
SELAMAT MEMBACA🧡
Tiffin High school📍
Saat bercanda gurau dengan renata di koridor sekolah hendak menuju kantin untuk istirahat. Tawa rose berhenti saat matanya menatap mata seorang pria yang tengah duduk berdua dengan perempuan di sisi lapang.
"rose, kamu denger aku nggak?"
"eh iya? Kenapa ren?"
"kita mau ke kantin mana?"
"yang di bawah aja yuk. Bosen di sini"
Renata mengangguk lalu mereka kembali berjalan menuju lift. Roselina mengeluarkan kelelahannya lewat hembusan nafas yang di tunjukan untuk sean. Sampai di kantin bawah, renata dan roselina duduk di meja dengan makanan mereka masing-masing. Seperti biasa, hanya nasi dan berbagai macam lauk pauknya yang sudah di sediakan oleh pihak kantin.
"tumben menu sekarang ada rendang..biasanya juga tak ada makanan yang berlemak"ucap renata dengan heran
Sedangkan roselina, dia tersenyum senang karena menu favoritnya tersedia di kantin. Wanita ini suka sekali dengan daging sapi, terlebih lagi di rendang seperti ini. Ahh dia juga sangat menyukai eonnyang bulgogi. Saat dirinya di jerman, kebetulan rumahnya dekat restoran korea. Dia sering memesan menu yang berbau daging sapi sampai-sampai, pelayan restoranpun sudah tahu makanan apa yang harus di siapkan jika wanita itu datang.
"sering-sering aja ini kantin ngadain menu rendang"ucap rose dengan girang
"kamu suka rendang?" tanya rena sambil memakan makanannya
"he'em. Aku suka semua menu yang berbau daging sapi"
"itu banyak lemaknya, kamu gak takut gendut?"
"gak. Toh aku juga sering olahraga dan makan makanan yang seimbang"
Melanjutkan acara makannya dengan lahap. Mereka sampai tak sadar saat ada beberapa orang yang akan menghampirinya.
BRUK
mereka berempat duduk di meja yang di tempati rose dan renata.
Kedua wanita itu yang tadinya akan menelusupkan sendok makannya ke mulut di urungkan lalu menengok ke sebelah mereka. Kelompok sean hanya mendelik santai.
"suka dengan rendangnya?"tanya sean
Sendoknya roselina turunkan lalu meminum teh hangat miliknya. Hendak pergi, tangan roselina di tahan oleh sean dan di dudukan kembali.
"gw nanya"
"gak"
"gak suka? Tapi makanan lo yang lebih dulu habis itu rendang. So?"
"aku mau ke toilet"
"ngapain?"
"buang rendang"
Sean terkekeh lalu mengelap bibir rose dengan tissue, karena bibirnya mengkilap bekas minyak.
menepis tangan sean dengan kasar, roselina kembali meminum teh nya.
"gw sama renata duluan ya" pamit erlan dan menarik renata pergi
"gw juga. Ayo june"
Sepeninggalan mereka, sean dan rose hanya berdiam tak ada yang minat berbicara. Tangan sean menyelipkan helaian rambut yang menutupi wajah roselina ke telinga wanita itu, lalu mengusap pipinya.
"maaf"
"aku gak butuh maaf kamu"
"gw gak suka lo deket sama cowok lain"
"konyol"
"gw gini karena kecewa. Entah sama siapa gw kecewa dan ke siapa juga gw lampiasin"
"kamu punya masalah sendiri tapi ngelampiasin ke aku? Dengan cara main sama delia?! Murahan! Lepas! Aku mau ke kelas"
"lo gak akan gw lepas. Sampai kapanpun"
"aku akan merubah takdir supaya lepas dari kamu"
"ck. Lo pikir secenario tuhan bisa di ubah? Lo itu lawan peran gw. Scenario kita sudah tertata"
"Kak sean!"
Dia lagi-roselina
__ADS_1
"hai"sapa sean
"kakak tumben makan di sini?"tanya delia dengan imut
Lalu dagu sean menunjuk ke arah roselina. Dan delia hanya ber 'oh' ria dan duduk di sisi sean yang kosong.
"kakak udah makan?"
"belum"jawab sean dengan santai
"aku ambilin ya. Mau gak?"
"oke"
Delia menuju tempat makanan setelah bergelayut mepet sean. Sedangkan roselina, dia hanya diam tak berminat menanggapi. Tak seperti wanita lainnya jika pacarnya di pepet cewek lain. Biasanya mereka akan mengamuk bahkan melabrak cewek gatel itu, tapi roselina? Dia diam.
"sakit hati nggak?"
Pertanyaan tiba-tiba yang sean keluarkan membuat dirinya menggeram frustasi. Kalian kalau punya pacar terus pacar kalian nanggepin orang ketiga, sakit hati gak? Sakit, kecewa, marah. Ya toh.
"gak biasa aja"
"kemarin. Saat aku bobol. Sakit gak?"
hati raina tertegun mendengar pertanyaan itu. Ia melirikan matanya ke wajah sean yang nampak santai. Tanpa dugaan sean, tangan roselina mengambil gelas tehnya lalu di semburkan ke wajah pria itu. Melepaskan tangannya kasar lalu pergi meninggalkan sean yang malah terkekeh dengan perilaku wanitanya. Dia mengelap wajahnya memakai tissue tanpa memperdulikan adik kelasnya yang menatap heran di kantin.
"yaampun! Kakak kenapa?"
Delia bertanya saat tiba di meja sean dengan makanan. Sean bilang tidak papa, lalu membuka seragamnya yang memperlihatkan perut six pack miliknya. Mata delia menggerling nakal dan pipinya memerah, dia terpana melihat perut sean terlebih lagi warga kantin. Tanpa kata-kata, sean pergi meninggalkan kantin dan delia yang masih belum sadar. Seragamnya pria itu sampaikan di pundak kirinya, sean berjalan dengan santai sampai ke dalam area loker.
Setelah mengganti seragamnya yang basah, sean menuju kelasnya. Sampai di kelas, sean menaikan alisnya saat kursi roselina tidak terisi oleh pemiliknya. Sedangkan pemiliknya hinggap di kursi paling depan bersama pria kutu buku.
"ngapain di sini?"
Tak ada jawaban dari roselina, sean menyuruh gadis kaca mata yang hinggap di bangku roselina untuk kembali ke depan.
"pindah lo ke sini!"suruhnya
"i-itu__rose bilang mau tukeran. Katanya biar fokus"
"lo gak denger gw ngomong apa?!"teriak sean
Wanita kacamata itu langsung berdiri dan mengambil tasnya menuju bangku depan.
Sean tahu roselina berbohong hanya mendengus. Mana ada sejarahnya raquell bilet. Menendang ujung meja sampai bergeser dan mengenai lutut fitri. Wanita itu mengaduh dan sean melengos pergi meninggalkan kelas.
"maaf ya, kamu gak papa?"
"gak papa rose, ini aku balik lagi ke kursi kamu?"
"iya, maaf ya"
Sesaat, guru mapel datang dan mulai membuka pelajaran. Saat ini dirinya lega karena sean tidak masuk dari mapel bahasa sampai detik-detik akan pulang.
Saat keluar kelas, dirinya berpapasan dengan june yang sedang membenarkan tasnya yang nyengsol di pundak lebarnya.
"hai june" sapa rose
"eh hai. Kenapa baru keluar?"
"gak papa"
"tumben gak sama angga"
"pulang, bareng sean"
"oh. Gw mau ngambil tas tuh anak"lanjut june
"sean?"
"iya. Dia pulang tadi, gw di suruh bawain. Mau bareng?"
"gak deh. Aku nelpon supir aja, duluan ya. Bye"
"oke"
Rose melenggang pergi dengan menelpon supirnya lalu june memasuki kelas rose.
Setelah menunggu supirnya di pintu gerbang, ponselnya kembali berbunyi tanda ada peaan masuk.
Paman eksel
Maaf nona, bisa tunggu sebentar lagi? Di jalan macet dan bannya bocor
Roselina
__ADS_1
Tidak papa. Paman ke bengkel aja, rose naik taxi online
Memasukan kembali ponselnya, telinga roselina mendengar deruman kenalpot motor gede. Dia melongokan wajahnya dan saat itu juga, motor sport merah berhenti di hadapannya.
"mau numpang?"
"mm boleh deh, awet saku juga"
"asal lo ijin sama sean. Gw kasih tumpangan"
"lahh?"
"muka gw masih lebam bekas kemarin, lo kira gw mau nambah lebam lagi?"
"maaf ya. Gara-gara aku kamu di pukul. Gak jadi numpang deh, gak papa"
"ck. Naik"titah june
Andai saja erlan tak mengajak renata pulbar, mungkin rose sedang bersama renata. Vivian, ahh wanita itu sakit dari kemarin.
Rose menaiki motor june dan meminta tolong rose membawakan tas sean. Deru kanalpot motor itu kembali bersuara gentle seperti pemiliknya. Menjalankan motornya keluar gerbang, june sedikit menambahkan kecepatannya dan itu mengganggu telinga roselina.
"pelan aja june, panas kuping aku sama kenalpot kamu"teriak rose
Jume memelankan laju motornya supaya kenalpotnya tidak terlalu bising, rose melirik-lirik jalanan yang mulai macet karena di bunderan. Saat lampu merah, motor june berhenti dan saat itu juga, motor sport biru yang bunyi kanalpotnya sama dengan june berhenti di sisi mereka.
Roselina menatap si pengendara itu dengan datar, dan sean menatap roselina dengan tajam.
"rok kamu kesingkap"ujar rose saat melihat rok delia sangat pendek sampai hampir memlihatkan dalamannya
Delia hanya tersenyum lalu merapihkan roknya. Padahal ia sengaja.
"pegangan. Ntar lo jatuh"ucap sean
Entah kata itu di tunjukan pada siapa. Yang jelas, matanya tetap menatap tajam roselina. Delia merapatkan pegangannya pada pinggang sean. Rose berdecih. Lalu bergumam kata maaf di sisi kepala june. Tangan putih roselina melingkar di pinggang pria yang memboncengnya, dia memalingkan wajahnya menatap ke arah lain menghindar dari tatapan sean.
June merutuki dirinya sendiri, roselina akan membawa june kedalam masalah besar. June melirik sean yang sekarang menatapnya tajam penuh kobaran. Sebentar lagi lampu akan berganti hijau, sean menggerungkan motornya begitu pula dengan june. Erlan dan angga yang satu mobil di belakangnya menatap heran kedua motor temannya.
Saat sean pulang sama angga, sean juga mengajak delia nongkrong di caffe. Saat pulang sekolah, erlan menghampiri mereka bersama renata. Karena tidak ada roselina, sean memutuskan akan menjemput rose. Sean membonceng delia dan dia akan menyuruh rose ikut dengan erlan, angga dan renata di mobil range rover hitam milik sean yang di antarkan pengawalnya.
"mereka mau ngapain? Kok kaya yang mau balapan?" tanya renata yang duduk di sisi erlan yang mengemudi
"lihat aja"
"si june ngapain bawa raquell si! Padahal kita mau jemput tuh cewek"angga
"heran aku. Niat jemput rose tapi bawa perempuan lain"ujar renata dengan pelan
Lampu hijau menyala, motor sean berjalan beriringan dengan motor june. June menambah kecepatannya karena tidak ingin beriringan di jalan dan menyebabkan kecelakaan. Tapi usahanya justru membuat tangan rose semakin mencengkramnya karena takut jatuh dan roknya terbang. Sean mencengkran erat kemudi motornya dan menyalip motor june lalu berhenti mendadak di hadapan motor itu sehingga menimbulkan decitan ban. Hampir, hampir saja motor june menabrak motor sean.
"gila ya kamu!" sentak roselina pada sean di motornya
Renata keluar dari mobil di susul erlan dan juga angga.
Bakalan baku hantam lagi ni-angga
"kamu gak papa rose?"tanya rena saat rose turun dari motor
"gak papa, cuma kaget"lesunya
Sean turun dari motor setelah melepaskan helmnya begitupun dengan june.
"maksud lo apa boncengin roselina?!"
Kerah seragam june terangkat ke atas karena cengkraman sean
"gw gakda maksud apapun sama cewek lo"
BRUKK
sean mendorong june ke aspal dan akan menghantamkan kepalannya tapi terhenti saat mendengar suara muntahan seseorang.
HOEK_____HOEK
HOEK_____HOEK
erlan dan sean menoleh langsung ke arah dua perempuan itu termasuk angga, june dan delia.
Maaf kalau ada typo
Makasih udah baca dan menunggu ceritanya
Berasa rada gaje yang ini tuh wkwk
SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1