
SELAMAT MEMBACA🧡
"aku mohon, kamu bangun sayang"
"HEEEEE___HAAAAAAA"
"ROSELINA"
setelah sean membisiki roselina, sean menjauhkan wajahnya berniat menaikan kembali kain putih itu. Tapi sebelum tertutup, tiba-tiba roselina bangun dan langsung meraup udara seakan dia terbangun dari mimpi buruk.
Dengan cepat, sean memeluk roselina erat seraya meneriaki namanya senang.
Sedangkan di kamar roselina__
"maaf tuan, hasil data medis nona raquell tidak ada yang berpotensi buruk. Semuanya baik. Bahkan anda sendiri juga memeriksa data medis nona. Tapi entah kenapa__ini di luar ekspetasi kami semua. Kami minta maaf yang sebesar-besarnya"ujar dokter itu lalu membungkuk beserta perawatnya.
Mereka yang masih berduka hanya diam. Lalu terdengar suara teriakan sean yang memanggil roselina. Richard keluar dan terbelalak saat anaknya kembali.
Berlari menuju brangkar roselina di susul orang dalam ruangan, richard merengkuh tubuh putrinya dengan sangat erat.
"linaa papah mohon jangan seperti tadi"ujar richard sebari terisak
Roselina yang masih sibuk mengatur nafasnya hanya terdiam walau dia merasa heran dengan situasi saat ini.
"sungguh keajaiban tuhan. Mari saya periksa, nona roselina"
"detak jantungnya normal kembali, kalian antar pasien kembali ke kamarnya"
••
Sedikit demi sedikit, rose menarik tangannya dari genggaman sean yang sedari tadi di sisinya, tapi di genggam lagi oleh pria itu karena tak ingin lepas. Vernon dan richard duduk di sisi lain dengan vernon duduk di ranjang samping kakinya. Angga, erlan dan renata berdiri di sisi sean.
"kamu tadi kemana sayang? Papah manggil kamu tapi gak bangun-bangun"
Raina mengusap air mata ayahnya dengan lembut lalu tersenyum.
"rose gak akan ninggalin papah kok. Rose cuma mampir sebentar untuk ketemu seseorang"
"k-kamu__ketemu mamah?"tanya vernon. Rose menggeleng
"anak kecil"
DEG
Genggaman sean melemas, semuanya juga terkejut.
"aku tad-"
GREBB
Sontak saja mereka terkejut dengan apa yang di lakukan sean. Pria itu tiba-tiba berdiri dan langsung memeluk roselina sebelum meneruskan perkataannya. Sean begitu erat memeluk wanita yang ia sayangi dengan posisi, wanita itu setengah duduk.
Sean belum bisa mendengar kenyataan bahwa roselina hamil dan karena dirinya__dia keguguran. Ia akui ia menyesal. Andai saja dokter klinik itu tidak salah tes, mungkin sean dengan senang hati akan menjaga roselina.
Roselina juga kaget karena sean memeluknya dengan tiba-tiba. Vernon sudah berancang-ancang akan memisahkan sean, tapi roselina tahan menggunakan tangannya di saat dia merasakan beberapa tetes air pada pundaknya.
Sean__menangis
"aku__minta maaf"bisik sean yang bahkan hanya terdengar oleh roselina
Seberapa marahnyapun roselina, ia masih tetap mencintai sean. Dia sudah terbiasa dengan adanya kehadiran sean. Roselina membalas pelukan pria yang sekarang menangis di pundaknya.
Setelah mendapat balasan atas pelukannya, sean semakin menangis di hadapan semuanya.
TOK TOK TOK
pintu di ketuk lalu terbuka dan tampaklah william juga istrinya. Cassandra. Mereka berdua memasuki ruang inap roselina dengan santai lalu william menendang belakang lutut sean sampai remaja itu memekik pelan dan jatuh di lantai.
Lalu tatapan william mendelik tajam ke arah angga.
"datang tiba-tiba dan membawa kegaduhan di mansion tiffin, kalian kira saya tidak tahu hah?"
"maaf om__maaf, maaf. Angga cuma di suruh sean, maaf om. Suer" ucanya sebari berlutut
"sudah-sudah. William!"tegur cassie
__ADS_1
Cassandra membantu sean berdiri dan dia menoleh kehadapan roselina. Cassandra tahu apa yang terjadi dengan remaja putri itu dari william dan william dari agent'nya. Cassandra juga ikut menangis kala mendengar bahwa roselina meninggal. Tapi, hal berikutnya yang ia dengar justru mengembalikan senyumannya. Roselina kembali hidup.
Dari agent william, mereka hanya dapat melihat gerak gerik kondisi dalam ruangan rose. Tapi soal suaranya, kebetulan sekali william menaruh alat pengintai eh perekam ya semacam itulah__di dalam sepatu sean. Dari kecil, william tak pernah ketinggalan info kalau sean membeli sepatu baru. Semua koleksi sepatu sean dari kecil sampai sekarang, semuanya penuh alat pengintai berukuran kecil yang ia tanamkan di dalam alasnya.
So, mereka bisa mengetahui kondisi renata walau tanpa mengunjungi. Ahh__soal acara kabur sean, william juga tahu. Cctv kecil yang ia tanam di sebagian tempat yang hanya ia ketahui, menampilkan beberapa part sean yang berlari dan meloncat berusaha keluar mansion.
William membiarkannya karena dia hanya ingin melihat sean melakukan tugasnya sebagai lelaki. Sampai akhirnya, cassandra memaksa william untuk menengok roselina.
"kamuu udah baikan nak?"tanya cassandra seraya mengelus kepala rose
"tantee"
"iya sayang, ini tante"
"tantee tau rose di sinii?"
"maaf ya rose, tuan raquell. Sebelumnya, kami minta maaf. Kami telah mengintai lama tempat ini, william dan saya sudah tahu tentang kondisi roselina"
"jadi__kalian memata-matai kami?"tanya richard
"bukan gitu maksud saya, saya hanya ingin melihat perkembangan putri tuan dari jauh. Karena, saya masih malu atas kelakuan anak saya pada anak anda"
"tidak papa__saya juga tidak peduli, yang saya pikirkan hanyalah roselina"
"papah"lirih rose lalu meminta ayahnya untuk berpelukan.
"rose kangen mamah"bisiknya pada saat memeluk richard
Richard memutuskan pelukannya dan merapihkan rambut anaknya lalu tersenyum.
"nanti__nanti kalau kamu sudah sembuh__kita tengok mamah"tawarnya seraya mengelus kepala roselina
"kalau boleh, rose mau seperti tadi__rose mau ketemu mamah walaupun sebentar"
"roselina__papah gak akan ngebiarin kamu pergi kesana lagi__papah gak mau kamu kaya tadi__papah sayang sama kamu"lalu di peluk lagi roselina dan di susul vernon
"emm__bolehkah saya meminta waktu kalian sebentar?"
Semuanya menatap cassandra bingung. Richard dan vernon melepaskan pelukannya pada roselina dan ikut menatap cassandra.
"ini__soal wanita. Saya akan mengobrol dengan roselina secara keibuan. Yang barangkali dia butuh cerita"
"rose tidak akan kemana-mana sean. Percaya sama mamih"
Erlan, angga dan renata keluar lebih dulu, lalu di susul vernon dan richard setelah roselina memberikan senyuman agar dirinya tidak usah khawatir. William menggaet tangan anaknya keluar dan langsung menutup pintu.
Cassandra menghembuskan nafasnya lalu duduk di sisi ranjang kekasih anaknya dan memeluk roselina.
"tante minta maaf"
"iya?"
"atas semua kelakuan buruk anak tante. Sean. Semuanya gara-gara tante. Tante minta maaf"
"a-apa tante tau tentang kecelakaan yang sean bilang ke rose?__dia bilang__orang yang nabrak tante dulu adalah__mamahnya rose. Rose meras-"
"itu kecelakaan sayang, gak ada yang harus di salahkan dalam kecelakaan itu. Tante gak tau kalau sean mendengarkan cerita tante saat tante mengobrol dengan ayahnya. Mungkin sean sedikit frustasi karena masih belum nerima atas apa yang menimpa tante. Tante gak tau efeknya akan seperti ini, maaf karena sean mempermainkanmu. Tapi tante berani jamin__sean sangat mencintai kamu roselina"
"rose__entah rose harus apa tante, rose bingung__rose merasa__bersalah. Sama tante dan juga sean"
"sstt, kamu jangan gitu. Tante jadi gak enak dengernya__emm maaf juga atas kehamilanmu. Karena sean, kamu hamil dan karena sean juga__maaf"
"rose gak merasa harus menerima maaf tante. Tante gak salah. Awalnya rose gak tau kalau rose hamil. Tapi saat rose tertidur, rose ketemu sama dia"
"dia?"
"he'em. Seorang anak laki-laki, wajahnya putihnya begitu bersinar dan pipinya yang menggemaskan. Di sana, rose sendirian dan tidak ada pintu untuk pulang. Anak itu muncul saat rose ketakutan. Dia mengajak rose bermain tebak nama"
"hemm__lalu?"
"semua nama yang rose ingat rose sebutin. Dan yangbterakhir membuatnya tersenyum. Namanya__sean. Sean junior. Dia bilang, dia keluar sebelum waktunya jadi__belum sempat di kasih nama__dia hanya ingat kalau dia adalah anak sean. Sean junior. Dia pergi rose juga ikut pergi, tapi dia menyuruh rose untuk kembali. Dia tidak ingin mamanya ikut. Dan sekarang, rose kembali__kesini. Untuk papah__kak vernon, dan semuanya"
Makin dalam bercerita, roselina menangis dalam dekapan cassandra.
"rose rindu mama hiks__andai rose ketemu beliau__rose ingin bicara banyak"
__ADS_1
"sst jangan nangis ya__nanti mereka yang di sana sedih lihat kamu begini"cassandra mengusap air mata roselina
"bukan maksud tante ingin merebut posisi mama kamu. Tapi kalau kamu butuh sandaran, curhat tentang apapun__tante siap. Anggap aja tante mamah settingan kamu hehe"ujarnya lalu terkekeh
"makasih atas perhatian baik tante, tapi rose gak mau merepotkan tante"
"merepotkan apanya sih hm? Kamu itu adalah perempuan yang di cintai anak tante. Tentu saja tante akan mencintaimu sama halnya kaya cinta tante pada sean"
"makasih banyak tan"
"iya__kamu tidur gih, udah malam. Kamu butuh istirahat"
"iya tan, makasih"
Cassandra membantu roselina menaikan selimutnya dan mengatur suhu ruangan supaya tetap hangat. Ia keluar setelah mengusap dahi perempuan itu.
CEKLEK
"mamih kok lama?"
"namanya juga perempuan yan"
"sean mau masuk!"
Lalu cassandra mempersilahkan. Mereka yang menunggu di luar di iringi sedikit obrolan, renata pamit dengan erlan terlebih dahulu lalu di susul angga. Vernon yang di suruh pulang oleh richard untuk istirahat karena dirinya yang akan menemani roselina. William dan cassandra juga pamit, mereka mengajak sean tapi dianya enggan. Kini yang akan menunggu roselina adalah ayahnya dan sean.
Di dalam ruangan, sean menetapkan tangannya di perut rata roselina. Dia menunduk guna membenturkan kepalanya ke sisi ranjang. Sean juga ingin melihat anaknya.
Terhitung sudah beberapa kali sean meminta maaf pada roselina karena penyesalan. Karena sedikit terusik dengan gedoran kepala sean. Telapak tangan roselina mengahalangi jidat sean yang akan membentur besi ranjangnya.
"rose"sean mendongak
"maaf__aku minta maaf sama kamu hiks__kamu jangan tinggalin aku lagi ya, aku__aku nyesel atas semua kesalahan aku ke kamu hiks#
"kamu kok nangis?"
"Aku cinta dan sayang cuma untuk kamu__jangan tidur lagi yaa"
"maaf juga atas kesalahan aku dan__mamah aku"
"hey, aku__aku udah ikhlas kok, bukan kamu yang harus minta maaf. Tapi aku rose. Aku yang banyak berbuat salah ke kamu"
"sean juga gak salah__kenapa gak pulang?"
"aku mau nungguin kamu. Aku takut ditinggal lagi"
"aku gak bakal ninggalin siapapun yan"
"pokoknya aku akan menjaga kamu semalaman"
"terus tidurnya?"
"disini"
"di kursi?"sean mengangguk lalu memegang pergelangan tangan roselina
"kenapa?"tanya rose bingung
"supaya aku bisa terus merasakan urat nadi kamu. Aku gak mau kecolongan saat tidur"
"hahh gak bakal yan"
"ouh iya, kamu__kamu bilang ketemu dia__"
"he'em"
"boleh ceritain?"
Sean mendengarkan roselina cerita sebari membaringkan kepalanya di ranjang menghadap rose.
*Siapa namanya? Sean? Sean junior?
Andai aku tahu kehamilannya. Mungkin sampai sekarang, dia masih ada
My son, maafkan ayahmu yang brengsek ini. Aku janji, sampai kapanpun aku tidak akan melupakanmu.
__ADS_1
Makasih karena sudah memulangkan ibumu. Makasih karena menjaga roselina waktu di rumahmu.
Makasih karena sempat hadir juga. Untuk yang terakhir kalinya, maaf. Aku janji akan menjaga roselina lebih baik* lagi dari sekarang