My Cool Boyfriend

My Cool Boyfriend
21


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA🧡


"bagaimana keadaannya dok?"


"pasien tidak papa, kondisinya baik. Cuma masuk angin biasa, di bawa istirahat juga sembuh. Saya permisi"tutur dokter itu dengan ramah


"huhh kaget gw, kirain renata"ucap erlan


"gw kira dia muntah karena hamil ***** salkira"angga


Tadi sean langsung membawa roselina ke dalam mobil dan menyuruh angga membawa motornya. Delia pulang karena di suruh sean, dengan memesan taksi. Saat di klinik terdekat, sean langsung menyuruh dokter yang jaga memeriksa roselina karena takutnya dia hamil. Ternyata tidak.


"lo anter roselina balik ke rumahnya. Gw pulang duluan"ujar sean


"kenapa bukan lo?"


"udah si lan, nurut aja"


Sean pergi dengan motornya meninggalkan klinik tersebut. Entah mengapa perasaannya gak karuan setelah kejadian roselina muntah terus di periksa.


Malam hari di mansion raquell, roselina mengusap perutnya yang bergejolak gak enak. Mungkin efek anginnya masih nempel.


Wanita itu menuruni tangga dan menyuruh pelayan membuatkan teh hangat lagi untuknya. Setelah secangkir teh berada di genggamannya, roselina duduk sila di ayunan kamar. Tak lama, dering ponsel miliknya berbunyi.


"hallo"


"....."


"hall-"


"*mphh tolong pelanin yannhh"


"shh__AKH__mmhhh"


"sebut nama gw livhh"


"mmmpphh seannnhh_Seannnhh"


"kalau pacar lohh tahu__shh__gimanah?"


"gw ada di sini buat lo_jadi_akh__ lo tenang aja"


"akhh_oliviahh*"


TUUT TUUT


Olivia. Rose tahu nama wanita itu. Siswi 12-A yang katanya ratu bullying dan terobsesi pada sean. Olivia sebenarnya tidak terima paska tahu sean menggaet hati roselina yang notabenya sepadan dengan sean (Tiffin >< Raquell). Karena nyalinya agak menciut jika di hadapkan dengan raquell, olivia diam. Tapi malam ini, tidak ada angin tidak ada hujan, sean menelpon dirinya dan akhirnya berhubungan. Olivia kira sean sudah mulai meliriknya, hingga nyalinya naik. Dia yang dulu diam dalam tekanan kini ia keluarkan. Ia ingin hubungan keduanya rusak, lantas saja olivia menelpon roselina saat kegiatannya dengan sean. Karena terlalu senang, dia tak memikirkan apa yang akan di dapatnya karena telah melakukan ini.


Brengsek, sialan, ********. Sean tidak pantas di sandingkan dengan dirinya-rose


"hallo. Kamu bisa bantuin aku gak?"


"apa?"


"tolong kenalin temen cowok kamu yang lain sama aku june"


"mau ngapain?"


"kenalin aja kalau ada, aku mohon"


"lo mau balas dendam ke sean dengan cowok lain? Gak. Gw gak punya"


"sekali aja. Please. Kalau bisa, ini bakal aku jadiin alasan lain buat putus dari sean"


"gw gak punya"


"oke. Aku nyari sendiri aja, makasih"


"tunggu. Gw bakalan bantu lo"


"makasih, makasih banget"


TUUT TUUT


Tiffin High School📍


Brumm Brumm


Motor june terparkir rapih di sisi mobil erlan. Semua murid menatapnya dengan kagum seperti biasa. Tapi yang membuat semuanya terpaku adalah orang yang di belakang june. Dia roselina, wanita itu di bonceng oleh june dan memeluknya.


"rose sama sean udah putus?"


"ahh gila, dari yang tinggi ke ang bawah. Eh tapi masih sedikit sepadan sih"


"june ganteng, cocoklah sama rose. Tapi masih gantengan sean"


"kapan putusnya tuh mereka? Sean jomblo lagi nehh asek"


Ceklek


Helm yang roselina kenakan kebuka karena bantuan june. Roselina tak munafik, jika di lihat wajah june tak kalah tampan dengan sean. Tubuh june juga tinggi, sesuai style nya. Tapi dia gak sampai cinta kok, cuma terpana doang. Masuk mata gak masuk hati.


"makasih"


"ya"


Hahh gimana mau membantu, nada bicaranya tak pernah ubah. Always ketus, muka datar dan dingin-keluh rose


Hari ini, ia ingin sean benar-benar kecewa terhadapnya dan berhenti menyakiti dirinya walaupun dengan kata putus. Semalam, rose pikir june akan memperkenalkan teman cowoknya. Tapi yang akan membantunya justru june sendiri, dengan alasan


Gw gak mau ikut campur terlebih lagi mancing perselisihan antar temen. Tapi gw juga gak bisa kalau lo deket sama cowok yang sama sekali gak lo kenal. Sean bisa aja bunuh tuh cowok, tapi kalau gw. Itu mungkin pengecualian, karena bagaimanapun gw temennya. Babak belur dikit mungkin.


Pagi ini, sean tak terlihat sampai jam istirahat tiba.


Mungkin dia bolos-rose


DRRT DRRT


Sean


Dmn?


Belum di balas oleh rose karena sengaja hingga akhirnya getaran kembali muncul


Sean


Dmn gw blng!


Otak rose berputar. Dia harus menjalankan misinya sekarang juga. Lalu di ketikanlah pesan untuk june


Roselina


Kamu di mana june?


June

__ADS_1


D rngn 7stne. Np?


Roselina


Ke lab ipa yang di bawah. Sekarang june


June


Ksni j. Sean gkda dsni


Roselina


Ok


Roselina


Aku di ruangan 7Stone


Sean


Ok


Roselina berlari keluar kelas dan pergi ke ruangan 7stone. Jika sean tak ada di ruangannya, lantas di mana?


Sampai di ruangan khusus 7Stone, rose masuk kedalam dan terpana melihat isi ruangan itu. Tak heran memang jika sean pemilik sekolah ini.


"duduk"


"aku tadi udah bales pesan sean kalau aku ada di sini. Mungkin sebentar lagi dia datang"


"lo yakin sean bakal datang ke sini?"


"aku yakin. Ngomong-ngomong, erlan sama angga gak bakalan kesini kan?"


"lo tenang aja, ge udah kasih tahu mereka. Dan mereka ngerti"


DRRT DRRT


Sean


Jngn kmna-mna. Gw hmpir smpe


"sean mau nyampe"ujar rose gelisah


"terus lo mau gimana?"


Melipat bibirnya resah dan berpikir, ia kembali melihat june yang duduk di sofanya. Roselina berdiri dan mendudukan kembali tubuhnya namun bukan di kursi. Dia mengangkang di pangkuan june.


"jangan gila. Gw juga normal!"geram june sedikit menjauhkan tubuhnya


"maaf, lampiasin aja sama aku ssmpai sean datang. Aku ingin sean melihat kita yang benar-benar, bukan kaya terpaksa. Ehmm tapi__nanti, muka kamu__"


"gw udah kasih tahu erlan. Kalau sean ngamuk beneran, dia bakal jadi perisai"


"maaf yaa,maaf banget"cicitnya takut


"hm"


Wajah keduanya di dekatkan, memang kaku. Tapi saat bibir mereka bertemu, yang bermain duluan adalah rose. June yang notabenya cowok normal di ajak kaya gini yaa di dominasi. June benar-benar melampiaskannya pada rose, tapi pria itu masih tahu batas.


French Kiss. Menuntut dan bermain lidah. Mereka melakukannya karena akting. Ingat hanya akting.


Roselina sengaja membuka dasinya dan dua kancing seragam atasnya supaya dramanya berjalan lancar.


Saat terdengar suara pintu yang akan kebuka, tangan roselina sengaja melinhkar di leher june sampai badan mereka merapat.


CEKLEK


Roselina bercumbu dengan june. Lagi. Dan kali ini lebih parah sehingga sean tak berpikir jernih.


"SIALAN!!"


sean menarik paksa tangan roselina sampai berdiri. Awalnya sean akan memaki roselina tapi tertahan saat melihat kancing seragam wanita itu terbuka. Roselina hanya menunduk dan merasakan cengkraman sean.


PLAK


"Gila lo yan!"sentak june saat tangan sean menampar roselina


"APA?! MAU BELA DIA?! ******* LO JUNE!"


BRUKK


sean mencengkram seragam june dan melemparkan tubuh itu sampai menghantam lemari yang untungnya tidak jatuh.


"pukul gw aja yan. Gw yang salah"pasrah june


"ANJING! TEMEN MACAM APA LO HAH?!!"


BUG


BUG


BUG


sean menghantam wajah june terus menerus.


"CUKUP SEAN!"


"DIAM LO!! LO MAU BELA DIA HAH?!! ***** SIALAN! MURAH BANGET LO!"


"YAN!"kembali june menyentak sean saat temannya itu memaki roselina


BUG


BUG


Sean membalas ucapan june dengan beberapa pukulan sampai wajah pria itu benar-benar babak belur. Tak lama, erlan dan angga datang memisahkan sean dari june.


"JUNE! YAN__Lo pada gila ya!"


"stop yan woy!!"


"lo lagi! Tahu sean mukul, bukannya ngelawan malah diem!"cerocos angga


"karena temen gw"


"TEMEN APAAN LO YANG MAIN SAMA CEWEK GW!!! LEPASIN LAN!!"


"AKU YANG MAU SAMA JUNE! JADI STOP NYALAHIN DIA!"


Mata tajamnya beralih pandangan dari june ke roselina. Sean menghentakan dengan kasar cekalan erlan pada tubuhnya lalu berjalan ke arah roselina.


"lo jual berapa hah? gw tanya__lo jual berapa? LO SAMA GW SOK JUAL MAHAL ANJING TAPI SAMA DIA!!__MURAHAN"teriak sean


"IYA. AKU MURAHAN KOK! AKU MEMILIH JUNE DARI PADA KAMU! DIA LEBIH BAIK"

__ADS_1


"KELUAR!"semuanya menatap sean


"GW BILANG KELUAR!! TINGGALIN GW SAMA NI *****!!"


Roselina mengangguk pelan saat matanya bertatapan dengan june. Mereka bertiga keluar dan menyisakan sean dengan rose.


PLAK


"AKH"


"BANGUN LO!"


roselina menahan rasa sakit yang kembali ia rasakan di pipinya. Tamparan sean yang kedua begitu keras sampai membuatnya terhuyung ke bawah sofa yang untungnya ada carpet berbulu.


Saat dirinya akan bangkit, sean keburu menjambak rambutnya sehingga membuat roselina mendongak. Lalu sean menarik rambutnya supaya berdiri.


"lo turunan siapa sih? Bener lo turunan raquell? Nyokap lo ****** hah? Sampai turun ke anaknya"ucap sean dengan sinis


PLAK


"JAGA UCAPAN KAMU SEAN! MAMAH AKU WANITA BAIK-BAIK!"


"Ck. LO AJA MASIH BAYI GIMANA LO TAHU KALAU NYOKAP LO WANITA BAIK *****!!"


"KAMU BOLEH HINA AKU TAPI GAK DENGAN KELUARGAKU SEAN!!"


"DISINI YANG HARUSNYA MARAH ITU AKU YAN! BUKAN KAMU! AKU SAMA JUNE CUMA MAIN SEDIKIT TAPI KAMU MARAHNYA KELEWATAN!! APA KABAR SAMA AKU YANG TAHU KAMU MAIN DI RANJANG SAMA WANITA LAIN HAH!! AKU ATAU KAMU YANG MURAHAN?"


"GW WAJAR MAIN SAMA YANG LAIN KARENA LO JUAL MAHAL! TAPI DENGAN GAMPANGNYA LO JUAL MURAH SAMA TEMEN GW SENDIRI!"bantah sean


"LO TAHU?! GW KAYA GINI KARENA APA?! KECELAKAAN YANG MEMBUAT NYOKAP GW KOMA DAN LUMPUH ITU PENYEBABNYA ADALAH NYOKAP LO *****!"


DEG


Mamah?-lirih rose


"gak! Gak mungkin!"


"GAK MUNGKIN LO BILANG__TANYAIN BOKAP LO KALAU LO GAK PERCAYA! NYOKAP SAMA ANAK EMANG SAMA AJA__*****"


PLAK


"AKU BILANG MAMAH AKU BUKAN WANITA SEPERTI ITU!! KAMU BAHKAN GAK TAHU MAMAHKU KAYA GIMANA!! JANGAN SEMBARANGAN NGOMONG! EMANG DASAR YA__MULUT KAMU ITU KURANG DIDIKAN ORANG TUA!! GAK BENER! AKKH"


kali ini, sean mendorong roselina dengan sekuat tenaga sampai terhuyung beberapa langkah dan perutnya menubruk ujung meja billiard lalu ambruk di lantai.


"JANGAN BAWA-BAWA ORANG TUA GW DENGAN MULUT KOTOR LO ITU! LO GAK BERHAK!!"


"LIHAT! KAMU AJA GAK TERIMA! APALAGI AKU YAN!! ********! KAMU GAK PANTES SAMA AKU!! AKU BENCI SAMA KAMU__DAN AKU MAU PUTUS"


"FUCKING OF YOU *****! GW GAK PEDULI LAGI SAMA LO!!"


sean pergi meninggalkan ruangan itu setelah melempar guci di meja sampai pecah. Roselina menghela nafas lega kemudian air matanya keluar.


Hikss_Hikss_Hikkksss_sakitt


Wanita itu menangis dalam diam. Saat sean mendorongnya dan mengenai sudut meja billiard, tiba-tiba perutnya merasakan sakit yang amat dalam tapi rose tetap menahannya demi menghadapi sean. perlahan tapi pasti, rose mencoba membangunkan tubuhnya. Berhasil setengah bangun, matanya menatap darah yang berceceran di bawah bekas ia duduk. Lalu aliran darah lain merembas turun ke paha.


Perutnya semakin sakit, rose kembali ambruk dan mencengkram perutnya. Tangannya dengan gemetar mengambil ponsel di sakunya lalu mencoba menghubungi renata. Tak lama, telponnya tersambung dengan renata.


"r-ren__renata"


Brukk


Ponselnya tergeletak di lantai dan roselina tak sadarkan diri.


"hallo, rose__rose kamu di sana? Hallo!"


TUUT TUUT


renata berada di uks dengan ketiga teman sean yang dimana june lagi di obati sama dokter sekolah.


"erlan, kita harus kembali kesana"


"ada apa?"


"gak tahu, rose gak jawab__takutnya terjadi sesuatu sama dia"


"gw ikut"


"kamu harus istirahat june, kaki kamu juga agak keseleo. Kamu gak boleh banyak gerak dulu"tutur dokter itu


Ahh iya. Kaki gw kena injek tadi sama sean hah-keluhnya


"ga, lo temenin june. Gw sama rena ke sana dulu"


"oke. Kalau ada apa-apa, kabarin cepet"


Erlan mengacungkan ibu jarinya dan berlali bersama renata kembali ke ruangan 7Stone


CEKLEK


"Ro-Yaampun rose!!"pekik renata saat awal membuka pintu


"i-ini_renata, minta kunci mobil angga. Cepetan, kita perlu ke rumah sakit"titah erlan


Renata mengangguk cepat dan berlari kembali ke uks yang untungnya masih satu lantai. Erlan membopong roselina menuju rumah sakit. Karena tak ingin terlalu mengundang omongan tentang darah yang keluar dari dalam roselina, erlan menggapai jaket june yang tersampir di sofa dan menutupi bagian bawah roselina. Sampai di lantai bawah, renata dengan cepat mendahului erlan dan membuka kunci ranger rover milik angga.


Mata erlan menangkap bahwa disana sudah tak ada kendaraan sean. Temannya itu pasti pergi dari sekolah. Menjalankan mobil angga dengan kecepatan di atas rata-rata, akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Petugas UGD langsung menyiapkan brangkar dan membawa roselina dengan pompaan oksigen di mulutnya. Renata menangis melihat temannya terbaring dengan darah yang berceceran. Renata dan erlan menebak bahwa roselina hamil dan keguguran.


"semoga mereka gak papa"ucap erlan dengan pelan


"kamu bilang gak papa? Hikss__roselina masuk dengan oksigen"tangis renatapun kembali pecah


DRRT DRRT


"Lo dimana?"


"di rumah sakit"


"iya maksud gw rumah sakit mana. Gakda masalah yang seriuskan?"


"rumah sakit xx. Datang aja dulu, ntar lo juga tahu"


TUUT TUUT


Erlan memeluk renata yang masih menangis. Mereka setia menunggu roselina yang lagi di periksa. Yang erlan khawatirkan, bagaimana ia menghubungi Richard De Raquell.


DING DONG :V


sampai sini aja dulu yaa..gak di gantung kan_gak :v


Terima kasih sudah mampir dan baca cerita aku📌

__ADS_1


Mohon maaf kalau ada typo📌


SEE YOU NEXT TIME


__ADS_2