
Huffttttt semoga daddy terkejut! karena sekiaan lama, gue baru bisa kesini lagiii!!!! batin Jessica kemudian bersiap membuka pintu.
Ceklekkkk
"WHATTTT?!!!! KALIAN LAGI NGAPAINNN?!!!!" Teriak jessica histeris mengejutkan 2 orang yang berada di dalam.
"Sa-sayang! ini bukan seperti yang kamu pikirkan!" ucap daddy berusaha menjelaskan.
"Wah wah ngga nyangka jessica!" ucap jessica menggeleng gelengkan kepalanya.
FLASHBACK ON
"Ada apa tuan memanggil saya?" tanya riko yang baru saja masuk ke ruangan daddy kemudian langsung duduk dihadapan daddy.
"Mengenai kerja sama kita dengan PT.BUANA, ku rasa kita batalkan saja! karena baru di awal saja sudah ada kejanggalan!" Ucap daddy
"Memangnya ada masalah tuan?" tanya riko.
"Di surat perjanjian yang akan saya tanda tangani. ada yang salah dan sepertinya tulisan ini dimanipulasi agar kita terkecou!" ucap daddy membuat riko mendekatkan wajahnya ke arah surat tersebut
"Kamu ini kenapa? liatnya ngga usah terlalu dekat juga!" ucap daddy berdecak
"Mata saya lagi tidak sehat tuan! itu karena pekerjaan saya terlalu banyak di depan laptop atau ipad. belum lagi baca baca dokumen!" ucap riko sambil mendekatkan lagi wajahnya
"Hais pantas saja! kenapa tidak kamu obati ke dokter mata!!" ucap daddy.
"Maunya juga seperti itu tuan! tapi kan tuan selalu memberi saya tugas terus menerus walaupun saya sudah dirumah" jawab riko dengan nada sedikit menyindir.
"Ini mana kesalahannya?" tanya riko karena tak juga menemukan kesalahan di lembar yang dibuka daddy.
"Bukan di lembar ini! sebentar!" ucap daddy kemudian membalik balikan lembaran kertas yang berisi surat perjanjian dan lembar penjelasan ulang tersebut dengan cepat hingga tak sadar ujung buku tersebut menggores ke mata riko.
"Aduh aduh tuan! perih!" ucap riko mengucek ucek matanya.
"Kamu ini kenapa seperti anak kecil? harusnya kamu menghindar ketika saya mengembalikan lembaran. bukan malah posisi nya tambah mendekat! kaya sakitnya parah saja kamu!" ucap daddy.
"Ya tidak parah tuan! cuman mata saya juga sudah terlalu lelah! aww" ucap riko.
"Kamu yakin masih bisa ngerjain tugas dari saya nantinya rik? dengan kondisi mata kamu seperti itu?" tanya daddy membuat riko melototkan matanya yang memerah ke arah daddy.
"Saya bisa dan masih sanggup tuan!! cuma sepertinya saya harus ke dokter mata buat ngobatin ini dahulu!" ucap riko
"Is ya sudah besok kamu cuti buat berobat!" ucap daddy pasrah.
"Terima kasih tuan! tapi tolong bantu saya! ini perih sekali seperti teriris" ucap riko mengucek matanya.
"Jangan di kucek!! berdiri! biar saya bantu tiupkan!" titah daddy langsung di lakukan oleh riko. hingga posisinya daddy membelakangi pintu dengan wajahnya mendekat ke arah riko dan terus meniup niup mata riko.
FLASHBACK OFF
"Princessnya uncle! tadi tuan cuman berusaha niup mata saya yang memerah Princess! nih buktinya!" ucap riko dengan memperlihatkan dengan jelas.
"Kok bisa?" tanya jessica yang mulai mendekat.
"Tidak sengaja terkena kertas yang sedang daddy buka princes!" jelas daddy membuat jessica menatap cengo.
"Lah bagaimana bisa? ah ngga tau ah! konyol sekali alasannya! uncle ini kenapa ceroboh sekali! kok bisa mata merah begitu cuma karena alasan konyol kena kertas?" ucap jessica tak percaya.
"Aih sudah lah! princes tak akan mengerti! saya keluar dulu mau basuh muka! nanti lagi kita kerjakannya tuan!" ucap riko kemudian berlalu dari ruangan daddy.
"Hmm!" dehem daddy.
"Oh iya sayang kok kamu bisa ada disini? kamu bikin daddy terkejut sayang!" ucap daddy menarik tangan jessica ke dalam pelukannya.
"Jessica lebih lebih terkejut lihat daddy sama uncle riko sedang ciuman!" ucap jessica santai sambil membalas pelukan daddy, sedangkan daddy berdecak sebal.
"Kan tadi daddy bilang, kamu salah faham sayang! daddy cuma berusaha niup mata uncle kamu itu! bukan apa apa, apalagi ciuman!" ucap daddy melepas pelukannya dan menatap jessica dengan mengerucutkan bibirnya sebal.
"Hehe iya iya dad, maaf!" ucap jessica cengengesan.
"Oh iya ada apa kamu kesini?" tanya daddy.
"Emang jess ngga boleh main ke perusahaan daddy?" tanya jessica dengan berpura pura marah.
"Ya boleh dong sayang! kan daddy cuman tanya. kenapa jadi cemberut gini hem?" ucap daddy sambil menjawil dagu jessica berusaha menggoda.
"Sebenarnya Jessi kesini karena mau me time sama daddy! daddy bisa ngga? atau daddy lagi sibuk dad?" tanya jessica sambil mengaitkan tangannya ke lengan sang daddy.
"Daddy ngga pernah sibuk, kalo buat princes kesayangan daddy satu satunya ini!" jawab daddy sambil mengusap puncak kepala jessica dengan lembut.
"Yess!! Kita ke Mall! tapi daddy yang traktir jessica yah!" ucap jessica menatap daddy sambil mengedip kedipkan kedua matanya
"Kamu ini! tanpa daddy traktir pun kamu bisa minta apa apa di mall kamu sendiri! lagian kan daddy kasih BC ke kamu!" ucap daddy dengan gemas melihat tingkah jessica.
"Kan bisnis dad!" ucap jessica sambil cengengesan membuat daddy menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Oke! Are you ready?!!" Seru daddy.
"Ready!!! go! go! go!!!" Ucap jessica semangat sambil tertawa membuat daddy tersenyum geli.. Lalu mereka pun berjalan beriringan untuk keluar dari perusahaan diikuti banyaknya bodyguard.
Di sepanjang jalan menuju lobi, banyak para karyawan yang bertanya tanya dalam hati mereka mengenai 'ada hubungan apa tuan besar mereka dengan gadis bertopeng yang sering datang ke perusahaan?'.
Sesampainya di lobi, maria dan tika pun hanya bisa mematung melihat kemesraan Bapak dan Anak tersebut. terlihat seperti sepasang kekasih, karena wajah daddy pun tak sedikit pun ada garis garis halus walau sudah berumur.
"Selamat siang mbak tika!" ucap jessica membuat daddy mengerutkan keningnya. sedangkan tika menjadi gugup.
"Si-siang nona muda!" jawab tika membungkukkan badannya.
"Udah ayo sayang!" ajak daddy menarik lengan jessica hingga siap tidak siap jessica terhuyung ke depan.
"Isss daddy!! jessi hampir aja jatuh!" ucap jessica cemberut.
"I'm sorry honey. daddy doesn't want you to spend our time just to greet daddy's employees" ucap daddy dengan nada memelas.
(Maaf sayang. Daddy tidak ingin kamu menghabiskan waktu kita hanya untuk menyapa karyawan daddy)
"But it's only for a moment daddy!"" ucap jessica mengerucutkan bibirnya.
(Tapi itu kan hanya sebentar saja daddy!)
"Iya maaf! Silakan masuk tuan putri!" ucap daddy sambil bergaya ala ala prajurit ketika pintu mobil sudah di buka Bodyguard membuat jessica langsung tersenyum.
"Terima kasih pengawal!" jawab jessica santai sedangkan daddy geleng geleng kepala.
"Kamu ini! cepat masuk!" ucap daddy mendorong tubuh jessica lembut hingga membuatnya cemberut namun tetap masuk, diikuti daddy.
"Daddy selalu aja begitu!" gerutu jessica ketika mobil sudah mulai jalan.
"Hehe kan biar ada kenangan nya sayang!" ucap daddy menarik jessica ke dalam pelukannya. Mobil pun berjalan dengan banyak iring iringan mobil lainnya baik di depan maupun di belakang.
'DI MALL JESSICA'
Sesampainya di mall, mereka berdua pun langsung makan kemudian mulai asyik bermain game, membeli baju couple, dan juga melakukan hal lainnya. mereka benar benar menghabiskan waktu berdua dengan sebaik mungkin. bercanda, tertawa, merajuk, bahkan menangis, kepanikan dan kepuasan daddy. semua mereka rasakan di mall tersebut. hingga tak sadar mereka berada di mall tersebut hingga sang surya kembali lagi ke peraduannya.
"Princess kita pulang yuk! granma udah nelvon nelvon daddy dari tadi" ajak daddy membuat jessica cemberut.
Cupppp (daddy mencium kening jessica)
"Udah malam sayang!" ucap daddy
"Tapi masih mau main sama daddy lagi!" ucap jessica dengan memelas.
"Ya udah yuk! We back home!" jawab jessica kemudian menggandeng lengan daddy, dan mereka pun kembali ke mansion.
'DI MANSION ARTHUR'
Marvel seharian setelah selesai kuliah ia pergi ke kantor untuk bekerja. namun se pulangnya dari kantor ia hanya terdiam didalam kamarnya bahkan saat jam makan malam pun ia tidak turun ke bawah.
Aku ngga mau pisah sama kamu sayangg batin marvel sambil melihat lihat foto dirinya dan juga jessica di ponselnya.
Harusnya kemarin aku nikahin aja kamu batin marvel sambil menghela nafasnya dalam.
Aku mulai bangkit perlahan dengan membuat bisnis sendiri karena untuk memantaskan diri di samping kamu. Tapi aku ngga bisa menahan kamu agar tetap disini dan bersama aku setiap hari. memang kalau aku bisa nyamperin kamu ke sana, tapi tidak bisa setiap hari dan tanpa kamu disini rasanya akan berbeda. aku takut kamu di sana banyak yang nglirik! Batin marvel sambil menitikan air matanya, namun segera mungkin ia hapus.
Ih itu ngga boleh terjadi! awas aja kalau ada yang berani deketin jessica, gue bikin hidupnya hancur! batin marvel dengan menggebu gebu.
'DI RUANG MAKAN KELUARGA ARTHUR'
"Sayang! kenapa kakak mu ngga turun turun juga?" tanya mami mikaila kepada calista, saat makan malam berlangsung
"Lista ngga tau mami!" jawab calista.
"Ngga biasanya dia kaya gini!" ucap mami mikaila
"Udah dimakan dulu, nanti anterin makannya barangkali marvel sakit. soalnya papi liat tadi di perusahaan dia banyak melamun" ucap papi Albert membuat calista mengerutkan keningnya.
"Oh iya mi pi!! mungkin marvel lagi sedih karena kak jessi mau kuliah di Inggris" ucap calista membuat mami dan papi menghentikan makannya kemudian saling pandang.
"Maksud kamu? pindah?" tanya mami mikaila dijawab anggukan oleh calista.
"Iya mi pi!" jawab calista kemudian memasukan makan ke dalam mulut.
"Hubungan mereka baik baik aja kan sayang?" Tanya papi Albert.
"Baik ko pi! kan semalam papi mami liat sendiri marvel habis nge date sama kak jessi pulangnya bawa helikopter nya" ucap calista setelah menelan makannya.
"Kak jessi kuliah disana karena lagi ada masalah sama perusahaannya yang disana. katanya sih begitu, terus kuliah disana aja deh sekalian. karena juga mau merawat makam mommy nya" ucap calista membuat mami dan papi menganggukan kepalanya mengerti.
"Nanti mami ke kamar marvel. sekarang makannya di habiskan keburu dingin!" ucap papi mutlak
"Iya pi!" ucap mami dan calista. kemudian mereka pun kembali melanjutkan makan tanpa berbicara lagi.
__ADS_1
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Kok ngga ada jawaban dari marvel sih?" gumam mami mikaila dengan bingung.
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Sayang!! Marvel!! ini mami sayang buka pintunya!" Panggil mami mikaila namun tak ada jawaban kembali membuat mami khawatir.
"Aduh marvel ngga papa kan?" gumam mami mikaila panik.
"Loh mami kok masih disini? ngga masuk?" tanya papi yang baru sampai dan melihat mami sedang gelisah, sedangkan mami yang mendengar suara papi pun menjadi terkejut.
"Ishh papi!! bikin mami kaget aja!!" gerutu mami mikaila.
"Lagian kenapa mami di depan pintu aja?" tanya papi heran.
"Ini pih! si marvel di panggil panggil ngga ada jawaban dari tadi. mami khawatir dia kenapa napa!" ucap mami mikaila membuat papi mengerutkan keningnya.
"Loh masa?" tanya papi kemudian membuka handle pintu yang ternyata tidak terkunci membuat mami membelalakan matanya.
"Lah mami ngga kepikiran buat buka pintu saking paniknya!" ucap mami mikaila kesal sendiri.
"Makanya mami jangan panik dulu! udah sana masuk!" ucap papi Albert kemudian mendorong tubuh mami mikaila memasuki kamar marvel. Hingga kedua netra mami melihat ke arah marvel yang membuatnya tertegun. Sedangkan papi hanya melihat sambil bersandar ke pintu.
Mami mikaila melihat marvel sedang duduk melamun di ranjang king size nya dengan tangan yang mengusap foto jessica yang di letakan di bingkai foto besar. kemudian menghapus pelan setetes air mata yang keluar dengan lancangnya.
Marvel lemah jika menyangkut orang yang tersayang, apalagi cinta. Cinta pertama marvel. seorang JESSICA KAYLA JAMES. yang berhasil mengobrak abrik hati dan perasaannya. mengubah hari harinya. penyemangatnya. CALON ISTRINYA.
Perlahan mami mikaila mendekat ke arah marvel, dan mengusap kepala marvel. mami tahu anaknya masih awam soal pacaran, namun cintanya sangat besar kepada jessica. Calon menantunya.
"Mami" lirih marvel mendongak melihat maminya dengan sendu.
"Ya sayang?" Tanya mami dengan lembut sambil ikut duduk di sebelah marvel.
"Kenapa ketika marvel mengenal cinta, marvel jadi lemah! padahal jessica cuma mau pergi buat kuliah! sama urusin bisnis!" ucap marvel sendu.
"Sayang! semua orang punya kelemahan! dan ini kelemahan kamu! jadi jangan salahin diri sendiri. kelemahan kamu ini bukan suatu keburukan. biarkan orang men-judge kamu, ketika misal mereka melihat kamu sedih karena cinta biarkan saja!. karena cinta yang kamu miliki tulus dan besar. kamu ngga bisa perfeksionis dalam segala galanya sayang. jessica kan pergi buat kebaikan dia, dan semua orang yang bergantung padanya di sana sayang. ketika waktunya tiba dia kembali kesini lagi, dia bakal setiap hari atau setiap detik sama kamu!" ucap mami menjelaskan dengan perlahan lahan sedangkan marvel langsung memeluk mami dengan erat.
"Makasih mam!" ucap marvel.
"Sama sama!" jawab mami.
"Masa begitu aja lemah boy!" ucap papi menghampiri marvel dan mami sambil meletakan ponselnya di saku piyama tidurnya setelah melakukan sesuatu, sedangkan marvel melepaskan pelukan dari maminya dan menatap tajam papinya.
"Apa maksud papi?!!" ucap marvel dengan nada datar, membuat papi tersenyum tipis.
"Kamu lebay!" ucap papi membuat marvel kesal.
"Lebih baik papi keluar dari kamar Marvel! daripada bikin marvel kesal!" ucap marvel dingin.
"Loh kok malah di usir sih!" protes papi.
"Papi!!" Panggil mami penuh penekanan
"Ih nggak mau sayang! kamu aja disini!" jawab papi.
"Keluar sekarang atau nanti aja sekalian tidur di luar?" tanya mami membuat papi menatapnya dengan memelas.
"Masa begitu sih mi!" ucap papi mengerucutkan bibirnya.
"Biarin!" jawab mami.
"Liat boy! gara gara kamu mami jadi marah sama papi!" ucap papi membuat marvel tersenyum sinis.
"Biarkan! rasakan!" ucap marvel tajam.
"Marvel!" Panggil papi tajam.
"Apah!" ucap marvel menatap tajam papinya, begitu pun mami mikaila yang menatap tajam papi.
"Ehhh kok lagi perang lewat mata gak ngajak ngajak sih!!....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(HAI GUYSSS!!! AUTHOR BIKIN 2 JUDUL DI JADIKAN 1 BIAR NGGAK KEPOTONG POTONG!! 2000 KATA LEBIH!)
(MAAF YA KALAU LAMA, SEBENERNYA UDAH DARI BEBERAPA MALAM LALU GUYS. TAPI TEKS HILANG!!!)
__ADS_1
(INI AUTHOR PERBAIKI LAGI KARENA DARI SEMALEM NGGA LOLOS DI PIHAK NT NYA :) )
(SEMENJAK NT UPGRADE JADI BANYAK PERUBAHANNYA. KATA AUTHOR SIH)