
"Tujuan saya kesini mau meminta izin jemput calista tuan nyonya, dan saya juga mau meminta restu kepada kalian untuk menjalin komitmen dengan putri tuan dan nyonya!" jelas riko membuat Papi Albert dan Mami mikaila terkejut dan membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Dan saya harap kalian merestui hubungan kami!" lanjut riko
"Anda serius tuan? tapi anak saya masih sekolah!" ucap papi Albert dengan raut wajah masih tak percaya nya.
"Iya saya serius, saya tahu umur saya sudah sangat memalukan jika bersanding dengan calista tapi bukannya umur tidak jadi masalah? maka dari itu saya meminta izin agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan atau pun saya tidak mau tuan nyonya mengetahui dari orang lain. Anda tidak perlu khawatir! saya akan menjaga calista dengan sebaik baiknya" ucap riko tenang.
"Bukan saya tidak merestui! tapi saya tidak bisa memutuskan sendiri. karena yang akan menjalani bukan saya tapi anak saya. Sayang gimana apa kamu bersedia?" ucap papi Albert sambil bertanya kepada calista membuat semua pandangan teralihkan ke calista.
"Calista mau kok! mas riko juga ga kalah ganteng dari papi dan marvel." Jawab calista membuat papi dan mami menggelengkan kepalanya dengan riko yang sudah tersenyum tertahan.
"Hati kamu gimana sreg ga? jangan cuma dilihat dari wajah ganteng aja sayang. komitmen kamu itu panjang, apalagi setelah kalian menikah bakal berbeda lagi. wajah bisa berubah seiring berjalannya waktu. lantas kalau misal tuan riko sudah menua kamu mau gimana? kamu tahu kan maksud mami?" tanya mami mikaila seraya menasehati membuat calista menganggukan kepalanya.
"Calista sudah yakin dengan keputusan calista mih pih. karena calista juga sudah memikirkan nya terlebih dahulu!" ucap calista
"Bener sayang?" Tanya mami mikaila memastikan di Jawab anggukan oleh calista membuat semua tersenyum dan lega mendengarnya.
"Ya sudah papi merestui kalian berdua. tuan riko sabar sabar ngadepin kelakuan anak saya yang kadang manja dan kekanakan. maklum! dia masih remaja labil!" ucap papi Albert dijawab anggukan riko.
"Panggil saya riko saja tuan nyonya!" ucap riko dibalas anggukan oleh mami dan papi sambil tersenyum.
"Saya juga sudah tahu konsekuensi karena menjalin hubungan dengan remaja tuan. saya yakin bisa menghadapi semua tingkah laku calista dan membimbingnya agar tidak salah pergaulan!" ucap riko melirik ke arah calista, membuat papi dan mami tersenyum lega sedangkan calista mengerucutkan bibirnya.
Salah pergaulan?!!! uh kok kaya mojokin gue kesannya batin calista kesal.
Umur tidak masalah, kebahagiaan anak anak saya nomer 1. kalau mereka salah mengambil jalur atau salah memilih pendamping baru saya ingatkan. Marvel sudah menetapkan hatinya ke anak tuan richard, yang berarti bukan orang sembarang atau bukan orang yang salah. calista juga sudah memilih bersama tuan riko yang menurut saya tepat buat anak saya, saya yakin tuan riko pasti mempunyai rasa tanggung jawab yang sangat besar terhadap apa yang sudah di tetapkannya. saya jadi sudah lega dengan masa depan anak anak saya. jadi tidak khawatir lagi. papi sangat menyayangi kalian berdua, anak anak kebanggaan papi batin papi Albert
__ADS_1
FLASHBACK OFF
"Harusnya dulu mama sama papah lahirin calista dulu ketimbang marvel!" ucap calista dengan menggerutu.
"Kenapa gitu?" tanya riko penasaran.
"Ya kan kalo umur lista se marvel bisa langsung tunangan duluan sama mas riko kaya marvel sama kak jess gimana sih?!!!" jawab calista kesal membuat riko tersenyum tipis.
"Tapi kalo kamu lahir dulu, ngga menutup kemungkinan buat kita ngga saling kenal!" ucap riko.
"Iiii itu berarti ngga berjodoh." Jawab calista acuh.
"Ya itu!! kamu di takdirkan jadi adiknya marvel dan ketemu saya!! berarti kita berjodoh!!" jawab riko santai sambil terkekeh. membuat calista mencerna kata kata riko, 5 detik kemudian ia menepuk jidatnya sendiri sambil cengengesan membuat riko menggeleng gelengkan kepalanya.
Kayak nya saya kemakan omongan sendiri yang ngga bakal suka sama anak kecil. ehh!! malah dapetnya anak kecil! Hufttt!! oke oke no problem! kamu pasti bisa riko!! semangat!!! batin riko menyemangati dirinya sendiri.
Acara pun berlangsung dengan meriah, apalagi dengan acara pertunangan marvel dan jessica menambah suasana acara semakin di liputi kebahagiaan karena bersatunya 2 pewaris tersebut dan kesedihan karena akan berpisah dengan teman serta sahabat sahabat yang sudah menemani 3 tahun terakhir.
"Rencana kamu buat kuliah sembari pergi ke kantor jadi sayang?" Tanya granma kepada jessica ketika mereka sedang duduk bersama di taman belakang menikmati senja dengan hamparan berbagai macam bunga yang sedang mekar.
"Jadi dong granma! kalau bukan jessica siapa lagi? kalau bukan mulai sekarang berangkat ke kantornya kapan lagi? " ucap jessica sambil menghirup dalam dalam harum bunga mawar yang tadi di petiknya.
"Uhh kesayangan granma!!" ucap granma sambil merentangkan tangannya memeluk jessica
"Tumben granma ngga cerewet?!" tanya jessica sambil terkekeh.
"Kamu juga tumben ngga Teriak teriak?!" ucap granma sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Insap granma, kasian granma ntar darah tinggi gara gara jessi" ucap jessica sambil terkekeh.
"Iss kamu ini!! terus kamu udah ngurus kuliah? kamu jadi di KRJ UNIVERSITY kan?" tanya granma.
"Jadi dong!! malah rame rame kita di KRJ kuliahnya. dan jessica udah nyuruh orang buat ngurus, jadi santai tinggal berangkat ntar! kalo jessica ngurus sendiri ribet granma, jessi ngga mau ambil pusing! apalagi KRJ kampus internasional! pasti banyak mahasiswa luar juga yang bikin pusing 7 keliling!" ucap jessica sambil melihat jari manisnya yang di lingkari cincin pertunangan nyaa dengan marvel, sedangkan granma hanya mangut mangut. hingga rangkulan hangat di bahu Jessica dan granma membuat keduanya terkejut.
*C**uppp* (Cium pipi granma)
Cuppp (Cium pipi jessica)
"Hayoo ngomongin daddy ya?" tanya daddy dengan senyum lebar, seketika lelah yang di rasa seakan menguap begitu saja setelah melihat 2 wanita yang paling berharga di hidupnya.
"Daddy!!! Bikin kaget aja!!" pekik jessica membuat daddy terkekeh.
"Kamu ini!!" gerutu granma dengan menepuk pelan paha daddy.
"Hehe habis kalian serius banget sih kelihatannya! emang lagi ngomongin apa hem?" tanya daddy sambil duduk di tikar yang sama dengan jessica dan granma.
"Ini lagi ngomongin tentang princess yang katanya mau kuliah sembari mulai pergi ke kantor!" jawab granma membuat daddy menganggukan kepalanya
"Kalau cape jangan dipaksain sayang. mending kerjain dari rumah aja kaya biasa." nasihat daddy sambil memandang wajah jessica dengan tatapan lembut.
"Ngga dad. lagian kan kuliahnya ngga mesti pagi terus, dan ngga mesti siang terus. jadi curi curi waktu efisien aja!" ucap jessica membuat daddy menganggukan kepalanya senang.
"Apapun itu daddy dukung!" ucap daddy sambil tersenyum begitu pun granma yang ikut tersenyum sembari menganggukan kepalanya.
"Thank you!" ucap jessica sambil memeluk daddy dan granma bersamaan.
__ADS_1
'HARI PERTAMA MASUK KAMPUS/OSPEK'
(Author minta maaf yang sebesar besarnya karena ngga pernah up lagi sekitar semingguan. karena author udah mulai kerja dan pulang jam 9 malam terus, apalagi di kondisi dimana author lagi sering sakit sakitnya banget semenjak pindah rumah.)