My Cool Boyfriend

My Cool Boyfriend
pertunjukan menarik


__ADS_3

"Bikin gemes kelakuannya, jadi pengen cium sambil nabok!" ucap riko dibalas tatapan tajam daddy membuat riko terdiam membisu.


Setelah sampai dikasir, lina pun menyerahkan sesuatu yang akan dibelinya tersebut ke kasir. Sang kasir pun hanya terdiam sambil menerimanya karena mau bertanya pun tidak berani karena mereka semua beserta para bodyguard hanya menampilkan wajah datar saja.


"Totalnya jadi bla bla.." ucap sang kasir memberitahukan nominalnya, dengan sigap daddy langsung mengeluarkan Black card nya membuat sang kasir tertegun lalu mengambilnya dengan tangan gemetar.


"Ini tuan! terima kasih telah berbelanja!" ucap sang kasir dengan sopan sambil menyodorkan kartunya dan langsung diterima namun hanya dibalas anggukan oleh lina saja. Mereka pun pulang ke mansion jessica karena hari kian sore.


Ya ampun itu gadis beli begituan buat apaan ya?!!! saya lihatnya malah malu sendiri. atau jangan jangan mereka gadis panggilan? atau mereka sekeluarga? tapi beli begitu buat apaan?!!!!! Sepenting apaan sih mereka ampe membawa bodyguard? mau tanya tapi mukanya pada kaya triplek datar banget lagi ih!!! jerit sang kasir didalam hati karena sudah penasaran sampai Ubun ubun.. namun lamunannya tersadar ketika owner toko tersebut menghampiri dengan tergesa gesa.


"Karin rombongan nona jessica tadi kesini kamu sudah perlakukan dengan baik kan?! hosh hoshh" ucapnya sambil ngos ngosan membuat sang kasir yang bernama karin pun bingung.


"Nona jessica siapa?" tanya nya heran


"Kau ini bodoh! rombongan tadi tuh nona jessica pemilik Mall ini!! sang manajer mall baru memberitahu ku barusan ketika dia melihat rombongan nona jessica kesini!!" terang sang owner membuat karin membelalakan matanya.


Mati aku!! tapi tenang karin! tenang!!!! kau tidak membuat kesalahan tadi!! jadi kau tetap aman. pantas saja auranya pada berbeda sama punya Black card plus bawa banyak pengawal. sultan rupanya!! batin sang kasir sambil berusaha menenangkan dirinya.


"Saya tidak melakukan kesalahan kok bu!" jawab karin


"Ya sudah kau ingat ingat wajahnya jika mereka kesini lagi!! berikan pelayanan terbaik!! kalau kau lupa pasang saja gambarnya dijidat kau itu!!" ucap sang owner lalu langsung berlalu.


"Dijidat??!! ya malah kaga keliatan lah! dasar owner gemblung!!" gerutu karin lalu melanjutkan aktifitas setelah melihat pengunjung akan membayar belanjaannya.


.


'Malam harinya di mansion'


Mereka kini sedang mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dibantu oleh beberapa pelayan dihalaman belakang. Lina dan putri yang habis dari dapur melihat orang tua mereka datang bersamaan pun langsung menghampiri nya, karena lina dan putri dari siang sudah dirumah jessica.


"Mamah papah ayah bunda" ucap mereka berdua lalu mencium tangan mereka bergantian.


"Udah nunggu lama sayang?" Tanya mama laura kepada lina dan putri


"Engga mah, masih disiapin paling bentar lagi" jawab lina diangguki mereka.

__ADS_1


"Mari duduk tuan tuan nyonya nyonya!" ajak Richard yang baru muncul dari belakang.


"Terima kasih tuan richard! dan selamat atas prestasi jessica. dia selalu pandai, bisa mempertahankan peringkatnya. kami bangga sama jessica" ucap ayah sambil berjalan ke sofa ruang keluarga mengikuti langkah daddy yang terlebih dahulu untuk duduk diikuti lainnya.


"Daddy nya aja orang hebat, anaknya menurun gen daddy nya pasti" ucap papah dewa diangguki para perempuan.


"Kalian terlalu berlebihan!!" jawab daddy merendah.


"Jessica nya dimana put lin?" Tanya bunda anna yang sedari tadi mencari cari keberadaan jessica yang sudah dianggap anak olehnya.


"Lagi di halaman belakang bun, sama yang lainnya juga." jawab lina yang hanya dibalas anggukan bunda


"Ya sudah mari ke belakang saja." ajak daddy bangkit dari duduknya berjalan ke arah halaman belakang mansion, lebih tepatnya taman yang berhadapan langsung dengan lapangan lepas landas diikuti lainnya. Orang tua lina dan putri walaupun sudah pernah melihatnya pun tak henti hentinya takjub dengan apa yang dilihatnya.


Setelah sampai, Mereka ada yang duduk di tikar, ada yang membantu memanggang ada juga yang hanya diam saja. hingga lina yang sedari tadi hanya memperhatikan Robert yang memanggang daging pun angkat bicara setelah mengingat sesuatu


"Oh iya bun!!!!" ucap lina mengalihkan semua pandangan, dan kini hanya tertuju kepada lina


"Kenapa lin??" Tanya bunda anna heran


"Lina ada sesuatu buat bunda!!" ucapnya dengan antusias membuat bunda anna terkekeh pelan.


Gila ni anak!! ngasihnya malah disini, gue jamin bunda malu gada obat!!! batin jessica sambil mengusap mukanya pelan.


"Apa sih sayang? tinggal ngasih aja kok" ucap bunda anna.


"Bentar bun. lina ambil dulu di dalem!" ucap lina langsung bangkit dan berlari menuju ke dalam.


"Tuh put liat!! bunda anna aja dikasih hadiah sama lina, masa kamu ga ngasih hadiah buat mamah kamu yang cantik ini sih?!" Ucap mama laura iri. sedangkan riko, jessica, dan putri pun terkekeh geli.


"Lho kok kalian malah gitu sih?!!" ucap mama laura kesal.


"Mamah mau?" tanya putri terkekeh


"Ya mau! kamu mau ngasih?!!" tanya mama antusias

__ADS_1


Namun obrolan mereka terhenti ketika lina datang dengan papper bag ditangannya. dan langsung duduk disamping bunda yang sudah sangat antusias.


"Nih buat bunda!! lina ga mau tahu harus langsung jadi!!!" ucap lina semangat sambil menyodorkan papper bag nya.


"Apa ini? buat bunda?" tanya bunda antusias sambil mengambil papper bag ditangan lina dibalas anggukan lina.


"Yes, Just for mom!!" jawab lina sambil tersenyum


"Bunda buka yah" ucap bunda diangguki lina sedangkan jessica putri riko sudah menahan tawanya membuat beberapa orang yang melihat pun terheran heran.


Bunda pun membuka papper bag sambil menutup matanya, ketika barang yang akan diambil sudah dipegangnya, ia pun langsung mengambilnya keluar dari papper bag, seketika bunda membelalakan matanya ketika melihat barang yang ada ditangannya lalu berteriak.


"INI SIAPA YANG BELIIII?!!!" Teriak bunda kesal dan malu dengan semburat merah dipipinya lalu langsung memasukan kembali barangnya.


"Itu lina yang beli bun" jawab jessica sambil tertawa bersama yang lainnya.


"Mamah masih iri? mau putri beliin?" tanya putri sambil tertawa terbahak bahak.


"gakkk!!!" jawab mama laura cepat membuat tawa lainnya semakin kencang


"Kau beli ini kapan?!!! kenapa kau kepikiran beli ini buat bunda hahh?!!!" geram bunda sambil menjewer telinga lina membuatnya mengaduh.


"Aduh aduh bunda, sakit dong ah lepasin!" rengek lina sambil memegang telinganya sedangkan yang lainnya masih belum berhenti tertawa membuat bunda semakin malu bukan main, sedangkan ayah hanya tersenyum malu.


"Kenapa tiba tiba kau beli ini?!" tanya bunda sambil melepaskan jewerannya tetapi masih dengan muka malu


"Tadinya itu lina sama putri mau beliin buat om riko bunda, tapi ternyata om riko belum menikah ya udah lina mau kasih buat bunda. siapa tahu jadi babby kan lina jadi aunty!" jawab lina sambil mengerucut kan bibirnya.


"Aunty lagi!! kau kakaknya kalau bunda punya babby!!!" kesal putri dan jessica membuat lina cengengesan.


"Panggilan Aunty itu keren, valid no debat!! no banyak omong!!!" jawab lina dengan mantap.


"Ini dagingnya sudah matang tuan tuan nyonya nyonya." ucap Robert sambil meletakkan makanannya yang sudah matang, dan langsung disambut gembira oleh lainnya.


Namun ketika sedang menyantap...

__ADS_1


Graungggg


Graunggggg


__ADS_2