
SELAMAT NMEMBACA🧡
Di mansion Tiffin, sudah tiga hari sean tidak masuk sekolah. Saat cassandra bertanya, sean hanya menjawab bahwa dia ingin bersama ibunya. Tiga hari cukup untuk ia luangkan waktunya seharian bersama seorang ibu. Dan hari ini, sean kembali ke sekolah dengan mengendarai motor sportnya yang berwarna biru putih miliknya.
Sudah tiga hari juga sean mengabaikan pesan roselina, yang berbunyi
D1
Roselina
Tumben gak sekolah?
Kamu kenapa? Sakit?
(4) missed call
D2
Roselina
Sean?
Aku jenguk ya kalau sakit
Kata june kamu gak sakit, kenapa sebenarnya?
Sean?
(3) missed call
D3
Roselina
Aku ada salah ya sama kamu? Aku minta maaf deh
Yaudah. Kayanya kamu gakmood ya? hmm
Sampai nanti di sekolah
Sean beranjak dari motornya dan langkahnya terhenti saat mendengar deru kenalpot lain. Ketiga temannya baru saja sampai menggunakan mobil sport.
"udah masuk aja lo"ujar angga
"yalah"
"lo kenapa si? Di ajak ke basecamp gak mau, sekolah gak masuk. Kenapa?" tanya erlan
"kencan sama nyokap"jawab sean dengan sekenanya
"wegesleh. Gak salah si, lo kencan sama tante cassandra. Toh dia awet muda, cakep"tutur angga
"raquell nanyain lo mulu" barulah june angkat bicara
"tahu"balas sean dengan muka datar
"tempe"canda angga
"renata!" panggil erlan saat renata memasuki gerbang sekolah
Yes, sudah dua hari erlan dan renata jadian. Maksudnya, hubungan mereka sudah di update yang hasilnya semua warga sekolah tahu. Kenapa gak beakstreat? Erlan yang tidak mau dengan alasan
Aku gak mau kamu sakit hati karena ada cewek yang nyantol di sisi aku saat mereka gak tahu kalau kita lagi pacaran
Kenapa akhirnya renata menerima erlan? Kalian tahulah, erlan juga orangnya pemaksa.
Kamu harus pacaran sama aku! Kamu milik aku ren! Aku gak minta persetujuan kamu karena yang jelas, kita pacaran mulai sekarang. Dan aku akan memberi tahu orang di luaran sana. Kalau kamu tetep gak mau, siap-siap perut kamu bawa drum terus ibu kamu shock dan akhirnya darah tingginya naik. Mau?"
"rose!" panggil renata saat melihat roselina kembali di antar supirnya
Mata tajam sean mendelik dan langsung melengos pergi saat senyuman roselina di tunjukan padanya. Roselina memegang erat tali tasnya lalu menyembunyikan wajah sedihnya dan kembali tersenyum.
"mau ke kelas?" tanya rose pada renata
"lo ada masalah apa sebenarnya sama sean?"bukan renata, melainkan june
__ADS_1
"aku gak tahu, tiga hari dia mengabaikan pesanku. Mungkin dia ada masalah sama keluarganya" erlan menggeleng saat roselina berkata sean mempunyai masalah dengan keluarganya
"justru dia anteng-anteng aja. Semenjak tante cassandra pulih, keluarganya tambah harmonis"
"aku gak tahu er. Mungkin aku punya salah sama dia sampai harus menghindar gitu. Aku duluan ke kelas ya, aku duluan ren"pamitnya
Roselina melenggang masuk menyusuri koridor untuk mencapai lift, ia memakai lift biasa yang di gunakan siswa lain bukan anggota 7stone. Sampai lantai 5, roselina keluar dari lift dan berjalan kembali di koridor dengan berbagai siswa siwi yang sedang beraktivitas.
Duduk di bangku dengan diam sebari membaca buku mapel, kupingnya tiba-tiba memanas karena suara bising kelas. Kelasnya riuh karena guru mapel jam pertama sampai jam ke tiga tidak ada, alias jamkos. Roselina pergi ke perpustakaan yang pasti sedang sepi di jam segini.
Duduk di bangku perpustakaan dekat jendela di temani pencahayaan yang bagus. Roselina menghirup udara yang masuk dari sela jendela yang di buka. Dia berniat memasang headset pada telinganya tapi terhenti saat telinganya lebih panas mendengar suara perempuan.
Menghembuskan nafasnya dengan kasar, roselina berniat menegur mereka yang pasti sedang berbuat tak senonoh di dalam perpustakaan yang sepi.
TUK TUK TUK
Kepalan tangannya di ketukan di meja saat matanya menangkap punggung pria yang sedang memojokan wanita di sisi lemari buku.
"tolong jika ingin berbuat tak senonoh, lebih baik jangan bersembunyi. Tunjukin di luaran sana jika berani"ujar roselina dengan jengah
Terdengar pria itu berdecih dan tertawa sinis sehingga membuat dahi roselina berkerut menatap bahu lebar itu. Pria tadi menjauhkan diri dari wanita di hadapannya dan membalikan badannya menghadap roselina. Kekasihnya.
"s-sean"ujar rose tak percaya
"kenapa? Kaget?"tanya sean dengan santai
Bola mata roselina terus bergerak karena tak percaya akan perbuatan__kekasihnya dengan wanita lain. Terus mengerjap karena merasa panas, akhirnya roselina bergegas mengambil buku paket miliknya berniat keluar.
"mau kemana? Diam lah di sini"
Langkah roselina terhenti, sejenak ia menetralkan dirinya lalu menghadap sean.
"aku akan duduk di sini dan penjaga perpus akan segera datang, sebaiknya kalian melanjutkannya di tempat lain"ujar roselina dengan menunduk lalu kembali duduk di bangku awal
Sean tersenyum miring lalu mendaratkan dirinya di kursi sebelah roselina. Matanya menatap lurus ke depan tanpa berminat menatap wajah roselina.
"mendekatlah"
Roselina mendongak melihat sean. Dia pikir sean memanggilnya, namun pikirannya salah. Sean memalingkan wajahnya pada perempuan yang roselina tahu adik kelasnya. Kenapa tahu? Bed logo yang terpasang di bawah namanya sudah mencerminkan bahwa dia kelas sebelas. Dan namanya Delia Nuradisti.
Delia mendekatkan diri pada sean dengan sedikit ragu karena di hadapannya ada keturunan Raquell sekaligus kekasih asli Tiffin. Sean menarik tangan delia sehingga duduk di pangkuannya. Segeralah mata roselina mengalihkan diri.
"ssh kakkk ada kak rose"ujar delia dengan berbisik saat tangan sean aktif
"biarkan saja dia. Toh dia sendiri yang bilang sendiri, jika ingin seperti ini harus di tunjukin. Gw cuma nurut"
Lalu bibir sean melahap bibir merah milik delia sampai delia menggeram nikmat. Semakin dalam dan semakin panas, sampai headset roselina tak mampu menyumpal suara decapan kedua insan. Tanpa rose tahu, sean melirikan mata tajamnya ke arah roselina. Mulutnya tersenyum sinis di sela ciumannya.
"Akkh!"
CUP
tangan sean menarik roselina dengan tiba-tiba lalu menempelkan bibirnya pada bibir roselina. Bukan hanya itu saja, sean bahkan melumatnya saat roselina masih di landa keterkejutan. Pria itu tidak munafik. Bibir roselina sekali sentuh nikmatnya tiada tara, beda dengan gadis lain terutama bibir merah lipstick milik delia.
PLAK
Roselina langsung mendorong dan menampar sean dengan keras sampai telapaknya berdenyut sakit. Sean keterlaluan? Tentu saja.
"kamu kira aku sama kaya dia? Hah?! Kalau kamu mau pisah silahkan. Aku gak mau punya pria sampah kaya kamu! Jijik banget bibir aku di sentuh sama bibir kamu yang murahan"ujarnya dengan marah
Telapak tangan roselina mengusap-ngusap bibirnya dengan kasar dan mengambil sapu tangan miliknya lalu di elapkan ke bibir. Setelah merasa cukup, roselina melemparkan sapu tangannya ke muka sean dan berdiri hendak pergi namun di tahan sean.
"gw gak mau putus dari lo. Dan lo gak akan bisa mutusin gw begitu aja!"ujar sean dengan tajam
"kenapa? Karena bibir aku? Leher aku? Tubuh aku? Kamu bisa nikmatin semua perempuan. Bebas. Tapi mulai sekarang, jangan pernah sentuh-sentuh aku lagi!"
Selepas genggaman sean, roselina buru-buru bergegas ke arah pintu namun telinganya mendengar perkatan sean dengan jelas.
"lo gak bisa pergi jauh dari gw karena gw bakalan selalau ada di sisi lo. Itu janji gw"lagi. Sean mengucapkannya dengan mantap
Setelah menyingkirkan delia, sean berjalan ke arah kekasihnya lalu menarik tangan roselina menuju kelasnya.
"apaansi sean! Lepas gak? Sean!"rontanya, namun tak di gubris oleh sean
"kenapa? Apa salah aku yan?" tanyanya dengan lirih seraya menahan kakinya
__ADS_1
"kamu kaya gini karena aku punya salah kan? Tiga hari aku hubungin juga gak aktif"
Tetap tak menjawab, sean menggeret roselina sampai ke bangkunya.
"lo jagain temen lo"ujar sean pada renata
Seluruh kelas nampak sedikit kaget karena kedatangan tiba-tiba sean dengan menggeret roselina. Pria itu pergi dari hadapan rose yang hanya diam merasakan kesedihan.
Pulang sekolah, roselina di suruh menunggu oleh sean di parkiran dengan teman-temannya. Roselina pikir, sean lagi menyiapkan diri untuk menjelaskan sesuatu padanya. Tapi apa yang dia lihat sekarang? Menunggu kekasihnya selama 25menit kini membuahkan kekecewaan. Sean datang dengan si primadona Delia. Pria itu mengabaikan tatapan temannya dan raut kecewa kekasihnya. Dia malah asik tertawa dengan delia dan tangannya bertengger di pundak gadis itu.
"ngapain aja lo? Kita nunggu kepanasan di sini"ujar angga
"biasalah. Gw sama cewek gw ada urusan. Ya kan?"ungkap sean dengan santai
"iya. Maaf ya semuanya"ujar delia dengan sok manis
"eh sorry rose, lo bareng june ya. Soalnya gw bonceng delia"
Tanpa menanggapai, roselina langsung memasuki mobil sport june. Erlan dan renata juga memasuki mobilnya dan angga sendiri. Niatnya hari ini mereka akan mengadakan makan-makan di basecamp karena kepulihan erlan. Cukup lebay emang. Tapi mau bagaimana lagi? Erlan yang traktir.
Motor sport sean berjalan di depan mobil june lalu di belakangnya angga dan terakhir erlan. Roselina menatap kedekatan delia dengan sean. Wanita itu sengaja memeluk sean dan merapatkan diri. Rose berdecih dan mengalihkan pandangannya.
"sebenarnya ada apa?"
Walau terlihat datar dan terdengar dingin. June merasakan raut kesedihan roselina saat sean dengan terang-terangan memiliki wanita lain. Dia bersimpati.
"gak papa"
"maknanya ada apa-apa. Gw tahu dia brengsek, tapi gak pernah seterbuka ini. Lagian gw udah lihat di matanya, kalo lo adalah wanita yang sean harapkan. Dan semenjak sama lo, gw gak pernah lihat sean main sama yang lain"
"jadi maksud kamu, sean suka selingkuh?"
"menurut gw bukan selingkuh. Toh dia gakda main cinta saat mendekati cewek. Dia cuma main-main"
"tapi saat matanya natap lo waktu hari pertama lo masuk sekolah. Gw udah tahu kalau dia beneran jatuh cinta"
"ahh waktu di lift?" june mengangguk
"aku gak tahu kesalahan apa yang membuatnya seperti itu. Biarkanlah dia menikmati kegiatannya selama hatinya senang"
"dan ngerelain hati lo sakit?"
"belasan tahun aku di benci kakakku dan sakitnya belum sebanding dengan sakit yang baru saja sean berikan. Aku masih baik, entah besok dan besoknya"
Di basecamp 7Stone, terlihat sean membantu delia turun dan membantunya mencopot helm. Romantis bukan? Mereka memasuki tempat itu dan membuat delia kagum. Semua orang dalam menatap delia heran. Lalu sean menjelaskannya
"dia cewek gw. Gw yang jamin dia gak bakal macem-macem"
Kembali heran, mereka menatap roselina dan delia bergantian.
Bukannya cewek sean itu adalah keturunan Raquell? Yaitu roselina
Hampir semua berpikiran seperti itu. Sean membawa mereka ke ruang ganti dan memberikan para wanita baju santai yang baru di beli. Saat menuju ruang ganti, delia terkejut karena sean menarik tangannya ke sebuah ruangan yang roselina tahu adalah Kamar sean. Roselina mengecek pakaiannya tanpa memperdulikan sean walau sebenarnya ia peduli.
"kamu__beneran gak papa rose?"
"gak ren. Jangan bahas lagi ya. Yuk ganti"renata tersenyum lalu menggapit tangan rose ke ruang ganti
Selesai ganti, mereka kumpul di halaman basecamp yang luas. Semua mata menatap roselina takjub. Roselina keluar dengan baju yang terbuka. Siapa yang pilih? Jelas angga. Dia sengaja memilih baju itu khusus untuk raquellnya karena ingin melihat reaksi sean.
Sean dengan keromantisannya bersama delia keluar dan menghampiri teman-temannya. Mulut yang tertawa dan matanya menjadi menyipit. Kini tawaan itu langsung tergantikan dengan raut yang tak terbaca. Datar?iya dingin?iya marah?iya takjub?iya. Matanya menatap tajam roselina dan tangannya mengepal. Emosi sean kembali.
Sean's motorcycle
Roselina outfit
Maaf kalau ada typing
Makasih sudah baca📌
kasih aku dukungan dong buat update:'
__ADS_1
like, comment and share ke temen2 kamu:)
SEE YOU NEXT TIME