
"Tadi di telfon bilang uncle uncle, ikut omnya kali di perusahaan!" ucap prisila.
"Omnya, om om?" tanya aldo membuat mereka menatap datar aldo.
"Au ah! bubar bubar!!" ucap fatir kemudian berlalu dari kantin di ikuti lainnya, meninggalkan aldo sendirian dengan posisi masih duduk.
"Emang gue salah ngomong? kan gue tanya omnya jessica itu om om? ya kan barangkali aja om nya jessica masih muda dan sepantaran cuman silsilah keluarga aja yang mengharuskannya dipanggil om. gue tanya juga barangkali omnya itu om om ntar mau gue jodohin sama anak om gue yang maunya sama om om! eh gimana tadi gue ngomong? ah au ah" gumam aldo namun jadi bingung sendiri dengan pemikirannya.
"Mana gue ditinggal lagi! dasar temen laknat!!" gumam aldo dengan kesal lalu berjalan meninggalkan kantin untuk pulang kerumah, karena jam kuliahnya sudah selesai.
'MALAM HARINYA'
Mereka semua sudah berkumpul, tinggal menunggu jessica yang sedang berada di kamarnya untuk mengambil laptop. Ada teman temannya, uncle Robert dan istrinya, uncle Reynald dan bu reyna, uncle riko dan calista, mereka ikut berkumpul walau hanya sekedar duduk dan mengobrol.
"Emang ngga bisa diatasi sendiri bert?" tanya daddy kepada uncle Robert diangguki granma. membuat semua teman jessica menatap bingung.
"Kemungkinan bisa, saya usul ke princes biar bujuk investor lewat zoom meeting aja, terus masalah lainnya biar saya yang menyelesaikannya. tapi princes mau turun tangan langsung aja." jelas Robert membuat daddy dan granma menghela nafas.
"Emang ada apa sih dad?" tanya putri yang sedari tadi hanya memperhatikan.
"Ada masalah di perusahaan Jess yang di London" jawab daddy membuat mereka menganggukan kepalanya.
Kalau jessica mau turun tangan sendiri, berarti dia mau ke London dong? batin marvel menghela nafas pelan.
"Oh iya uncle, menurut uncle siapa yang terlibat?" tanya jessica yang baru datang dengan tangan menenteng laptop dan ponselnya. kemudian duduk disamping marvel.
"Kalo menurut uncle sih orang kepercayaan kita yang disana yang melakukan korupsi, sedangkan yang curangi adalah karyawan biasa yang membocorkan ide kita kepada perusahaan lain, sehingga perusahaan kita di sebut plagiat karena barang perusahaan lain sudah terjun terlebih dahulu daripada kita!" ucap Robert membuat jessica menganggukan kepalanya.
"Huftt!!! jess akan pergi ke London 3 hari lagi!" ucap jessica membuat semua orang menoleh ke arah jessica.
"Kamu yakin sayang? gini deh! biar daddy yang urus aja gimana? Kamu fokus kuliah aja dulu!" usul daddy di tolak mentah mentah oleh Jessica.
"Ngga usah dad! jess akan ke sana, menyelesaikan urusan semuanya di sana, dan lanjut kuliah di sana! dikampus daddy!" ucap jessica membuat suasana hening.
"Kamu lagi becanda kan?" tanya daddy sambil menggelengkan kepalanya tak setuju.
"Kamu disini aja!! biar granma yang urus perusahaan kamu disana!" ucap granma
"No granma! biar jessica aja! toh cuma berapa tahun doang ko!" ucap jessica
__ADS_1
"Jess lu mau ninggalin kita?" ucap putri dengan mata berkaca kaca. sedangkan lina sudah meneteskan air matanya namun langsung ia usap dengan kasar
"Dasar cengeng!! cuman sebentar doang putri lina! kalian juga bisa ko sering sering kesana, nanti pake jet gue aja!" hibur jessica membuat mereka berdua justru menangis tersedu sedu.
"Huaaaa gua ga mau ditinggal!!!" ucap putri histeris sambil berlari memeluk jessica dengan erat. sedangkan lina justru memilih memeluk granma.
"Udah jangan nangis!" ucap granma menenangkan lina dengan mengusap punggung lina yang bergetar
"Ngga kamu pikirkan lagi princes? liat adek sama kakak kamu nangis!" ucap daddy masih dengan usaha membujuknya.
"Ngga dad! keputusan aku udah bulat! kalo gini terus ntar perusahaan jessica bangkrut gimana? ntar kita jadi miskin dong!" ucap jessica membuat mereka melongo.
"Ngga bakal miskin! daddy masih punya banyak perusahaan!" ucap daddy dijawab gelengan kepala jessica.
"Terus kamu mau ninggalin Marvel sendiri disini? kalo ada yang suka sama marvel gimana?" ucap daddy lagi.
"IIII DADDYYYY!!!!! GAK NGGA BOLEH!!!" Teriak jessica menatap sang daddy garang.
"Makanya disini aja!" ucap daddy.
"Tapi ini udah jadi tanggung jawab jessica, kalo kaya gini terus kapan jessica mandirinya?" ucap jessica membuat daddy menghela nafas pasrah.
"Lu yakin kak?" tanya calista angkat suara.
"Hemm biar jessica ngga sendirian disana!" jawab marvel dijawab gelengan kepala jessica.
"Jangan vel ngga usah! kamu disini aja sekalian jagain temen temen, daddy sama granma gue ya. lagian lu kan juga udah kerja di perusahaan papi Albert. jangan malah lalai sama kewajiban lu, ntar papi sama mami kecewa!" ucap jessica menatap marvel dalam sambil tangan masih mengusap punggung putri yang masih bergetar.
"Tapi jess..." ucap marvel terpotong.
"Ngga ada tapi tapian! semua demi kebaikan! gue janji bakal sering sering balik, dan kalian harus janji bakal sering sering nyamperin gue di london! seusai kuliah selesai gue bakal pulang!" jawab jessica membuat semua mengangguk
"Ikutt!!" ucap lina dengan nada bergetar sambil menghampiri jessica. dan duduk didepannya, lebih tepatnya dibawah kursi jessica
"Lina, bunda sama ayah kasian kalo ditinggal lo!" ucap jessica memberi pengertian.
"Isss!! ngga seru kalo ngga ada lo!" ucap lina.
"Kan masih ada naila, prisila, cika, jayden, aldo sama fatir!" ucap jessica membuat para marvel devan dan davan berdecih.
__ADS_1
"Mak lampir!" ketus putri membuat jessica tertawa.
"Gue kesana 3 hari lagi! kita nanti jalan jalan dulu!" ucap jessica diangguki lina dan putri.
"Kamu mau ninggalin daddy sama granma?" tanya daddy dengan wajah sendu.
"Daddy ngga usah lebay! kan daddy bisa tiap hari kesana! eh ya ngga tiap hari juga sih!! jessica juga bisa balik kesini langsung kalo daddy sama granma kangen!" ucap jessica membuat daddy dan granma tersenyum.
"Dadd!! tolong bilang sama om penjaga suruh rocky sama alexa kesini!" ucap jessica diangguki daddy membuat putri dan lina membulatkan matanya.
"JANGANNN!!!" Teriak putri dan lina membuat semua orang terkejut.
"Kalian!!" ucap riko garang karena senam jantung yang berlebihan.
"Sabar mas!" ucap bu reyna menenangkan.
"Aaaa uncle aunty maaf!! daddy jangan!!" ucap putri di Jawab daddy dengan menyeringai membuat putri pucat pasi.
"Kalian ini kenapa?" tanya davan yang sedari tadi bingung.
"I-itu..." ucap putri terpotong oleh suara langkah yang sepertinya berlari.
Graunggggg
Graunggggg (auman Rocky membuat mereka berteriak)
"Aaaaaaaaaaa!!!!" Teriak mereka semua kecuali jessica, daddy, granma.
"Berisik!!" ucap jessica kemudian mengalihkan pandangannya ke asal suara.
"Rocky!" Panggil jessica membuat Rocky menghampiri jessica dengan berlari.
"Sayang!! jangan! jangan! itu bahaya!" ucap marvel cemas. namun ucapannya bagai angin lalu oleh Jessica, dan sekarang Rocky sudah berada di depan jessica dengan kepalanya mengusel ngusel kaki jessica membuat jessica turun dari sofa dan duduk di bawah ber alas kan karpet bulu.
"Utututuu kangen kan sama jess?!! makanya jangan sok cuek! giliran punya anak malah jes di cuekin!" ucap jessica sambil mengusap usap bulu Rocky. sedangkan yang lain sudah gemetar dengan kaki yang diangkat ke sofa.
"Vel!! jangan takut! nanti pas gue ke Inggris, lu harus sering sering nyamperin Rocky biar ga kesepian!" ucap jessica membuat marvel membulatkan matanya.
__ADS_1
"WHAT?!!" Teriak marvel tak percaya.