heli.


Bagus sekali. Helikopter kakak sebesar ini, lalu jet pribadinya? Pasti lebih bagus-kagumnya dalam hati


Helikopter mereka terbang satu persatu, dan milik vernon berangkat lebih dulu diikuti sean di belakangnya. Dua jam dalam penerbangan, akhirnya mereka sampai di Maladewa (Maldives) yang lebih tepatnya di Hurawalhi Island Resort. Vernon tahu? Jelas. Apa tidak papa menggunakan heli pribadi ke negara orang? Semuanya sudah di atur olehnya dan juga informan yang menginfokan jadwal liburan roselina dari awal-akhir begitupun tempat-tempatnya. Dia juga sudah punya ijin landing di maldives. Toh dia juga punya cabang di sini.


Setelah mengambil kunci, mereka pergi ke kamar masing-masing. Angga sekamar dengan june dan erlan dengan sean. Tapi sean malah ikut bersama rose dan vernon ke depan kamar gadis itu. Vernon menatap sean tajam lalu menyerahkan kunci ke adiknya dan pergi begitu saja sebari menabrak bahu sean.


Sean yang tak terima hendak membalas vernon, namun ditahan oleh roselina. Belum sempat roselina mengusir sean, dia malah mengambil alih pintu roselina dan masuk ke dalamnya lalu tidur di atas kasur perempuan itu.


"sean. Pergi ke kamar kamu. Aku juga lelah mau istirahat"


"lo sekamar sama gw"

__ADS_1


"gak! Aku sekamar bareng renata"tolaknya sebari mengemasi barang-barang miliknya


Tapi kegiatan gadis itu terhenti dan terpekik kala sean mengangkatnya lalu menaruhnya di kasur di susul sean yang berbaring. Roselina hendak bangun namun ditarik kembali.


"tidurlah"


"gak boleh gini sean please"rose terus berusaha melepas pelukan sean namun tak bisa


Cup


"sean"cicitnya


Sean menciumi leher gadis itu lalu merambat ke bibirnya. Manis, itulah yang dia rasakan dan juga harum vanilla? Sean merasa ingin memakan rose hidup-hidup karena aroma tubuhnya. Toh dasarnya sean suka mesum, tangannyapun ia gerakan untuk memijit dan meremas dua gunung milik roselina di dalam bajunya.


Yang membuat sean heran dengan roselina, roselina tak pernah mendesah saat dia menyentuhnya. Padahal jika wanita lain yang hanya mendapat ciuman saja langsung mendesah liar. Lah gadisnya? Bahkan sean harus mengkasarkan kegiatannya hanya untuk membuat bibir roselina mendesah. Sangat sulit.


Tapi itu tak masalah bagi sean, malahan jadi keuntungan besar. Dia bahkan bisa menjamah tubuh roselina dimanapun dan kapanpun. Toh gak bakal ketahuan, cuma roselina kadang menangis jika dia benar-benar takut dengannya dan juga sentuhannya.


Lama bermain, kini mereka tertidur dengan roselina membelakangi sean yang sedang memeluknya, dan tangan sean yang masih diam menangkup dada roselina di dalam bajunya.


Di luar resort, Tiffin High School family sudah sampai. Mereka mengambil kunci kamarnya masing-masing, berbeda dengan renata. Dia di beritahu buk dewi jika rose sudah mengambilnya. Renata berjalan menyusuri jembatan kayu? Jalanan dari kayu? Ya pokoknya itu, Yang bawahnya laut biru dan di sisi-sisinya berjejer kamar pengunjung. Lama mencari, dia melihat nomor kamarnya. Hendak masuk, tangannya tiba-tiba di cekal oleh tangan kekar di samping renata. Dia mendongak dan melihat salah satu most wanted yang mencengkram tangannya.


"lo sekamar sama gw"ucapnya tiba-tiba dan dingin


"ha? Mak-maksudnya?"tanya rena gugup dan bingung


"sean di kamar raquell. Dan lo sekamar bareng gw. Ayo"


"eh t-tunggu erlan. Nanti kalau ada yang tahu, bisa gawat"


Erlan tak menggubris, dia terus membawa renata ke kamarnya dan menyuruh gadis itu membereskan barang miliknya.


"ini koper sean masih disini. Aku sekamar bareng rose aja ya.  Kalau enggak, aku sekamar bareng buk dewi"


"diem lo. Lagian gw gak bakal aneh-aneh. Gw gak nafsu sama cewek cupu"ucap erlan dengan nada tak bersahabat


Renata menunduk dan sadar diri. Dia kembali membereskan barang bawaannya lalu duduk di sofa panajang yang halus dan empuk sebari menghadap lautan jernih. Indah sekali. Tempat ini lebih cocok untuk honeymoon di bandingkan acara main anak pelajar.


Panitia acara bilang, mereka bebas mau ngapain aja disini asal tidak aneh-aneh yang membahayakan diri sendiri dan tempat ini, pasalnya mereka lagi di negara orang. Tapi di sela kebebasan mereka, ada jadwal tertentu yang harus mereka lakukan. Karena inti dari liburan ini adalah untuk membuat album kenangan, jadi panitia sudah menyiapkan acara api unggun akhir malam nanti dan sorenya sesi Foto bersama, entah semua kelas ataupun perkelas.


Sore ini, pukul empat lebih 10 waktu Maladewa yang di indonesia mungkin sudah pukul enam lebih dua puluh menit. Mereka beda dua jam dan indonesia lebih cepat di banding maldives.


"kemana?" tanya sean saat dirinya masuk ke kamar rose sebari dengan kopernya dari kamar erlan


"gak kemana-mana, cuma mau lihat sunset sama renata"jawab roselina sebari mengoleskan pelembabnya


Roselina langsung mendelik melihat koper sean, dan sean langsung menatapnya tajam seakan dia biacara lakukan sekarang. Roselina menghela nafas lelah karena ulah sean, dia beranjak dan langsung merapihkan barang milik sean. Sedangkan sean, malah asik main ponsel.


Beres dengan barang pria itu, dia keluar diikuti sean di belakangnya, lalu bertemu renata yang juga keluar dari kamar bersama dengan erlan. June dan juga angga keluar dari kamarnya.


"widih. Gercep juga lan"ujar angga


"fucek"


"awas re. Erlan walaupun bilang gak suka, tapi tetep di makan"


"m-maksudnya?"


"gak usah di dengerin ****"tukas erlan


"renata gak ****. Dia pinter"timpal rose


Saat erlan akan menjawab, tak sengaja matanya melihat tatapan sean yang membuatnya mengurungkan diri. Rose menggandeng renata untuk pergi ke pesisir dan melihat sunset di sana, diikuti sean and the geng. Karena ketampanannya, empat pria itu banyak sekali di goda wanita maldives atau mungkin turis yang sedang berlibur.


Sean berniat membuat roselina cemburu tapi apa yang dia dapat? Sean di abaikan roselina. Wanita itu benar-benar jujur akan perasaannya.


Cih! Lucu sekali. Padahal gw tahu dia gak punya perasaan


Akhirnya, sean mengeluarkan aura dingin dan muka datar miliknya. Tapi itu hanya membuat sebagian wanita terdiam, tidak dengan separuhnya yang masih mengagumi sean. Berbeda dengan angga dan erlan, mereka justru menikmati wanita seksi di sana. June? Dia sama seperti sean, diam. June itu bakal ngomong banyak jika topiknya menarik, topik apapun asal menarik.


Di bibir pantai, mereka menikmati saat-saat matahari terbenam dan mengabadikan momen itu. Saat mereka datang, ternyata sudah ada beberapa murid tiffin di sana yang sedang bermain sebari berfoto-foto.


Saat jam enam lebih, mereka kembali ke kamar dan bersih-bersih lalu di suruh kembali ke bibir pantai untuk makan bersama.


"woah beautiful beach"ujar rose memuja


"baru?"


"ehm. Aku gak pernah kemana-mana, jadi baru sekarang juga pergi liburan"


"serious?"


"kalo di rumahpun cuma ke mall belanja kebutuhan lalu pulang. Awal keluar selain mall itu bareng renata ke pasar"


"ngapain?"


"kunjungan ke tempat ayahnya renata"


"oh"

__ADS_1


Sean menarik rose di tempat duduk paling ujung karena itu di sediakan khusus permintaan sean. 7STONE, rose dan renata duduk bersama sehingga mengundang mata yang lain. Roselina sudah kebal dengan mereka dan berbeda dengan renata, dia merasa dalam posisi terberat yang akan menjerumuskannya ke neraka.


"kamu tenang aja re, ada aku. Aku jamin gak ada yang bakal nyakitin kamu"ujar rose setelah tahu aura ketakutan renata


"tapi aku pasti masuk daftar bully lagi rose"cicitnya


"gak ada yang bakal ngebully lo"


Setelah sean angkat bicara, makanan mereka datang. Sean langsung memilih makanan mana yang harus di makan oleh pacarnya suapaya sehat. Banyak makanan yang di sajikan. Salah satunya makanan khas maldives yaitu bajuyi, mas huni, chicken biryani, fihunu mas, bis keemiya dan beberapa hidangan lainnya lalu ada juga hidangan-hidangan indonesia, cuma beda nama.


"makan"


"gak usah di suruh, ini juga mau"ujar rose


"ini negara tengah laut dataran juga rendah, gak takut tenggelem apa?"


"kalo gak kaya gini, ini negara gak bakal kaya sekarang ga"


"iya juga sih. Tiga hari kedepan kita bakal pulang kan?"


"maksud lo? Lo gak mau pulang?"


"yakali tiba-tiba tsunami, takut gw lan"


"jijik gw. Tinggal mati kok susah ga. Biar gak ribet gali kuburan"


"SAD ANYING"


"eh ra, kakak lo mau sekalian ngebisnis ya? Emang umurnya berapa si? Kaya muda, tapi kaya lebih tua"lanjut angga bertanya


"kak vernon punya cabang di sini. Dia gak jauh kok umurnya sama aku, cuma 3th lebih tua. Muka kakak emang awet muda"jawabnya dengan sedikit ketawa


"ganteng ya gila. Kalo gw cewek beh, tergila-gila"


"terus sekarang dia kemana?"lanjtnya


"kakak? Pulang, mungkin. Atau ke kantornya. gak tahu"


Setelah itu, mereka malam sebari bercanda gurau dan kadang membahas sesuatu. Renata juga semakin sini semakin biasa, tidak canggung lagi. Sampai akhirnya mereka terganggu saat ada seseorang yang meneriaki nama sean dari jauh.


"KAK SEAN!"


Wanita itu berlari saat mata tajamnya menangkap wujud sean dari remang-remangnya malam.


Akhirnya aku nemuin kakak setelah mengitari resort-resort di maldives-batinnya


Sean yang mendengar itu mengkerutkan keningnya bingung karena ada tak ada angin tak ada hujan gadis itu berada di hadapannya. Sedangkan roselina dan renata? Dia terheran saat melihat seorang perempuan tiba-tiba datang dan memanggil sean.


©©©


**hai! aku kambek


Maaf kalo ada typing terbang di Maldives :v


Vernon Outfit**



+Kalung



Sean Outfit



Roselina Outfit



Hurawalhi Island Resort







Vernon Helikopter



Vernon Ferrari


__ADS_1


__ADS_2